Skip to main content

Malang Today

Malang Today
Beauty Fashion Music Malang
SEP 9, 2026
-- : --
⛅ 27°C
Rampung Perawatan Rampung Tugas, Jet Tempur Hawk Akhiri Misi Enam Pekan di Langit Malang dan Kembali ke Pontianak/Startup Agentic Cloud Daytona Tembus Valuasi USD 1 Miliar Berkat Dukungan FirstMark dan Investor Malaikat Ternama/Jebakan Halusinasi Finansial: Membedakan Kartu Kredit dan Penghasilan Tambahan Demi Keamanan Finansial/Intip Kemeriahan Bursa Kerja Karir Jakarta dan Tenaga Kerja Mandiri Expo 2026/Gandeng Raditya Dika, usmile Kampanyekan Pentingnya Kesadaran Kesehatan Gigi/Jakarta Siapkan Transportasi dan Layanan Kesehatan Gratis untuk 37 Ribu Pelari JRF/Anggaran Pembukaan Rekening Dipangkas Jadi Rp1,28 Triliun, Menko Airlangga Ungkap Alasan Efisiensi/Gempur Rokok Ilegal, Bea Cukai Malang Cegat Mobil Pembawa 105 Ribu Batang Rokok Polos di Gadang/Tren Investasi Kripto Redup, a16z Crypto Ganti Nama Jadi a16z Frontier/Korlantas Polri Gelar Operasi Patuh Mulai 26 Oktober 2026/Situasi Memanas, AS Perintahkan Staf Diplomatik Non-Darurat Tinggalkan Arab Saudi/Regina Art Pentaskan Perjuangan Njonja Ati Soetji Lewat Teater Monolog/Universitas Pelita Harapan Tembus 5 Besar Perguruan Tinggi Swasta Terbaik Indonesia Versi THE WUR 2027/Kabakom Tegaskan Kebijakan Ekonomi Prabowo Makin Inklusif Dorong Kenaikan Upah Buruh/Menolak Menyerah pada Depresi, Fabian Putra Lepas Singel Katarsis Cara Tidak Mudah Untuk Menunda Mati/
Rampung Perawatan Rampung Tugas, Jet Tempur Hawk Akhiri Misi Enam Pekan di Langit Malang dan Kembali ke Pontianak/Startup Agentic Cloud Daytona Tembus Valuasi USD 1 Miliar Berkat Dukungan FirstMark dan Investor Malaikat Ternama/Jebakan Halusinasi Finansial: Membedakan Kartu Kredit dan Penghasilan Tambahan Demi Keamanan Finansial/Intip Kemeriahan Bursa Kerja Karir Jakarta dan Tenaga Kerja Mandiri Expo 2026/Gandeng Raditya Dika, usmile Kampanyekan Pentingnya Kesadaran Kesehatan Gigi/Jakarta Siapkan Transportasi dan Layanan Kesehatan Gratis untuk 37 Ribu Pelari JRF/Anggaran Pembukaan Rekening Dipangkas Jadi Rp1,28 Triliun, Menko Airlangga Ungkap Alasan Efisiensi/Gempur Rokok Ilegal, Bea Cukai Malang Cegat Mobil Pembawa 105 Ribu Batang Rokok Polos di Gadang/Tren Investasi Kripto Redup, a16z Crypto Ganti Nama Jadi a16z Frontier/Korlantas Polri Gelar Operasi Patuh Mulai 26 Oktober 2026/Situasi Memanas, AS Perintahkan Staf Diplomatik Non-Darurat Tinggalkan Arab Saudi/Regina Art Pentaskan Perjuangan Njonja Ati Soetji Lewat Teater Monolog/Universitas Pelita Harapan Tembus 5 Besar Perguruan Tinggi Swasta Terbaik Indonesia Versi THE WUR 2027/Kabakom Tegaskan Kebijakan Ekonomi Prabowo Makin Inklusif Dorong Kenaikan Upah Buruh/Menolak Menyerah pada Depresi, Fabian Putra Lepas Singel Katarsis Cara Tidak Mudah Untuk Menunda Mati/

All Categories / Semua Kategori

Malang Beauty Fashion Music Technology Politic Celebrity Entertain Place to Go Astrology

Greenpeace Merespons Keputusan Presiden Prabowo Membentuk Badan Pengelolaan Gambut dan Mangrove Nasional

by Green Peace Indonesia
September 25, 2026
Greenpeace Merespons Keputusan Presiden Prabowo Membentuk Badan Pengelolaan Gambut Dan

Greenpeace Merespons Keputusan Presiden Prabowo Membentuk Badan Pengelolaan Gambut Dan

Anggota Tim Cegah Api (TCA) Greenpeace membentangkan banner di lahan gambut bekas terbakar di Sungai Raya Dalam, Kubu Raya, Kalimantan Barat.

