Skip to main content

Malang Today

Malang Today
Beauty Fashion Music Malang
SEP 9, 2026
-- : --
⛅ 27°C
AS Genjot Ekspor Produk Pertanian Unggulan The Golden State ke Pasar Global/Balenciaga dan Icicle Redefinisi Estetika Warna di Panggung Paris Fashion Week/AS Larang Impor Minyak Sawit dari Dua Perusahaan Indonesia Akibat Dugaan Praktik Kerja Paksa/Element Meretas Babak Baru Musikalitas Lewat Single Asa yang Sirna/Bupati Sanusi Gandeng UB Matangkan Desain Alun-Alun Kepanjen/Rincian Harga Emas Antam, UBS, dan Galeri 24 di Pegadaian Hari Ini/Isu Papua Bergulir di PBB, Akankah Konflik Bersenjata Berakhir?/Ancaman Musim Dingin Ekstrem Intai Warga Afghanistan di Tengah Keterbatasan Pangan dan Bantuan/Perkuat Hubungan Diplomatik, Dubes Djauhari Oratmangun Hadiri Peringatan Kemitraan Indonesia dan Mongolia/Kilat Karier Suyudi: Ditelepon Pagi Hari, Resmi Jabat Kapolri Saat Sore/Danlanud Abd Saleh Pimpin Tradisi Kenaikan Pangkat Puluhan Prajurit TNI AU di Malang/Bitcoin Melonjak Saat Yield Obligasi AS Merosot/IRGC Ancam Pakai Senjata Baru jika AS Nekat Serang Iran/Pilot dan Kopilot Berkelahi di Kokpit, Keselamatan Penerbangan Terancam Bahaya/Eksplorasi Kontras dan Obsesi Estetika Chemena Kamali di Panggung Chloé/
AS Genjot Ekspor Produk Pertanian Unggulan The Golden State ke Pasar Global/Balenciaga dan Icicle Redefinisi Estetika Warna di Panggung Paris Fashion Week/AS Larang Impor Minyak Sawit dari Dua Perusahaan Indonesia Akibat Dugaan Praktik Kerja Paksa/Element Meretas Babak Baru Musikalitas Lewat Single Asa yang Sirna/Bupati Sanusi Gandeng UB Matangkan Desain Alun-Alun Kepanjen/Rincian Harga Emas Antam, UBS, dan Galeri 24 di Pegadaian Hari Ini/Isu Papua Bergulir di PBB, Akankah Konflik Bersenjata Berakhir?/Ancaman Musim Dingin Ekstrem Intai Warga Afghanistan di Tengah Keterbatasan Pangan dan Bantuan/Perkuat Hubungan Diplomatik, Dubes Djauhari Oratmangun Hadiri Peringatan Kemitraan Indonesia dan Mongolia/Kilat Karier Suyudi: Ditelepon Pagi Hari, Resmi Jabat Kapolri Saat Sore/Danlanud Abd Saleh Pimpin Tradisi Kenaikan Pangkat Puluhan Prajurit TNI AU di Malang/Bitcoin Melonjak Saat Yield Obligasi AS Merosot/IRGC Ancam Pakai Senjata Baru jika AS Nekat Serang Iran/Pilot dan Kopilot Berkelahi di Kokpit, Keselamatan Penerbangan Terancam Bahaya/Eksplorasi Kontras dan Obsesi Estetika Chemena Kamali di Panggung Chloé/

All Categories / Semua Kategori

Malang Beauty Fashion Music Technology Politic Celebrity Entertain Place to Go Astrology

Isu Papua Bergulir di PBB, Akankah Konflik Bersenjata Berakhir?

by BBC Indonesia
October 2, 2026
Isu Papua Bergulir Di Pbb Akankah Konflik Bersenjata Berakhir

Isu Papua Bergulir Di Pbb Akankah Konflik Bersenjata Berakhir

Promo Hujan Bonus Fiberzone #Internetcepatindonesia

MALANG TODAY – Isu dugaan pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) di Papua kembali menjadi sorotan internasional setelah tiga kepala negara dari kawasan Pasifik mengangkatnya dalam Sidang Umum PBB ke-81 di New York, Amerika Serikat. Sorotan tajam ini mengemuka di tengah rentetan konflik bersenjata yang terus memakan korban jiwa dari kalangan warga sipil dan aparatur sipil negara (ASN) dalam beberapa bulan terakhir.

Menanggapi hal tersebut, Pemerintah Indonesia menegaskan komitmennya dalam menangani setiap dugaan pelanggaran HAM secara serius melalui mekanisme hukum nasional. Namun, situasi di lapangan menunjukkan eskalasi konflik yang belum mereda, memicu kekhawatiran mendalam akan terjadinya krisis kemanusiaan yang berkepanjangan.

Siklus Kekerasan di Maybrat dan Trauma Warga Sipil

Konflik bersenjata yang pecah di Kabupaten Maybrat sejak September 2021 telah mengubah total sendi kehidupan masyarakat setempat. Banyak warga yang sempat mengungsi ke wilayah Sorong dan Kumurkek memilih kembali ke kampung halaman mereka pada tahun 2024 karena tidak sanggup menanggung biaya hidup di pengungsian, meskipun mereka harus hidup di bawah bayang-bayang ketakutan.

