TANGERANG — Penguatan diplomasi perdagangan, inovasi, serta pembentukan ekosistem bisnis dari hulu ke hilir dinilai menjadi kunci utama dalam memperluas penetrasi produk nasional ke pasar global. Modal ekonomi Indonesia yang besar, mulai dari potensi sumber daya alam hingga keberadaan produk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), memerlukan strategi tata kelola yang profesional agar mampu bersaing di tingkat internasional.
Hal tersebut mengemuka dalam acara Closing Ceremony Trade Expo Indonesia (TEI) ke-41 Tahun 2026 yang berlangsung di Indonesian Convention Exhibition (ICE) BSD City, Kabupaten Tangerang, Banten, pada Minggu sore (18/10/2026). Dalam forum tersebut, ditegaskan bahwa potensi populasi yang mendekati 300 juta jiwa serta tingginya dinamika ekonomi digital dan kreatif harus diimbangi dengan keahlian khusus di bidang perdagangan.
Mengasah Insting Bisnis dan Diplomasi Dagang
Sektor perdagangan dinilai bukan sekadar aktivitas transaksi biasa, melainkan sebuah disiplin ilmu terintegrasi yang membutuhkan manajemen matang, pemahaman mendalam terhadap karakter pasar, serta teknik negosiasi yang adaptif. Para pelaku usaha beserta perwakilan perdagangan di luar negeri didorong untuk terus menumbuhkan insting bisnis guna membangun kerja sama bilateral maupun multilateral yang berkelanjutan.
Kemampuan diplomasi yang solid juga dianggap menjadi faktor krusial untuk menarik minat investasi asing. Meski memikat investor global memiliki tantangan tersendiri, peluang tersebut tetap terbuka lebar apabila para pelaku industri nasional mampu memahami mekanisme serta strategi bisnis internasional secara komprehensif.
Membangun Ekosistem Perdagangan Terintegrasi
Guna mengoptimalkan seluruh potensi ekonomi, kolaborasi dan koordinasi yang lebih intensif antarkementerian serta lembaga negara menjadi kebutuhan mendesak. Sektor-sektor strategis seperti industri manufaktur, UMKM, ekonomi kreatif, pariwisata, hingga hubungan luar negeri tidak lagi dapat berjalan secara terpisah, melainkan harus dipadukan dalam satu ekosistem perdagangan yang solid.
Sektor pangan menjadi salah satu contoh konkret yang memiliki daya saing tinggi di panggung dunia. Berbagai komoditas unggulan Indonesia—seperti kopi, daging, kina, vanili, hingga buah-buahan tropis seperti durian dan mangga—memerlukan penanganan profesional sejak tahap produksi di hulu hingga pemasaran di hilir. Integrasi proses ini penting untuk memastikan ketersediaan pasokan, standar kualitas, serta daya saing harga di pasar global.
Capaian Melampaui Target di TEI 2026
Penyelenggaraan TEI ke-41 Tahun 2026 mencatatkan kinerja positif dengan membukukan total nilai transaksi sebesar 22,94 miliar dolar AS (sekitar Rp414 triliun) selama lima hari pameran pada 14–18 Oktober 2026. Angka tersebut melampaui target awal yang ditetapkan sebesar 17,5 miliar dolar AS.
Capaian signifikan ini diharapkan menjadi pijakan kuat untuk penyelenggaraan TEI di masa mendatang. Penguatan jaringan bisnis, peningkatan kualitas produk, serta integrasi ekosistem perdagangan secara berkelanjutan dipandang sebagai langkah nyata dalam memperkokoh posisi Indonesia di tengah dinamika perekonomian global.

Malang Today, lifestyle news and magazine platform that covers mix of Malang Society and Culture style with fresh and Update.











Discussion about this post