MALANG TODAY – Festival industri kreatif dan permainan digital, Jakarta Game On 2026, resmi dibuka di The Brick Hall, Fatmawati City Center, Jakarta. Ajang yang berlangsung selama tiga hari hingga Minggu tersebut menjadi wadah pertemuan bagi para pemain gim profesional, komunitas, kreator, hingga para pelaku industri esports tanah air.
Festival ini memadukan sengitnya kompetisi gim dengan beragam aktivitas hiburan. Menariknya, seluruh rangkaian kompetisi dibuka tanpa biaya pendaftaran, sementara masyarakat umum dapat mengunjungi arena acara secara gratis.
Kompetisi Esports hingga Permainan Nirkabel
Para pengunjung dan peserta disuguhkan berbagai turnamen gim populer, seperti Mobile Legends, PUBG, Honor of Kings, EA Sports FC 27, hingga Tekken. Tak hanya arena gim digital, festival ini juga menghadirkan aneka permainan klasik dan hiburan fisik, seperti mahyong, trading card game (TCG), Tamiya, hingga Beyblade.
Untuk menyemarakkan suasana, penyelenggara turut menghadirkan panggung musik, pertunjukan cosplay dan coswalk, serta bazar makanan dan minuman. Konsep ini dirancang untuk merangkul ekosistem kreatif yang lebih luas di luar aktivitas permainan itu sendiri.
Dorong Transformasi Jakarta Menuju Kota Global
Penyelenggaraan Jakarta Game On 2026 ini juga bertepatan dengan momentum persiapan menuju peringatan 500 tahun berdirinya Jakarta pada tahun 2027 mendatang. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menilai sektor industri gim memiliki peran strategis dalam transformasi kota, terutama yang berkaitan dengan teknologi, kreativitas, dan pembukaan lapangan kerja baru bagi generasi muda.
Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi DKI Jakarta, Andhika Permata, menyatakan bahwa Jakarta harus terus menyediakan ruang bagi tumbuh kembangnya inovasi dan bakat muda. Ia berharap ajang ini mampu memperkuat posisi Jakarta sebagai kota global yang kreatif dan berdaya saing tinggi.
Industri gim saat ini tidak sekadar aktivitas bermain semata, melainkan mencakup pengembangan teknologi, hak kekayaan intelektual (IP), pembuatan konten, penyelenggaraan acara, hingga investasi. Oleh karena itu, ruang temu seperti Jakarta Game On dinilai sangat krusial untuk memperluas peluang bagi talenta lokal.
Targetkan Skala Internasional
Pihak penyelenggara mengadopsi konsep pameran gim dunia, seperti gamescom asia x Thailand Game Show di Bangkok dan Tokyo Game Show di Jepang, sebagai acuan pengembangan festival ini di masa depan.
Kepala Bidang Ekonomi Kreatif Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif DKI Jakarta, Puji Hastuti, mengungkapkan optimismenya bahwa festival ini dapat terus berkembang menjadi acara berskala internasional. Ke depan, agenda ini diharapkan mampu menarik perhatian pengunjung dan pelaku industri global, sekaligus menjadi panggung utama bagi para pengembang (developer), pemegang IP, serta kreator lokal untuk melangkah ke kancah dunia.

Xinhuanet is a comprehensive service-oriented news information portal and the most influential online media in China











Discussion about this post