Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam), Jenderal TNI (Purn) Dudung Abdurachman, memastikan bahwa kondisi stabilitas politik dan keamanan nasional pasca-transisi kepemimpinan berada dalam taraf yang sangat kondusif. Pemerintah bersama jajaran jajaran aparat keamanan terus memperketat koordinasi dari tingkat pusat hingga daerah guna menjamin roda pemerintahan dan program prioritas nasional berjalan tanpa hambatan.
Kepastian tersebut disampaikan Dudung saat memberikan keterangan pers di Kantor Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Jakarta. Mantan Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) itu menilai dinamika panggung politik tanah air saat ini tetap terkendali dan berada dalam koridor yang sejuk.
“Saya lihat situasi kondisi politik saat ini adem ayem, artinya kondusif. Kita juga berkoordinasi secara langsung kepada aparat-aparat terkait, termasuk memantau situasi di wilayah,” ujar Dudung.
Konsolidasi Antar-Tokoh dan Strategi Merangkul Parpol
Langkah penguatan stabilitas ini dilakukan secara intensif pasca-serah terima jabatan Menko Polkam dari Jenderal TNI (Purn) Djamari Chaniago. Dudung menegaskan, Kemenko Polkam berfokus pada efektivitas koordinasi dan sinkronisasi lintas lembaga demi memetakan serta mengantisipasi berbagai potensi dinamika di masyarakat.
Sebagai bagian dari langkah preventif, Dudung menjadwalkan agenda silaturahmi politik atau sowan ke sejumlah pimpinan partai politik. Pendekatan persuasif ini diambil guna memastikan ruang publik tetap sejuk meski diwarnai berbagai perdebatan wacana dan isu hukum, seperti perbincangan gugatan di Mahkamah Konstitusi (MK) yang marak di media sosial.
“Presiden Prabowo Subianto memberikan arahan khusus mengenai pentingnya menjaga situasi kondisi tetap terkendali. Stabilitas politik dan keamanan adalah kunci agar program prioritas pemerintah dapat terealisasi. Apapun dinamikanya, kita harus tetap menjaga keutuhan, persatuan, dan kesatuan nasional,” tegasnya.
Keharmonisan Elit dan Kondusivitas Parlemen
Indikator kondusifnya iklim politik nasional juga tercermin dari kuatnya silaturahmi antar-tokoh bangsa. Rekonsiliasi dan keakraban ditunjukkan melalui pertemuan hangat antara Presiden Prabowo Subianto dan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri di Jakarta, yang dinilai banyak pihak membawa dampak pendingin pada tensi politik nasional.
Momen kebersamaan juga terlihat dalam peringatan Hari Kesaktian Pancasila, di mana Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Presiden ke-7 RI Joko Widodo hadir berdampingan bersama para pimpinan lembaga tinggi negara.
Di ranah legislatif, stabilitas juga terjaga lewat pendekatan inklusif yang diterapkan pimpinan DPR RI. Salah satunya ditunjukkan oleh Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad yang merangkul seluruh fraksi partai politik dalam pembahasan Rancangan Undang-Undang (RUU) Pemilu.
Kondisi harmonis di tingkat elit politik ini berbanding lurus dengan situasi di ruang publik. Penyampaian aspirasi masyarakat di jalanan, seperti penyampaian pendapat oleh asosiasi buruh terkait RUU Ketenagakerjaan di gedung parlemen, terbukti berlangsung secara damai, tertib, dan matang secara demokratis.

Malang Today, lifestyle news and magazine platform that covers mix of Malang Society and Culture style with fresh and Update.











Discussion about this post