Ratusan Kader Hadiri Milad ke-81 dan Sidang Dewan Organisasi Gerakan Pemuda Islam di Bogor
BOGOR — Ratusan kader dan pengurus Gerakan Pemuda Islam (GPI) dari berbagai penjuru Indonesia berkumpul di Gedung Kodim 0606 Kota Bogor untuk menghadiri pembukaan rangkaian Milad ke-81 dan Sidang Dewan Organisasi GPI. Agenda nasional ini menjadi momentum krusial bagi organisasi pemuda Islam tertua tersebut dalam memperkuat konsolidasi internal sekaligus merespons dinamika pembangunan nasional.
Pembukaan resmi kegiatan tersebut ditandai dengan sambutan dari Sekretaris Dewan Penasihat PP GPI yang juga menjabat sebagai Staf Khusus Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agust Jovan Latuconsina. Acara ini turut dihadiri jajaran pimpinan pusat, di antaranya Ketua Umum PP GPI Khoirul Amin dan Sekretaris Jenderal PP GPI Fery Dermawan, bersama seluruh jajaran Pimpinan Wilayah (PW) dan Pimpinan Daerah (PD) se-Indonesia.
Refleksi dan Tantangan Pemuda Islam di Era Pembangunan
Dalam pengarahannya, Agust Jovan Latuconsina menekankan pentingnya usia ke-81 tahun sebagai ajang kontemplasi bagi seluruh elemen organisasi. Menurutnya, pemuda Islam hari ini dihadapkan pada disrupsi sosial dan tuntutan untuk berkontribusi nyata dalam pembangunan nasional.
“Momentum milad menjadi bagian penting bagi organisasi untuk melakukan refleksi terhadap perjalanan GPI sekaligus melihat tantangan yang dihadapi pemuda Islam di tengah perkembangan sosial dan pembangunan nasional,” ujar Agust Jovan.
Sejumlah tokoh lintas sektor turut hadir memberikan dukungan, antara lain Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim, Wakil Ketua Dewan Syuro PP GPI KH. Sayyid Hamidan, Komandan Kodim 0606 Kota Bogor Kolonel Kav. Gan Gan Rusgandara, serta Pimpinan Baznas RI Bidang Mobilisasi dan Pengumpulan Rizaludin Kurniawan.
Peran Strategis GPI dalam Mencetak SDM Berkualitas
Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, menyampaikan apresiasi atas dipilihnya Kota Bogor sebagai pusat penyelenggaraan agenda bersejarah ini. Dedie menggarisbawahi rekam jejak panjang GPI dan mendorong organisasi ini untuk terus fokus pada penguatan kapasitas generasi muda.
“Sebagai organisasi pemuda Islam yang telah memiliki perjalanan panjang, GPI diharapkan turut mengambil bagian dalam mempersiapkan generasi muda yang berkualitas, memiliki kapasitas kepemimpinan, serta mampu memberikan kontribusi bagi masyarakat dan bangsa,” tutur Dedie.
Ia menambahkan bahwa wadah kepemudaan memiliki posisi tawar yang sangat strategis dalam mencetak sumber daya manusia (SDM) unggul melalui pola kaderisasi yang terstruktur, pendidikan karakter, serta aksi pengabdian sosial secara berkelanjutan.
Penguatan Dakwah, Keilmuan, dan Pemberdayaan Ekonomi Umat
Dari sudut pandang keagamaan, Wakil Ketua Dewan Syuro PP GPI KH. Sayyid Hamidan mengingatkan pentingnya menjaga relevansi perjuangan pemuda Islam melalui peningkatan kapasitas keilmuan dan dakwah yang merangkul.
Sementara itu, Pimpinan Baznas RI Rizaludin Kurniawan menyoroti potensi ekonomi keumatan. Ia mengajak kader GPI untuk tidak sekadar melihat zakat sebagai ritual ibadah, melainkan sebagai instrumen transformasi sosial dan pengentasan kemiskinan.
“Kami mendorong kader GPI untuk mengambil bagian dalam memperkuat ekosistem zakat melalui dakwah, edukasi, literasi, penghimpunan, serta pemberdayaan masyarakat,” kata Rizaludin, menegaskan pentingnya kolaborasi pemuda dalam menggerakkan roda kesejahteraan umat.

Malang Today, lifestyle news and magazine platform that covers mix of Malang Society and Culture style with fresh and Update.











Discussion about this post