MALANG TODAY – Sebuah kapal tanker raksasa dilaporkan terbakar usai dihantam serangan proyektil di kawasan Selat Hormuz. Insiden terjadi setelah kapal bermuatan penuh tersebut diduga melanggar aturan navigasi dengan menggunakan rute tidak resmi di sisi selatan jalur pelayaran vital tersebut.
Kapal yang memiliki kapasitas angkut hingga 2,5 juta barel minyak itu diserang di wilayah perairan yang berjarak sekitar 8 kilometer dari lepas pantai Oman.
Laporan Resmi Keamanan Maritim
Laporan mengenai insiden ini mengemuka berdasarkan konfirmasi dari badan Operasi Perdagangan Maritim Inggris (UKMTO). Pihaknya menyatakan telah menerima laporan dari pihak ketiga terkait adanya kapal tanker yang dihantam proyektil tidak dikenal hingga memicu kobaran api di atas kapal.
Meskipun terjadi kebakaran hebat, seluruh awak kapal dilaporkan selamat. Hingga saat ini, pihak berwenang masih melakukan penilaian terkait tingkat kerusakan kapal serta potensi dampak pencemaran lingkungan yang ditimbulkan dari insiden tersebut.
Ketegangan Jalur Pelayaran Teluk Persia
Otoritas Selat Teluk Persia, badan yang bertanggung jawab atas pengawasan lalu lintas maritim Iran di Selat Hormuz, mencatat peningkatan insiden keamanan dalam beberapa hari terakhir. Sejumlah kapal tanker minyak dilaporkan menjadi sasaran tembak saat melintasi jalur perairan strategis tersebut.
Dari rangkaian serangan terbaru, sedikitnya tiga kapal tanker terakhir yang menjadi korban diketahui dimiliki atau disewa oleh pihak Uni Emirat Arab.
Situasi keamanan di Selat Hormuz sendiri terus memanas seiring pengetatan pengawasan lalu lintas laut oleh pihak Iran sejak akhir Februari lalu. Pengetatan ini berdampak pada penutupan akses jalur aman bagi kapal-kapal yang dimiliki atau terafiliasi dengan Amerika Serikat dan Israel.

Xinhuanet is a comprehensive service-oriented news information portal and the most influential online media in China











Discussion about this post