Aksi lepas saham oleh investor asing menekan pergerakan Pasar Modal Indonesia secara signifikan pada perdagangan sesi I, Jumat (16/10/2026). Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), pemodal luar negeri mencatatkan aksi jual bersih (net sell) fantastis mencapai Rp 2,92 triliun. Tekanan jual skala besar ini berpusat pada tiga saham perbankan berkapitalisasi pasar jumbo (big cap), yakni PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI), dan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI).
Tekanan Masif Hantam Saham BBCA
Saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) menjadi sasaran utama pelepasan portofolio oleh investor asing. Di pasar reguler, arus modal keluar dari saham perbankan swasta terbesar di Indonesia ini menyentuh angka Rp 1,98 triliun pada penutupan sesi I, dengan volume penjualan mencapai 379,7 juta saham.
Gempuran aksi jual tersebut memicu koreksi tajam pada harga saham BBCA yang anjlok hingga 13,9% ke level Rp 5.225 per lembar saham. Penurunan drastis ini memperpanjang tren negatif emiten berkode BBCA tersebut, di mana dalam kurun waktu sebulan terakhir harganya telah merosot 18,3%. Secara akumulatif sepanjang tahun berjalan (year-to-date/ytd), kinerja saham BBCA mencatatkan penurunan hingga 35,2%. Total nilai transaksi saham BBCA di papan perdagangan tercatat sangat masif, menembus Rp 5.319 triliun dari 1.018 miliar saham yang ditransaksikan dalam 130,5 ribu kali frekuensi.
Gelombang Obral Terjadi pada Saham BBRI dan BMRI
Kondisi serupa terjadi pada saham bank milik negara, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI). Pemodal asing mencatatkan nilai net sell sebesar Rp 630,9 miliar dengan volume transaksi sebanyak 230,5 juta saham di pasar reguler pada sesi pertama perdagangan.
Akibatnya, harga saham BBRI terkoreksi dalam sebesar 12,2% menuju posisi Rp 2,720. Catatan ini menambah laju penurunan harganya menjadi 18,07% dalam sebulan terakhir, serta memperlebar pelemahan sebesar 25,6% secara year-to-date. Aktivitas transaksi saham BBRI di pasar mencapai nilai Rp 1,917 triliun dengan frekuensi 131,2 ribu kali perdagangan melibatkan 700,5 juta saham.
Tidak ketinggalan, saham PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) turut mengalami tekanan akibat manuver lepas saham oleh asing yang membukukan net sell senilai Rp 485 miliar. Volume penjualan asing pada saham emiten pelat merah ini mencapai 134,5 juta saham.
Tekanan tersebut menyeret harga saham BMRI melemah 8,5% ke level Rp 3.640. Secara bulanan, pergerakan saham BMRI mencatatkan penurunan sebesar 16,1%, sedangkan sepanjang tahun berjalan melorot 28,6%. Data perdagangan mencatat nilai transaksi saham BMRI mencapai Rp 1,423 triliun dengan volume 394,9 juta saham yang diperdagangkan sebanyak 87,35 ribu kali frekuensi.
Pelepasan saham secara serentak pada sektor perbankan kelas berat ini mencerminkan dinamika kehati-hatian investor global dalam merespons ketidakpastian pasar finansial, yang sekaligus membentangkan tantangan bagi laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).

Malang Today, lifestyle news and magazine platform that covers mix of Malang Society and Culture style with fresh and Update.











Discussion about this post