Penyelenggaraan Expo Haji dan Umrah di Madiun Bukukan Transaksi Rp5,7 Miliar
Penyelenggaraan Expo Haji dan Umrah 2026 di Kota Madiun, Jawa Timur, berhasil mencatatkan nilai perputaran uang yang signifikan. Menteri Haji dan Umrah Republik Indonesia, Mochamad Irfan Yusuf, mengungkapkan bahwa transaksi ekonomi di dalam area pameran tersebut menembus angka Rp5,7 miliar.
Pernyataan tersebut disampaikan oleh pejabat yang akrab disapa Gus Irfan ini usai menghadiri kegiatan Sa’i Walk and Run di Stadion Wilis, Kota Madiun. Menurutnya, capaian ini menjadi bukti konkret besarnya potensi ekonomi nasional yang dapat digerakkan melalui ekosistem penyelenggaraan ibadah haji dan umrah.
“Laporan dari panitia, transaksi perputaran uang di dalam area pameran ini saja mencapai Rp5,7 miliar. Sementara perputaran yang di luar belum kita hitung, termasuk peningkatan okupansi hotel, transportasi, dan sektor lainnya,” ujar Gus Irfan.
Ajang pameran ini terselenggara berkat kolaborasi antara Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj), Pemerintah Kota Madiun, serta pihak perbankan regional guna memicu pertumbuhan ekonomi daerah.
Dorong Ekspor Produk Lokal dan Jalankan Amanat Presiden
Tidak hanya menggerakkan ekonomi domestik, agenda ini juga menjadi wadah perluasan pasar internasional melalui skema business matching. Pertemuan bisnis ini mempertemukan para pelaku usaha ekspor dari Indonesia dengan para importir asal Arab Saudi.
Dari hasil fasilitasi tersebut, telah disepakati sejumlah nota kesepahaman (MoU) untuk menyuplai produk-produk unggulan Indonesia ke pasar Arab Saudi. Langkah strategis ini diambil sebagai bentuk implementasi langsung dari arahan Kepala Negara.
“Dalam business matching kemarin, kita sudah ada MoU dengan beberapa eksportir dari sini maupun importir dari Saudi untuk mengirim barang-barang dari Indonesia. Ini adalah awal dari upaya kita untuk menjalankan amanat Presiden, di mana beliau ingin agar perputaran uang haji dan umrah sebagian bisa kembali ke Indonesia,” tutur Gus Irfan.
Guna meratakan dampak ekonomi bagi sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), Kemenhaj berencana memboyong rantaian kegiatan expo serupa ke sejumlah wilayah strategis lain di Indonesia, di antaranya Bali, Makassar, Yogyakarta, hingga Jawa Tengah.
Imbauan Fisik Prima Jemaah dan Progres Pembahasan BPIH
Di samping aspek ekonomi, Gus Irfan menyoroti pentingnya kesiapan fisik para calon jemaah haji menjelang musim keberangkatan. Seiring dengan telah dimulainya Kick Off Manasik Haji Akbar Nasional, jemaah diimbau memanfaatkan waktu persiapan yang tersisa sekitar tujuh hingga delapan bulan untuk menjaga dan meningkatkan kebugaran tubuh.
Sementara itu, terkait besaran Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH), Kemenhaj saat ini masih secara intensif melakukan pembahasan bersama Komisi VIII DPR RI. Penetapan biaya haji tersebut diprediksi akan rampung dalam waktu dekat.
Sejumlah variabel luar menjadi pertimbangan utama dalam penghitungan BPIH tahun ini, mulai dari penyesuaian regulasi internal di Arab Saudi, dinamika situasi geopolitik global yang memicu kenaikan biaya penerbangan, hingga penyesuaian tarif dari para vendor penyedia layanan di tanah suci.
“Insya Allah minggu depan kita putuskan dengan Komisi VIII. Kita sedang berdiskusi terus karena memang ada perubahan-perubahan kebijakan di Saudi, serta situasi geopolitik yang berimbas pada biaya penerbangan yang terpaksa harus naik, dan beberapa vendor di Saudi juga meminta perubahan harga,” pungkasnya.

Malang Today, lifestyle news and magazine platform that covers mix of Malang Society and Culture style with fresh and Update.











Discussion about this post