Karel Sakof, seorang warga Kampung Sabah, Distrik Aifat Selatan, mengungkapkan betapa sulitnya bertahan hidup di tengah kepungan pos keamanan. Warga merasa ruang gerak mereka dibatasi, bahkan untuk sekadar mencari makan ke hutan atau memancing.

Kekhawatiran warga terbukti nyata saat tiga warga Maybrat—Anike Fatie, Selviana Sory, dan Silvester Assem—ditembak di dekat kebun mereka di Distrik Aifat Timur Tengah. Meski ketiga korban selamat, insiden ini memicu gelombang protes besar dari masyarakat yang menuntut pengusutan tuntas. Lembaga bantuan hukum setempat menduga pelaku penembakan merupakan oknum aparat, namun klaim tersebut dibantah oleh pihak Kodam Kasuari. Hingga kini, belum ada tersangka yang ditetapkan atas peristiwa tersebut.

ASN Jadi Sasaran Penembakan di Wamena

Kekerasan bersenjata tidak hanya menyasar warga lokal, tetapi juga pekerja sektor publik. Di Wamena, Kabupaten Jayawijaya, tiga pegawai Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya tewas ditembak oleh kelompok Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) di Distrik Muliama.

Pihak TPNPB menuding para ASN tersebut sebagai agen pemerintah yang membocorkan informasi kepada militer. Tuduhan ini dibantah keras oleh Kementerian Dalam Negeri dan TNI. Salah satu korban tewas, Alfonsius Albinus, merupakan perantau asal Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT), yang telah bekerja di Papua sejak 2017.

Kematian tragis ini menyisakan duka mendalam bagi keluarga yang ditinggalkan. Kejadian ini juga memicu ketakutan massal di kalangan pegawai negeri sipil pendatang. Tercatat puluhan ASN asal NTT di Provinsi Papua Pegunungan kini mengajukan permohonan mutasi demi keselamatan jiwa mereka.

Saling Tuduh dalam Insiden Yahukimo

Insiden berdarah lainnya dilaporkan terjadi di Kabupaten Yahukimo. Persekutuan Gereja-gereja Yahukimo (PGGY) mencatat enam warga sipil menjadi korban penembakan di Kampung Samboga, Distrik Seredala. Perwakilan tokoh adat setempat memprotes keras tindakan aparat yang dinilai tidak bisa membedakan antara warga sipil yang sedang berburu malam dengan anggota milisi bersenjata.

Hingga saat ini, pihak TNI belum memberikan tanggapan resmi terkait insiden di Yahukimo tersebut. Di sisi lain, wilayah Seredala memang dikenal sebagai salah satu titik rawan konflik bersenjata antara aparat keamanan dan kelompok TPNPB.

Isu Papua Menggema di Forum PBB

Kondisi keamanan di Papua akhirnya dibawa ke mimbar internasional. Perdana Menteri Kepulauan Solomon, Matthew Wale, mendesak pemerintah Indonesia untuk segera membuka akses bagi kunjungan Komisioner HAM PBB ke Papua guna melakukan verifikasi independen atas berbagai laporan yang beredar.

Desakan serupa disuarakan oleh Presiden Kepulauan Marshall, Hilda Heine, dan Perwakilan Vanuatu untuk PBB, Odo Tovi. Mereka menegaskan bahwa kunjungan Dewan HAM PBB penting untuk membangun transparansi dan kepercayaan internasional.

Menanggapi desakan tersebut, diplomat Indonesia di PBB, Nona Gae Luna, menyatakan bahwa Indonesia memiliki lembaga nasional yang kredibel seperti Komnas HAM untuk menyelesaikan persoalan domestik. Indonesia juga menuding balik negara-negara Pasifik bersikap selektif karena mengabaikan fakta kekerasan dan tindakan kriminal yang dilakukan oleh kelompok bersenjata terhadap warga sipil dan ASN di Papua.

Solidaritas Pasifik dan Kompleksitas Politik Hukum

Dukungan negara-negara Pasifik terhadap isu Papua tidak lepas dari ikatan solidaritas ras Melanesia yang kuat di kawasan tersebut. Namun, dalam tingkat kebijakan formal, organisasi regional seperti Forum Kepulauan Pasifik tetap menegaskan penghormatan mereka terhadap kedaulatan penuh Indonesia atas Papua.

Pakar Hukum HAM Internasional Universitas Gadjah Mada, Heribertus Jaka Triyana, menjelaskan bahwa diplomasi di Sidang Umum PBB memang tidak menghasilkan keputusan yang mengikat secara hukum, melainkan tekanan politik. Menurutnya, pemerintah Indonesia memiliki kewajiban utama untuk menyelesaikan masalah ini di tingkat nasional terlebih dahulu melalui penegakan hukum yang objektif dan transparan.

