Partai National Rally (RN) mencatatkan sejarah baru dalam peta politik Prancis. Untuk pertama kalinya sejak berdiri, partai sayap kanan tersebut berhasil membentuk kaukus politik di Senat Prancis menyusul hasil pemilihan yang berlangsung pada Minggu (28/9).
Tonggak Sejarah Politik Sayap Kanan
Pemimpin RN, Marine Le Pen, menyambut positif capaian ini. Melalui akun media sosial pribadinya, calon presiden untuk pemilihan 2027 tersebut menyebut keberhasilan ini sebagai kemenangan bersejarah sekaligus tonggak penting bagi perjalanan partai dalam sistem legislatif Prancis.
Dalam upaya memperkuat posisi di majelis tinggi, RN memutuskan untuk menjalin koalisi dengan membentuk kaukus bersama Union des droites pour la Republique (UDR). UDR merupakan partai kecil yang dipimpin oleh Eric Ciotti, yang dikenal sebagai sekutu dekat RN.
Kekuatan Baru di Majelis Tinggi
Eric Ciotti mengungkapkan bahwa kaukus gabungan tersebut diperkirakan akan diisi oleh sekitar 15 senator. Langkah ini memenuhi syarat administratif Senat Prancis, di mana setiap kaukus diwajibkan memiliki minimal 10 anggota untuk dapat diakui secara resmi.
Pemilihan kali ini menjadi krusial karena melibatkan perebutan 178 dari total 348 kursi yang tersedia di Senat. Kehadiran kaukus baru ini menambah dinamika di majelis tinggi, yang selama ini memang didominasi oleh kelompok sayap kanan.
Dominasi Politik Tetap Terjaga
Meski terdapat perubahan komposisi, kelompok sayap kanan secara keseluruhan diprediksi tetap memegang kendali di Senat. Sejumlah laporan media setempat mengindikasikan bahwa Ketua Senat petahana, Gerard Larcher, kemungkinan besar akan kembali terpilih untuk memimpin lembaga tersebut dalam sidang yang dijadwalkan pada Kamis (1/10) mendatang.

Xinhuanet is a comprehensive service-oriented news information portal and the most influential online media in China











Discussion about this post