Ratusan warga dari berbagai kalangan memadati Dermaga Ex-Presiden, Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, untuk menyaksikan secara langsung ketangguhan kapal perang milik Armada Pasifik Angkatan Laut Rusia pada Jumat (2/10/2026). Antusiasme publik membuncah saat Kedutaan Besar Rusia menggelar agenda open ship sebagai bagian dari rangkaian misi diplomasi pertahanan dan mempererat hubungan bilateral antara Indonesia dan Rusia.
Masyarakat yang hadir, mulai dari pelajar, mahasiswa, hingga insan media, memanfaatkan kesempatan langka tersebut untuk menjelajahi alutsista modern sekaligus berinteraksi dan berswafoto dengan para kru kapal. Ketibaan armada militer dari Negeri Beruang Merah ini menjadi daya tarik tersendiri bagi warga yang penasaran dengan perkembangan teknologi pertahanan maritim global.
Misi Perdamaian dan Latihan Bersama
Dalam persinggahan di Jakarta yang berlangsung sejak 30 September hingga 4 Oktober 2026, Rusia mengerahkan tiga kapal dari Armada Pasifik setelah menempuh pelayaran selama 20 hari dari Vladivostok. Dua kapal perang utama yang dibuka untuk umum yakni kapal perusak anti-kapal selam RFS Admiral Tributs (564) dan kapal fregat RFS Marshal Shaposhnikov (543), dengan didukung kapal tanker logistik Pechenga.
Duta Besar Rusia untuk Indonesia, Sergei Tolchenov, menegaskan bahwa kehadiran armada militer ini membawa pesan perdamaian dan bertujuan memperkuat sinergi pertahanan di kawasan. Ia membantah armada tersebut ditujukan untuk memicu ketegangan geopolitik.
“Kami mengembangkan Angkatan Laut Rusia bukan untuk melawan negara manapun, bukan pula untuk terlibat dalam kompetisi atau perlombaan senjata di kawasan Pasifik ini,” tegas Dubes Tolchenov dalam sambutannya.
Ia menambahkan, modernisasi kekuatan laut Rusia difokuskan untuk menjaga kedaulatan nasional sekaligus memperluas kolaborasi produktif dengan negara-negara sahabat. Rangkaian kegiatan di Jakarta juga mencakup latihan manuver dan komunikasi gabungan antara TNI Angkatan Laut dan AL Rusia, pertemuan antarperwira, serta pertandingan olahraga persahabatan guna meningkatkan koordinasi operasional dan mencegah risiko insiden maritim.
Memperkuat Hubungan Antarmasyarakat
Sementara itu, Komandan Detasemen Kapal Armada Pasifik Rusia, Laksamana Muda Evgeny Myasoedov, mengapresiasi sambutan hangat dari masyarakat Indonesia. Menurutnya, respons positif dari warga lokal mencerminkan keberhasilan pendekatan diplomasi berbasis hubungan antarmasyarakat (people-to-people contact).
“Agenda kami tidak hanya mencakup unjuk kemampuan kapal bagi masyarakat Indonesia, tetapi juga pertukaran profesional dengan personel angkatan laut, kegiatan budaya, serta pengenalan terhadap berbagai objek wisata dan tradisi,” ujar Myasoedov.
Ia menilai pertukaran sosial dan budaya ini menjadi pilar penting dalam membangun jembatan diplomasi yang kokoh serta memperdalam kemitraan maritim strategis di masa depan. Setelah menyelesaikan seluruh agenda diplomasi dan latihan bersama di Jakarta, detasemen Armada Pasifik Rusia dijadwalkan melanjutkan pelayaran operasionalnya menuju George Town, Malaysia.

Malang Today, lifestyle news and magazine platform that covers mix of Malang Society and Culture style with fresh and Update.











Discussion about this post