© Stefanus Taman / Greenpeace

Jakarta, 25 September 2026. Keputusan Presiden Prabowo Subianto membentuk Badan Pengelolaan Gambut dan Mangrove Nasional menunjukkan bahwa persoalan lahan gambut tak bisa lagi diabaikan dalam konteks isu kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Setelah selama ini absen dari pernyataan Presiden dan anak buahnya, pembahasan tentang lahan gambut akhirnya sampai ke Istana Negara.

Kendati begitu, ada banyak persoalan yang mestinya lebih dulu dijawab oleh pemerintah sebelum membentuk badan baru. Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni mengatakan lembaga baru ini akan menggantikan Badan Restorasi Gambut dan Mangrove (BRGM), tetapi ia tak menjelaskan perbedaan kewenangan antara keduanya, desain kelembagaan, dan cakupan kerjanya. 

“Sikap pemerintah yang mulai perhatian terhadap persoalan gambut ini langkah awal yang baik, tetapi sebelum badan baru ini dibentuk pemerintah perlu menjawab sejumlah pertanyaan sederhana berikut: konteks kelembagaan apa yang benar-benar baru dan berbeda dari BRGM? Mengapa namanya badan pengelolaan? Seperti apa pelajaran penting terkait dengan tidak maksimalnya BRGM di masa lalu? Kita perlu skeptis dengan pembentukan badan baru ini, apalagi melihat kata yang digunakan yakni ‘pengelolaan gambut’, jangan sampai tujuannya untuk melanggengkan alih fungsi lahan gambut dengan dalih pemanfaatan,” kata Asep Komarudin, Juru Kampanye Hutan Senior Greenpeace Indonesia.

BRG dibentuk pada 2016 berdasarkan peraturan presiden dan bekerja langsung di bawah presiden. Pada 2020, lembaga ini berubah menjadi Badan Restorasi Gambut dan Mangrove (BRGM). Namun, hingga akhirnya dibubarkan pada 2024, upaya pemulihan gambut yang dilakukan BRGM dapat dikatakan jauh dari kata sukses. Selama delapan tahun bekerja, dengan berbagai catatan tentang transparansi, BRGM mengklaim sudah merestorasi 1,6 juta hektare lahan gambut. Namun lanskap gambut yang disebut telah direstorasi pun masih mengalami kebakaran. 

Namun terbatasnya kewenangan BRG juga menjadi masalah dalam upaya restorasi gambut. Pengawasan lanskap gambut yang dibebani konsesi dibagi antara BRG dan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Pembagian tanggung jawab ini menghalangi pendekatan terintegrasi untuk upaya restorasi di KHG.[1] Setelah BRGM dibubarkan, pemulihan dan pelindungan gambut pun sepenuhnya menjadi urusan Kementerian Kehutanan dan Kementerian Lingkungan Hidup. 

Peneliti Senior Greenpeace Indonesia Sapta Ananda Proklamasi mengatakan pemerintah mestinya membeberkan bagaimana evaluasi proses pemulihan dan pelindungan gambut oleh kedua kementerian tersebut. “Apakah pemulihan dan pelindungan gambut oleh lembaga selevel Kemenhut dan KLH tidak berjalan? Apa tujuan dan target pembentukan badan baru ini: memulihkan gambut sepotong-sepotong atau dalam konteks lanskap? Alih-alih langsung membentuk badan baru, pemerintah harus secara paralel membuat regulasi pelindungan gambut yang kuat dan menyeluruh berbasis lanskap, serta regulasi yang jelas untuk memulihkan gambut yang rusak akibat izin konsesi sawit dan hutan tanaman industri atau HTI,” ujar Sapta.

Pernyataan Menteri Kehutanan Raja Juli tentang kerja BPGMN yang akan berbasis desa juga patut disoroti. Greenpeace mendesak agar jangan sampai desa dijadikan titik utama pencegahan, sementara persoalan strukturalnya tak disentuh. Hal ini penting sebab masyarakat bukan satu-satunya aktor yang menentukan kondisi ekologis suatu kesatuan hidrologis gambut (KHG). 

BRG/BRGM juga pernah menggunakan strategi serupa[2], tetapi langkah semacam ini tak akan efektif selama pengeringan gambut masih terjadi dalam skala besar. Lanskap gambut rusak justru karena pemerintah memberikan izin konsesi untuk perusahaan perkebunan dengan luasan masif, bahkan hingga ratusan ribu hektare. 

