Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali menunjukkan taji dengan mencatatkan penguatan selama dua sesi berturut-turut pada perdagangan Selasa pagi. Sentimen positif domestik yang dipicu oleh rencana guyuran stimulus baru dari pemerintah pada kuartal keempat berhasil menjadi motor penggerak utama. Stimulus ini sukses meredam dampak dari pergerakan bursa regional Asia yang cenderung bervariasi.
Pada awal perdagangan, IHSG terapresiasi sebesar 27 poin atau menguat 0,33 persen ke level 6.145. Indeks bergerak aktif dalam rentang konsolidasi yang cukup rapat antara level 6.134 hingga 6.146.
Aktivitas transaksi di lantai bursa langsung menggeliat sesaat setelah bel pembukaan berbunyi. Sebanyak 7,34 miliar lembar saham berpindah tangan dalam menit-menit pertama perdagangan, dengan nilai transaksi mencapai Rp 521,21 miliar dari 61.719 kali frekuensi transaksi. Kekuatan pasar terpantau cukup solid dengan 280 saham bergerak di zona hijau, 143 saham terkoreksi, dan 236 saham lainnya jalan di tempat.
Stimulus Jumbo Kuartal IV Penjaga Daya Beli
Analis dari Phintraco Sekuritas menyebutkan bahwa katalis utama yang memicu optimisme investor domestik adalah rencana pemerintah mengalokasikan anggaran stimulus ekonomi hingga Rp 31 triliun pada kuartal keempat tahun 2026. Langkah strategis ini dirancang untuk memperkuat fundamental ekonomi nasional melalui tiga pilar utama: menjaga daya beli masyarakat, memperluas lapangan kerja, serta menjaga keberlangsungan dunia usaha.
Sebagai langkah awal, pemerintah akan menggelontorkan dana sebesar Rp 1,28 triliun yang dialokasikan khusus untuk program pembukaan rekening bank bagi warga negara berusia di atas 17 tahun yang berada dalam kategori desil pendapatan empat terbawah.
Selain itu, untuk menjaga stabilitas konsumsi rumah tangga, pemerintah juga menyiapkan anggaran bantuan pangan sebesar Rp 17,5 triliun—termasuk penyaluran bantuan beras 10 kilogram—serta alokasi subsidi upah bagi pekerja senilai Rp 12 triliun.
Proyeksi Kebijakan 2027: Insentif Pajak hingga Subsidi Properti
Komitmen pemerintah dalam menjaga momentum pertumbuhan diproyeksikan akan terus berlanjut hingga tahun berikutnya. Pada tahun 2027, pemerintah berencana melanjutkan program magang yang menyasar 150.000 peserta serta program pelatihan vokasi untuk 300.000 tenaga kerja.
Dari sisi kebijakan fiskal, pemerintah akan memperluas relaksasi Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 21 ditanggung pemerintah untuk pekerja dengan penghasilan di bawah Rp 10 juta per bulan di semua sektor industri. Kebijakan ini diperkirakan akan memberikan dampak positif langsung kepada sekitar 7,5 million pekerja di tanah air.
Sektor properti juga mendapatkan angin segar dengan perpanjangan insentif Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) hingga tahun 2027. Insentif ini berlaku penuh untuk hunian dengan harga maksimal Rp 2 miliar, serta diskon PPN untuk Rp 2 miliar pertama pada hunian yang dibanderol hingga Rp 5 miliar.
Tidak hanya itu, skema pembiayaan perumahan juga semakin dipermudah. Pemerintah tengah mematangkan program Kredit Pemilikan Rumah (KPR) bersubsidi dengan suku bunga tetap 6 persen bagi masyarakat berpenghasilan tetap sekitar Rp 17 juta per bulan, khusus untuk pembelian hunian dengan harga maksimal Rp 500 juta.
Sentimen Global dan Pergerakan Bursa Regional
Laju positif IHSG pagi ini juga mendapat sokongan dari sentimen global. Analis Kiwoom Sekuritas Indonesia menilai, performa apik bursa Wall Street yang ditutup menguat pada perdagangan Senin malam turut memberikan rasa aman bagi investor di pasar negara berkembang. Reli saham-saham teknologi berkapitalisasi besar di bursa AS berhasil meredam kekhawatiran pasar terhadap lonjakan harga minyak mentah dunia dan kenaikan imbal hasil (yield) obligasi.
Di New York, indeks S&P 500 tercatat menguat 0,66 persen, sementara Nasdaq 100 melonjak 1,05 persen ke rekor tertinggi baru di level 27.477. Indeks Dow Jones Industrial Average juga ditutup menguat tipis dengan tambahan 91 poin.
Hingga pukul 09.15 WIB, pergerakan bursa saham di kawasan Asia terpantau bervariasi. Indeks Nikkei 225 di Tokyo menguat 0,36 persen dan indeks Hang Seng di Hong Kong terapresiasi 0,71 persen. Sebaliknya, indeks Kospi di Seoul melemah 0,27 persen. Sementara itu, pasar saham di China daratan masih ditutup rapat memperingati hari libur nasional Golden Week.

Malang Today, lifestyle news and magazine platform that covers mix of Malang Society and Culture style with fresh and Update.











Discussion about this post