Perkuat Karakter Santri, Gubernur Khofifah Inisiasi Gerakan “Sedekah Oksigen” di PPSN VI Malang
KABUPATEN MALANG — Gelaran Perkemahan Pramuka Santri Nusantara (PPSN) VI Tahun 2026 di Kabupaten Malang tidak hanya menjadi ajang silaturahmi ribuan santri se-Indonesia, tetapi juga momentum penting untuk menguatkan kepedulian lingkungan. Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mendorong seluruh peserta perkemahan untuk terlibat aktif dalam gerakan penanaman pohon masif sebagai bagian dari pembentukan karakter santri yang berwawasan lingkungan.
Dukungan tersebut disampaikan Khofifah saat mendampingi Menteri Agama RI Nasaruddin Umar dalam pembukaan PPSN VI yang berlangsung semarak di Pondok Pesantren Wisata An-Nur II Al Murtadlo, Bululawang, Kabupaten Malang, Kamis (1/10/2026) malam. Di hadapan ribuan santri, Khofifah menekankan pentingnya aksi nyata untuk menjaga kelestarian alam Malang Raya dan Jawa Timur pada umumnya.
Komitmen Sediakan Ribuan Bibit Pohon Sesuai Jumlah Peserta
Sebagai wujud komitmen Pemprov Jatim, Khofifah menyatakan siap menyediakan bibit pohon yang jumlahnya disesuaikan secara presisi dengan total seluruh peserta dan panitia PPSN VI. Saat ini, tercatat tak kurang dari 4.500 santri dari Jawa Timur serta 33 provinsi lainnya di Indonesia hadir memadati bumi perkemahan An-Nur II.
“Kalau pesertanya 7.000, insya Allah saya menyiapkan 7.000 pohon. Kalau pesertanya 10.000, kita siapkan 10.000 pohon,” tegas Khofifah Indar Parawansa di sela-sela acara pembukaan.
Menurutnya, gerakan menanam pohon oleh santri pramuka ini bukan sekadar kegiatan fisik biasa, melainkan bernilai ibadah spiritual dan sosial. “Lingkungan kita wujudkan dengan banyak menanam. Insya Allah akan menjadi bagian dari sedekah oksigen,” tambah mantan Menteri Sosial tersebut.
Sinergi Santri Pramuka dan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs)
Langkah mendorong santri peduli lingkungan ini dinilai sangat relevan dengan prinsip Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs), terutama dalam hal menjaga ekosistem darat dan mitigasi perubahan iklim. Khofifah berharap, integrasi nilai-nilai Kepramukaan dan Keislaman di pondok pesantren mampu melahirkan generasi muda yang tidak hanya unggul secara agamis dan kebangsaan, tetapi juga memiliki kepekaan ekologis.
Melalui aksi nyata penanaman pohon di wilayah Malang Raya ini, gelaran PPSN VI diharapkan mampu meninggalkan warisan hijau (green legacy) yang bermanfaat langsung bagi masyarakat sekitar. Selain mempererat tali persaudaraan antar kontingen santri dari Sabang sampai Merauke, ajang nasional ini terbukti memberi dampak ekologis yang positif bagi kelestarian alam Jawa Timur.

Malang Today, lifestyle news and magazine platform that covers mix of Malang Society and Culture style with fresh and Update.











Discussion about this post