A Greenpeace activist climbs on the anchor chain of the 
tanker Gran Couva and displays a banner reading "No more forests, peatland for palm oil" during an action where crew members from the Greenpeace ship MV Esperanza occupied the tanker for 24 hours. The tanker, carrying 27,000 metric tonnes of crude palm oil for the Wilmar Company, was held up from departing to its destination Rotterdam, Netherlands. 
Greenpeace is protesting against the destruction of Kampar Peninsula's peatland forest by pulp and paper and palm oil industries and is calling for the Indonesian Government to implement a moratorium on deforestation.  Peatland forest is critical for maintaining biodiversity and its degradation releases vast stores of carbon thereby contributing to global climate change.
Aktivis Greenpeace memanjat rantai jangkar tanker Gran Couva yang membawa minyak kelapa sawit Wilmar dan membentangkan banner dalam aksi damai pada 2008 di Riau. Aksi ini memprotes penghancuran lahan gambut Tanjung Kampar oleh perusahaan kayu dan bubur kertas serta sawit.

© Greenpeace / John Novis

Laporan Greenpeace “Restorasi Hilang dalam Kabut Asap” yang terbit pada 2021 menemukan hampir sepertiga dari Kesatuan Hidrologis Gambut (KHG) di tujuh provinsi yang menjadi prioritas restorasi berstatus “kritis sedang” dan “kritis tinggi”. Kerusakan itu akibat penggunaan lahan untuk penanaman perkebunan kelapa sawit dan HTI seperti kayu untuk bubur kertas. Meski sudah ada upaya restorasi, api terus membara di dalam KHG mendegradasi lanskap gambut[2]. Lebih dari isu kebakaran gambut, emisi dari lanskap gambut rusak sangat besar dan signifikan memperparah krisis iklim.

Tahun ini, analisis Greenpeace menemukan bahwa kebakaran masih terjadi pula di lanskap gambut, lagi-lagi termasuk di lanskap gambut yang pernah direstorasi. Dalam kurun 8 Agustus hingga 20 September 2026, ada sebanyak 2.951 titik sumber asap di lebih dari 114 KHG.

“Pembentukan badan baru akan sia-sia jika pemerintahan Prabowo tetap tak memiliki perspektif yang jernih dan komitmen serius untuk pelindungan lahan gambut dan pemulihan lanskap gambut kritis. Pemerintah harus memastikan kedua langkah kunci itu dijalankan demi mencegah kebakaran berulang dan menghindarkan warga dari dampak kabut asap yang berbahaya, seiring dengan penegakan hukum yang tegas terhadap korporasi, termasuk mencabut izin dan mendesak pertanggungjawaban mereka atas kerusakan lingkungan yang terjadi,” kata Belgis Habiba, Juru Kampanye Hutan Greenpeace Indonesia.[SELESAI]

Catatan Editor:

[1] BRG dan Kementerian Pertanian bertanggung jawab mengawasi restorasi sekitar 500 ribu hektare gambut di area konsesi (kebanyakan konsesi sawit). Mereka hanya memonitor restorasi yang dilakukan pemegang konsesi dan tidak bertanggung jawab melakukan restorasi sendiri. Sedangkan KLHK (kini dipecah menjadi dua kementerian) bertanggung jawab mengawasi aktivitas restorasi di area seluas 1,2 juta hektare area HTI. Baca selengkapnya dalam laporan Greenpeace “Restorasi Hilang dalam Kabut Asap”.

[2] Di masa lalu BRG menerapkan strategi 3R, yakni rewetting (pembasahan kembali), revegetation (penanaman kembali), dan revitalization (revitalisasi ekonomi masyarakat lokal di sekitar lanskap gambut).

[3] Dari 2015 hingga 2019, terdapat kebakaran di 200 dari 520 KHG di tujuh provinsi yang menjadi prioritas restorasi oleh Badan Restorasi Gambut, dengan hampir 2 juta hektare gambut terdampak kebakaran. Baca selengkapnya dalam laporan Greenpeace “Restorasi Hilang dalam Kabut Asap”.

Kontak Media:

Belgis Habiba, Juru Kampanye Hutan Greenpeace Indonesia, +62 897-0005-629

Budiarti Putri, Juru Kampanye Komunikasi Greenpeace Indonesia, +62 811-1463-105

Logo Green Peace
Green Peace Indonesia

Greenpeace ada karena bumi yang rapuh ini butuh suara. Kami adalah organisasi lingkungan global yang didedikasikan untuk bersama-sama melindungi masa depan

Related Posts

Jebakan Halusinasi Finansial Membedakan Kartu Kredit Dan Penghasilan Tambahan Demi

Jebakan Halusinasi Finansial: Membedakan Kartu Kredit dan Penghasilan Tambahan Demi Keamanan Finansial

by Malang Today
October 23, 2026

Pahami risiko kartu kredit yang bukan penghasilan tambahan dan pelajari cara bijak mengelola utang agar finansial Anda tetap aman terjaga.

