Langkah Nelayan Ternate Menembus Dinginnya Negeri Beruang Merah
Dua nelayan asal Ternate, Maluku Utara, Nurdjan Soleman (67) dan Nasrun Masraoly (48), mengukir kisah unik saat terbang ribuan kilometer menuju Rusia. Bersama delegasi jurnalis asal Indonesia, keduanya bertolak dari Jakarta pada Jumat (25/9/2026) untuk mewakili Indonesia dalam ajang IV International Fishing Tournament yang diselenggarakan oleh BUMN energi nuklir Rusia, Rosatom State Atomic Energy Corporation.
Kompetisi internasional yang berlangsung pada 28–29 September 2026 tersebut digelar di Distrik Udomlya, Wilayah Tver. Turnamen ini diikuti oleh 22 pemancing serta 28 jurnalis dan pakar dari 11 negara mitra Rosatom, seperti Bangladesh, Belarus, Hongaria, Vietnam, Mesir, India, Malaysia, Turki, Uzbekistan, hingga Afrika Selatan. Kehadiran para peserta asal Indonesia menjadi warna tersendiri dalam kejuaraan yang mempertemukan berbagai negara pemanfaat dan calon pengguna teknologi nuklir tersebut.
Dari Samudra Pasifik ke Danau Pembangkit Nuklir
Bagi Nurdjan dan Nasrun, perjalanan ini tidak hanya menguji ketangguhan fisik tetapi juga menjadi ajang adaptasi budaya. Keduanya belum pernah bepergian ke luar negeri, tidak menguasai bahasa Inggris, dan mengaku sempat dibuat bingung oleh sistem mata uang hingga kendala teknologi saat mengurus paspor dan visa.
Nurdjan, seorang purnatugas Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang memahami latar kelistrikan, menyambut antusias kesempatan langka ini. Ia menuturkan keheranannya saat berpindah dari kebiasaan melaut di perairan terbuka ke sebuah danau yang berfungsi sebagai penopang energi kawasan. Lomba memancing tersebut dipusatkan di Danau Kalinin NPP, yang merupakan sumber air utama bagi Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) Kalinin.
Sementara itu, Nasrun, yang lahir dari keluarga nelayan lintas generasi dan kini mengoperasikan kapal ikannya sendiri di Ternate, mengungkapkan rasa bangganya dapat mewakili bangsa di tingkat global. Perjalanan menyeberangi benua ini menjadi pengalaman pertama yang mengubah ruang lingkup jalurnya yang biasa berlayar di perairan Indonesia timur.
Perjalanan 24 Jam dan Kesan Pertama di Kota Moskow
Rombongan Indonesia menempuh waktu tempuh sekitar 24 jam dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta menuju Moskow, termasuk masa transit selama sembilan jam di Bandara Zayed, Abu Dhabi. Setibanya di Bandara Internasional Sheremetyevo, rombongan dijemput menggunakan bus menuju pusat kota dan menginap di Artcourt Moscow Center yang berlokasi tak jauh dari kawasan bersejarah Lapangan Merah (Red Square) dan Kremlin.
Di balik dinginnya udara malam Moskow, kemacetan lalu lintas kota tersebut sempat memancing seloroh dari para peserta yang merasa atmosfer jalanannya tak jauh beda dari Jakarta. Selain mengikuti agenda kompetisi di Udomlya, para peserta juga dijadwalkan mengunjungi sejumlah pusat kebudayaan dan edukasi, termasuk Museum Atom dan pemukiman lokal untuk mengenal instrumen musik tradisional Rusia, balalaika.
Tantangan Akses Komunikasi dan Jumpa Penerjemah Lokal
Setibanya di akomodasi, delegasi Indonesia sempat menghadapi kendala teknis terkait keterbatasan akses komunikasi. Pembatasan jaringan seluler lokal serta konfigurasi akses internet di Rusia membuat jaringan data yang telah disiapkan dari Tanah Air tidak berfungsi maksimal, sehingga komunikasi bergantung pada fasilitas Wi-Fi terbatas dan aplikasi jaringan privat (VPN).
Hambatan bahasa yang sempat membingungkan para peserta akhirnya teratasi saat rombongan bertemu dengan Karen (21), seorang pemuda lokal keturunan Armenia yang bertindak sebagai penerjemah pendamping dari Rosatom. Karen, yang merupakan lulusan Institut Negara-Negara Asia dan Afrika dari Universitas Negeri Moskow, mahir berbahasa Indonesia dan mengenal karya-karya sastra klasik Indonesia, termasuk novel karya Pramoedya Ananta Toer. Kehadiran pemandu lokal tersebut memperlancar komunikasi delegasi Indonesia selama menjalani rangkaian kegiatan di Negeri Beruang Merah.

Malang Today, lifestyle news and magazine platform that covers mix of Malang Society and Culture style with fresh and Update.











Discussion about this post