Peta persaingan konglomerat teratas di Indonesia kembali mengalami pergeseran signifikan. Pendiri perusahaan tambang batubara PT Bayan Resources Tbk (BYAN), Low Tuck Kwong, harus merela posisi puncaknya dan terpelanting ke peringkat ketiga dalam daftar orang terkaya di Tanah Air. Penurunan takhta ini dipicu oleh depresiasi harga saham emiten berkode BYAN serta aksi korporasi pelepasan kepemilikan saham dalam jumlah besar.
Berdasarkan data The Real Time Billionaires List dari Forbes, nilai kekayaan bersih Low Tuck Kwong tercatat menguap sebesar US$ 120 juta atau sekitar Rp 2,1 triliun (turun 1,09%). Kondisi tersebut mengoreksi total nilai kekayaan bersihnya menjadi US$ 10,9 miliar, atau setara dengan Rp 195 triliun.
Tekanan Saham BYAN dan Aksi Akuisisi Haji Isam
Kemuakan nilai kapitalisasi pasar PT Bayan Resources Tbk (BYAN) di Bursa Efek Indonesia (BEI) menjadi faktor utama tergerusnya pundi-pundi kekayaan Low Tuck Kwong. Pada penutupan perdagangan saham, harga saham BYAN terkikis 1,7% ke posisi Rp 11.100 per saham, memperpanjang tren koreksi hingga 9,5% dalam kurun waktu satu pekan terakhir.
Selain faktor dinamika pasar saham, posisi kekayaan Low Tuck Kwong terindikasi terus mengalami perubahan seiring berjalannya aksi korporasi strategis. Konglomerat asal Kalimantan, Andi Syamsuddin Arsyad alias Haji Isam, melalui bendera PT Jhonlin Baratama, resmi mengakulasi 30,25% saham BYAN. Nilai akuisisi jumbo tersebut diperkirakan mencapai Rp 26,1 triliun atau setara US$ 1,45 miliar.
Pasca-transaksi pelepasan porsi saham tersebut, porsi kepemilikan saham langsung Low Tuck Kwong di BYAN kini tersisa sebesar 9,95%, sementara putrinya, Elaine Low, memegang kepemilikan sebesar 22,05%. Di sisi lain, Low Tuck Kwong sempat melakukan aksi taktis dengan serok saham BYAN sebanyak 500 juta lembar saham di harga Rp 11.200 per saham dengan total nilai transaksi mencapai Rp 5,6 miliar.
Peta Baru 10 Konglomerat Terkaya di Indonesia
Dengan bergesernya posisi Low Tuck Kwong, mahkota orang terkaya di Indonesia kini kembali dipegang oleh Robert Budi Hartono. Bos Djarum Group yang mengendalikan emiten perbankan raksasa PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) tersebut memimpin dengan estimasi kekayaan bersih mencapai US$ 15,4 miliar (sekitar Rp 275,6 triliun).
Menempel ketat di posisi kedua adalah raja petrokimia dan energi, Prajogo Pangestu. Pendiri Barito Pacific Group ini mengantongi nilai kekayaan bersih sebesar US$ 13,1 miliar atau setara Rp 234,4 triliun.
Berikut adalah daftar lengkap 10 orang terkaya di Indonesia berdasarkan kalkulasi Forbes Real Time Billionaires:
- Robert Budi Hartono: US$ 15,4 miliar (Rp 275,6 triliun)
- Prajogo Pangestu: US$ 13,1 miliar (Rp 234,4 triliun)
- Low Tuck Kwong: US$ 10,9 miliar (Rp 195 triliun)
- Anthoni Salim: US$ 10,4 miliar (Rp 186,1 triliun)
- Tahir & keluarga: US$ 9,4 miliar (Rp 168,2 triliun)
- Sri Prakash Lohia: US$ 8,6 miliar (Rp 153,9 triliun)
- Otto Toto Sugiri: US$ 7,9 miliar (Rp 141,39 triliun)
- Marina Budiman: US$ 5,6 miliar (Rp 100,2 triliun)
- TP Rachmat: US$ 4,5 miliar (Rp 80,5 triliun)
- Lim Hariyanto Wijaya Sarwono: US$ 4,4 miliar (Rp 78,7 triliun)
Dinamika harga komoditas global, pergerakan IHSG, serta transaksi saham strategis diperkirakan masih akan terus bervariasi dan memengaruhi komposisi kekayaan para taipan teratas Indonesia dalam jangka pendek maupun menengah.

Malang Today, lifestyle news and magazine platform that covers mix of Malang Society and Culture style with fresh and Update.











Discussion about this post