Intip Kemeriahan Bursa Kerja Karir Jakarta Dan Tenaga Kerja Mandiri

Intip Kemeriahan Bursa Kerja Karir Jakarta dan Tenaga Kerja Mandiri Expo 2026

by Xinhua News
October 23, 2026

Temukan ribuan peluang kerja dan panduan wirausaha terbaik di Karir Jakarta dan Tenaga Kerja Mandiri Expo 2026. Cek selengkapnya di...

Jakarta Siapkan Transportasi Dan Layanan Kesehatan Gratis Untuk 37 Ribu

Jakarta Siapkan Transportasi dan Layanan Kesehatan Gratis untuk 37 Ribu Pelari JRF

by Malang Today
October 23, 2026

Jakarta sediakan layanan kesehatan dan transportasi gratis bagi 37.000 pelari Jakarta Running Festival demi kelancaran acara.

Anggaran Pembukaan Rekening Dipangkas Jadi Rp128 Triliun Menko Airlangga Ungkap. Foto Rmolalifia

Anggaran Pembukaan Rekening Dipangkas Jadi Rp1,28 Triliun, Menko Airlangga Ungkap Alasan Efisiensi

by Malang Today
October 23, 2026

Menko Airlangga pangkas anggaran pembukaan rekening jadi Rp1,28 triliun demi efisiensi anggaran dan dorong efektivitas program pemerintah.

Korlantas Polri Gelar Operasi Patuh Mulai 26 Oktober 2026

Korlantas Polri Gelar Operasi Patuh Mulai 26 Oktober 2026

by Malang Today
October 23, 2026

Korlantas Polri menggelar Operasi Patuh 2026 mulai 26 Oktober guna tingkatkan kedisiplinan berlalu lintas. Cek kelengkapan surat kendaraan Anda.

Situasi Memanas As Perintahkan Staf Diplomatik Non Darurat Tinggalkan Arab Saudi

Situasi Memanas, AS Perintahkan Staf Diplomatik Non-Darurat Tinggalkan Arab Saudi

by Xinhua News
October 23, 2026

AS perintahkan staf non-darurat tinggalkan Arab Saudi akibat potensi ancaman keamanan yang meningkat di kawasan Timur Tengah.

Universitas Pelita Harapan Tembus 5 Besar Perguruan Tinggi Swasta Terbaik

Universitas Pelita Harapan Tembus 5 Besar Perguruan Tinggi Swasta Terbaik Indonesia Versi THE WUR 2027

by Malang Today
October 23, 2026

Universitas Pelita Harapan sukses menembus jajaran 5 besar perguruan tinggi swasta terbaik di Indonesia versi ranking dunia THE WUR 2027.

Kabakom Tegaskan Kebijakan Ekonomi Prabowo Makin Inklusif Dorong Kenaikan Upah

Kabakom Tegaskan Kebijakan Ekonomi Prabowo Makin Inklusif Dorong Kenaikan Upah Buruh

by Malang Today
October 23, 2026

Kabakom sebut kebijakan ekonomi Prabowo makin inklusif usai upah buruh naik. Simak dampak positifnya bagi kesejahteraan pekerja di sini.

Rupiah Tetap Stabil Dan Terkendali Pascakeputusan Msci Bi Imbau Pasar

Rupiah Tetap Stabil dan Terkendali Pascakeputusan MSCI, BI Imbau Pasar Tak Panik

by Malang Today
October 23, 2026

Bank Indonesia memastikan nilai tukar rupiah tetap terkendali pasca-pengumuman MSCI berkat pasokan valas domestik dan intervensi yang kuat.

Bocah Down Syndrome Di Surabaya Meninggal Dunia Usai Dirundung Teman

Bocah Down Syndrome di Surabaya Meninggal Dunia Usai Dirundung Teman Sebaya

by BBC Indonesia
October 23, 2026

Seorang anak Down syndrome di Surabaya meninggal dunia diduga akibat dirundung teman sebaya, kepolisian kini usut tuntas kasus tragis ini.

Discussion about this post

Signaturee 2026 Badge
Signaturee Avatar
View this post on Instagram

A post shared by SIGNATUREÈ MUSIC FESTIVAL (@signaturee.festival)

Logo Square MLGTDY 1

CONTACT US

ABOUT US

EDITORIAL

CYBER MEDIA GUIDELINES

DISCLAIMER

Logo Square MLGTDY 1

CONTACT US

CYBER MEDIA GUIDELINES

ABOUT US

DISCLAIMER

EDITORIAL

9553
No Result
View All Result
  • Buy JNews
  • Place to gos

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.