JAKARTA — Danantara Indonesia resmi merampungkan aksi korporasi strategis berupa penggabungan usaha (merger) empat perusahaan Manajer Investasi (MI) milik BUMN di bawah naungan PT Danantara Asset Management (DAM). Konsolidasi yang rampung pada akhir September 2026 ini melahirkan kekuatan baru di industri pasar modal domestik dengan total dana kelolaan (Asset Under Management/AUM) menembus angka lebih dari Rp143 triliun.
Dalam entitas baru ini, PT Mandiri Manajemen Investasi (MMI) ditunjuk sebagai perusahaan penerima penggabungan (surviving entity). Dengan demikian, seluruh aset, liabilitas, hak, dan kewajiban dari tiga entitas lainnya—yakni PT BNI Asset Management (BNIAM), PT BRI Manajemen Investasi (BRIMI), dan PT PNM Investment Management (PNMIM)—secara resmi beralih penuh ke dalam MMI.
Transformasi SDM dan Penyelarasan Budaya Kerja
Pasca-merger, Danantara tidak hanya berfokus pada pembengkakan skala aset, melainkan langsung tancap gas melakukan perombakan mendasar pada aspek tata kelola dan sumber daya manusia (SDM). Chief Operating Officer (COO) Danantara Indonesia, Dony Oskaria, menegaskan bahwa kunci keberhasilan konsolidasi ini terletak pada transformasi budaya kerja dan profesionalisme yang terukur.
“Peningkatan skala usaha harus berjalan beriringan dengan perubahan budaya kerja, penguatan kompetensi, serta peningkatan kinerja. Kami menerapkan evaluasi jabatan (job evaluation), penentuan bobot peran (job sizing), penyusunan matriks kompetensi, hingga penetapan kriteria jabatan yang jelas agar seluruh personel diperlakukan secara adil (fair),” ujar Dony.
Dony menambahkan, penyamaan prinsip, pola pikir (mindset), dan pemikiran strategis menjadi pondasi krusial dalam mengawal proses transformasi pasca-penggabungan. Hal ini penting untuk memastikan seluruh entitas bergerak menuju satu visi pertumbuhan yang sama tanpa hambatan kultural.
Ekspansi Pasar Ritel dan Institusi
Dengan integrasi basis nasabah yang sangat kuat, MMI hasil konsolidasi ini siap mengoptimalkan potensi pasar investasi ritel maupun institusi. Di segmen ritel, perusahaan akan memanfaatkan penetrasi pasar modal Indonesia yang kian masif, di mana jumlah Single Investor Identification (SID) nasional telah melampaui 30 juta SID.
Strategi pertumbuhan ritel akan difokuskan pada peluncuran produk-produk investasi tematik yang inovatif serta optimalisasi jaringan distribusi perbankan melalui ekspansi jaringan bank Himbara (Himpunan Bank Milik Negara). Sementara pada segmen institusi, MMI menargetkan perluasan basis investor lembaga dengan menghadirkan solusi pengelolaan portofolio yang lebih komprehensif dan terintegrasi.
Ambisi Menjadi Pemain Tingkat Global
Penggabungan keahlian, kapabilitas pengelolaan dana, dan jaringan distribusi dari empat mantan kompetitor BUMN ini diproyeksikan mampu mendongkrak daya saing MMI, tidak hanya di tingkat nasional tetapi juga di kancah regional dan global.
“Kami memiliki ambisi besar untuk membawa institusi ini menjadi global player. Dengan jangkauan distribusi yang sangat luas dan kapasitas dana kelolaan yang besar, tidak ada alasan bagi institusi manajer investasi nasional untuk tidak mampu bersaing dengan pemain-pemain asing,” tegas Dony.
Aksi konsolidasi raksasa ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi operasional, memperkuat standar pengelolaan investasi berbasis tata kelola yang baik (Good Corporate Governance), serta memberikan kontribusi signifikan terhadap pendalaman pasar keuangan di Indonesia.

Malang Today, lifestyle news and magazine platform that covers mix of Malang Society and Culture style with fresh and Update.











Discussion about this post