WASHINGTON D.C. — Bursa saham Amerika Serikat (AS), Wall Street, berhasil menutup perdagangan akhir pekan dengan menguat signifikan pada Jumat (2/10/2026) waktu setempat. Lonjakan indeks utama dipicu oleh rilis data tenaga kerja AS yang melambat, sehingga memperkuat ekspektasi investor bahwa The Federal Reserve (The Fed) akan menahan atau melonggarkan kebijakan suku bunga acuan mereka.
Pada penutupan perdagangan, indeks Dow Jones Industrial Average tercatat menguat 0,49 persen ke level 51.176,96. Hasil positif juga diikuti oleh indeks S&P 500 yang bertambah 0,73 persen menuju posisi 7.722,72, serta indeks berbasis teknologi Nasdaq Composite yang memimpin penguatan dengan melonjak 1,19 persen hingga menyentuh level 27.190,86.
Sektor Teknologi dan Saham Berkapitalisasi Besar Jadi Pendorong Utama
Penguatan pasar saham di penghujung pekan ini didorong oleh aksi beli pada saham-saham berkapitalisasi besar (big tech). Raksasa produsen chip, Nvidia, mencatatkan kenaikan harga saham sebesar 1,3 persen. Sementara itu, saham produsen kendaraan listrik Tesla melonjak drastis hingga 4,7 persen, sekaligus menjadi salah satu penopang utama lonjakan indeks S&P 500.
Secara sektoral, kelompok saham kebutuhan sekunder (consumer discretionary) tampil sebagai sektor dengan performa terbaik setelah mencatatkan kenaikan sebesar 1,4 persen. Di sisi lain, saham-saham yang sensitif terhadap pergerakan suku bunga juga menunjukkan tren positif. Indeks real estat S&P 500 menguat 0,4 persen, dan indeks Russell 2000—yang mengukur kinerja saham-saham berkapitalisasi kecil—melonjak 0,9 persen, menandai performa harian terbaiknya dalam kurun waktu satu bulan terakhir.
Data Tenaga Kerja Melambat, Prospek Kenaikan Suku Bunga Meredup
Sentimen positif pasar modal hari ini bersumber langsung dari laporan ketenagakerjaan resmi yang dirilis oleh Departemen Tenaga Kerja AS. Laporan tersebut mencatat penambahan lapangan kerja nonpertanian (nonfarm payrolls) periode September hanya mencapai 29.000 posisi. Angka ini berada jauh di bawah estimasi para ekonom yang memproyeksikan pertumbuhan sebesar 90.000 pekerjaan. Selain itu, data ketenagakerjaan untuk dua bulan sebelumnya turut mengalami revisi ke bawah.
Laporan pasar kerja yang melemah tersebut meredam kekhawatiran para pelaku pasar terkait potensi pengetatan moneter lebih lanjut. Berdasarkan kalkulasi perangkat CME FedWatch, probabilitas kenaikan suku bunga The Fed sebesar 25 basis poin pada pertemuan akhir Oktober menyusut drastis menjadi 22,7 persen. Angka ini turun dari posisi 24,4 persen pada hari sebelumnya, dan merosot tajam jika dibandingkan pekan lalu yang sempat menyentuh angka 64,2 persen.
Rapor Mingguan Bervariasi dan Tekanan Saham Nike
Meski mengakhiri pekan dengan performa cemerlang, pergerakan indeks utama Wall Street sepanjang pekan ini secara umum masih menunjukkan hasil yang bervariasi. Indeks S&P 500 secara akumulatif terkoreksi tipis 0,27 persen dalam sepekan, sedangkan Dow Jones melemah 1,26 persen yang mengonfirmasi penurunan mingguan keempat dalam lima pekan terakhir. Sebaliknya, Nasdaq masih mampu membukukan kenaikan harian dan mingguan sebesar 0,45 persen, sekaligus mempertahankan tren positifnya selama lima pekan dari enam pekan terakhir.
Di jajaran saham individual, tekanan besar menimpa Nike yang menjadi pemicu utama tertahannya laju indeks Dow Jones. Saham produsen perlengkapan olahraga ini merosot hingga 3,6 persen setelah manajemen mengeluarkan peringatan terkait penurunan permintaan konsumen di pasar China serta memangkas proyeksi pendapatan tahunannya.

Malang Today, lifestyle news and magazine platform that covers mix of Malang Society and Culture style with fresh and Update.











Discussion about this post