Ia juga menyoroti politik hukum Indonesia yang konsisten menghindari pelabelan situasi di Papua sebagai konflik bersenjata non-internasional, demi mencegah pengakuan kesetaraan kedudukan hukum antara pemerintah dengan kelompok pemberontak di mata hukum internasional.

logo BBC Indonesia
BBC Indonesia

BBC Indonesia (atau BBC News Indonesia) adalah layanan berita berbahasa Indonesia dari lembaga penyiaran publik Britania Raya, British Broadcasting Corporation (BBC)

Related Posts

As Genjot Ekspor Produk Pertanian Unggulan The Golden State Ke

AS Genjot Ekspor Produk Pertanian Unggulan The Golden State ke Pasar Global

by Malang Today
October 2, 2026

Amerika Serikat pamerkan produk pertanian unggulan The Golden State yang berkualitas tinggi guna memperkuat peluang ekspor dan pasar global.

Balenciaga Dan Icicle Redefinisi Estetika Warna Di Panggung Paris Fashion

Balenciaga dan Icicle Redefinisi Estetika Warna di Panggung Paris Fashion Week

by Malang Today
October 2, 2026

Intip kemewahan Paris Fashion Week lewat koleksi gaun karang Balenciaga yang anggun dan ledakan warna memikat dari Icicle. Baca ulasan...

As Larang Impor Minyak Sawit Dari Dua Perusahaan Indonesia Akibat

AS Larang Impor Minyak Sawit dari Dua Perusahaan Indonesia Akibat Dugaan Praktik Kerja Paksa

by Malang Today
October 2, 2026

AS larang impor minyak kelapa sawit dari dua produsen Indonesia akibat dugaan praktik kerja paksa yang memicu sorotan dunia internasional.

Rincian Harga Emas Antam Ubs Dan Galeri 24 Di Pegadaian

Rincian Harga Emas Antam, UBS, dan Galeri 24 di Pegadaian Hari Ini

by Malang Today
October 2, 2026

Cek rincian harga emas Antam, UBS, dan Galeri 24 di Pegadaian hari ini, Jumat 2 Oktober 2026. Pantau pergerakan harga...

Ancaman Musim Dingin Ekstrem Intai Warga Afghanistan Di Tengah Keterbatasan

Ancaman Musim Dingin Ekstrem Intai Warga Afghanistan di Tengah Keterbatasan Pangan dan Bantuan

by Xinhua News
October 2, 2026

Jutaan warga Afghanistan terancam krisis kemanusiaan parah saat menghadapi musim dingin ekstrem di tengah keterbatasan bantuan dan ekonomi.

Perkuat Hubungan Diplomatik Dubes Djauhari Oratmangun Hadiri Peringatan Kemitraan Indonesia

Perkuat Hubungan Diplomatik, Dubes Djauhari Oratmangun Hadiri Peringatan Kemitraan Indonesia dan Mongolia

by Malang Today
October 2, 2026

Dubes Djauhari Oratmangun merayakan hubungan diplomatik Indonesia dan Mongolia untuk memperkuat kerja sama bilateral yang strategis.

Kilat Karier Suyudi Ditelepon Pagi Hari Resmi Jabat Kapolri Saat

Kilat Karier Suyudi: Ditelepon Pagi Hari, Resmi Jabat Kapolri Saat Sore

by Malang Today
October 2, 2026

Suyudi Ario Seto resmi dilantik jadi Kapolda Banten sore hari setelah menerima panggilan telepon secara mendadak pada pagi harinya.

Bitcoin Melonjak Saat Yield Obligasi As Merosot

Bitcoin Melonjak Saat Yield Obligasi AS Merosot

by Malang Today
October 2, 2026

Harga Bitcoin melonjak tajam seiring turunnya yield obligasi AS. Simak analisis pasar koin crypto terkini dan dampaknya bagi investor di...

Irgc Ancam Pakai Senjata Baru Jika As Nekat Serang Iran

IRGC Ancam Pakai Senjata Baru jika AS Nekat Serang Iran

by Xinhua News
October 2, 2026

IRGC bersiap gunakan senjata baru yang belum pernah terungkap jika AS nekat menyerang Iran. Simak fakta lengkap potensi eskalasi konfliknya...

Pilot Dan Kopilot Berkelahi Di Kokpit Keselamatan Penerbangan Terancam Bahaya

Pilot dan Kopilot Berkelahi di Kokpit, Keselamatan Penerbangan Terancam Bahaya

by Malang Today
October 2, 2026

Dua pilot adu jotos di kokpit hingga pesawat nyaris jatuh dan memicu kepanikan luar biasa, simak kronologi lengkap insiden mencekam...

Discussion about this post

View this post on Instagram

A post shared by SIGNATUREÈ MUSIC FESTIVAL (@signaturee.festival)

Logo Square MLGTDY 1

CONTACT US

ABOUT US

EDITORIAL

CYBER MEDIA GUIDELINES

DISCLAIMER

Logo Square MLGTDY 1

CONTACT US

CYBER MEDIA GUIDELINES

ABOUT US

DISCLAIMER

EDITORIAL

imunify-bot-check 6322
No Result
View All Result
  • Buy JNews
  • Place to gos

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.