Guncangan gempa bumi kuat bermagnitudo 7,0 menerjang wilayah barat daya Tibet, China, pada Kamis (22/10/2026). Peristiwa bencana alam yang berpusat di wilayah dataran tinggi Nagqu (Naqyu) tersebut mengakibatkan sedikitnya 16 orang meninggal dunia dan 65 orang lainnya mengalami luka-luka. Gempa ini tercatat sebagai salah satu guncangan paling kuat yang menghantam wilayah Tiongkok dalam beberapa tahun terakhir.
Penyelamatan Darurat dan Evakuasi Massal
Menanggapi bencana tersebut, otoritas keamanan setempat bergerak cepat. Departemen Kepolisian Nagqu memobilisasi lebih dari 300 personel, mencakup unit polisi lalu lintas hingga polisi komunitas, menuju titik pusat gempa untuk memimpin operasi penyelamatan dan penyaluran bantuan darurat. Petugas menyisir pemukiman warga guna memeriksa tingkat kerusakan bangunan sekaligus memindahkan masyarakat ke area yang lebih aman.
Hingga Jumat (23/10/2026) pagi, proses evakuasi terus berlangsung intensif di tengah medan dataran tinggi. Berdasarkan data resmi pemerintah setempat, lebih dari 12.000 warga berhasil dievakuasi dari lokasi rawan bencana. Sejumlah rekaman visual menunjukkan para petugas bekerja mendistribusikan logistik bantuan serta memeriksa puing-puing bangunan menggunakan penerangan terbatas di tengah kegelapan malam.
Ratusan Gempa Susulan dan Kesaksian Penyintas
Aktivitas tektonik di wilayah tersebut dilaporkan masih sangat aktif. Lembaga pemantau mencatat telah terjadi lebih dari 400 kali gempa susulan pasca-guncangan utama. Kondisi ini memicu kepanikan warga yang sebagian besar trauma akan ancaman gempa susulan berintensitas tinggi.
Pengalaman mencekam disampaikan oleh sejumlah korban selamat. Yixi Cuomu, seorang warga Nagqu, menceritakan detik-detik saat gempa mengguncang kediamannya ketika ia tengah tertidur lelap. Dalam situasi panik, ia terpaksa berlari keluar rumah tanpa sempat mengenakan alas kaki sembari merasakan guncangan hebat yang membuat langkah kakinya gemetar.
Instruksi Penanganan Tinggi dari Pemerintah Pusat
Bencana ini mendapat perhatian langsung dari jajaran pimpinan tertinggi Tiongkok. Perdana Menteri China Li Qiang menginstruksikan seluruh instansi terkait untuk mengerahkan segala sumber daya dalam operasi penyelamatan dan penanganan medis darurat bagi korban luka-luka.
Selain fokus pada penanganan medis, pemerintah pusat memprioritaskan percepatan penyediaan tempat penampungan sementara serta merelokasi para pengungsi secara layak untuk menjamin kebutuhan dasar warga terdampak selama masa tanggap darurat.

Malang Today, lifestyle news and magazine platform that covers mix of Malang Society and Culture style with fresh and Update.











Discussion about this post