Skip to main content

Malang Today

Malang Today
Beauty Fashion Music Malang
SEP 9, 2026
-- : --
⛅ 27°C
Tim Gabungan Evakuasi Orang Utan Terjebak Karhutla di Palangka Raya/Penghormatan Penuh Cinta Laura Biagiotti untuk Keanggunan Abadi Kota Roma/Unggul 0,002 Detik, Atlet Panjat Cepat Desak Made Sabet Emas Asian Games/Proyek Jalan Pasar Gadang Tembus 38 Persen, Pemkot Malang Didesak Kejar Target Selesai Tepat Waktu/Grup Sinar Mas Guyur Investor Dividen Jumbo dari Saham Batu Bara/Malaysia Mulai Pulangkan Pencari Suaka ke Myanmar di Tengah Gelombang Protes/Dua Bulan Pascagempa Kumamoto, 1.514 Warga Masih Bertahan di Pengungsian/Lewat Program Repatriasi, 1.500 Pengungsi Rohingya Dipulangkan ke Myanmar/Kolaborasi Sepatu Portugal Curi Perhatian di Panggung Fashion Dunia 2026/Memasuki Tahun Ketiga Pemerintahan, Prabowo Ditagih Janji Lapangan Kerja Berkualitas/Menolak Bungkam, The Brandals Menyemburkan Kritik Sosial Lewat Album Oposisi/Verifikasi Data Haji Malang Raya Masih Amburadul, Antrean 14 Tahun Mendadak Gaib dari Sistem/Diduga Ada Penikaman di Kokpit, Pesawat Tujuan Israel Mendarat Darurat di Arab Saudi/44 Pasangan Mengikuti Nikah Massal Nasional di Tepi Barat/Edukasi Pubertas dan Cara Tepat Atasi Bau Badan Anak Demi Jaga Kepercayaan Diri/
Tim Gabungan Evakuasi Orang Utan Terjebak Karhutla di Palangka Raya/Penghormatan Penuh Cinta Laura Biagiotti untuk Keanggunan Abadi Kota Roma/Unggul 0,002 Detik, Atlet Panjat Cepat Desak Made Sabet Emas Asian Games/Proyek Jalan Pasar Gadang Tembus 38 Persen, Pemkot Malang Didesak Kejar Target Selesai Tepat Waktu/Grup Sinar Mas Guyur Investor Dividen Jumbo dari Saham Batu Bara/Malaysia Mulai Pulangkan Pencari Suaka ke Myanmar di Tengah Gelombang Protes/Dua Bulan Pascagempa Kumamoto, 1.514 Warga Masih Bertahan di Pengungsian/Lewat Program Repatriasi, 1.500 Pengungsi Rohingya Dipulangkan ke Myanmar/Kolaborasi Sepatu Portugal Curi Perhatian di Panggung Fashion Dunia 2026/Memasuki Tahun Ketiga Pemerintahan, Prabowo Ditagih Janji Lapangan Kerja Berkualitas/Menolak Bungkam, The Brandals Menyemburkan Kritik Sosial Lewat Album Oposisi/Verifikasi Data Haji Malang Raya Masih Amburadul, Antrean 14 Tahun Mendadak Gaib dari Sistem/Diduga Ada Penikaman di Kokpit, Pesawat Tujuan Israel Mendarat Darurat di Arab Saudi/44 Pasangan Mengikuti Nikah Massal Nasional di Tepi Barat/Edukasi Pubertas dan Cara Tepat Atasi Bau Badan Anak Demi Jaga Kepercayaan Diri/

All Categories / Semua Kategori

Malang Beauty Fashion Music Technology Politic Celebrity Entertain Place to Go Astrology

Malaysia Mulai Pulangkan Pencari Suaka ke Myanmar di Tengah Gelombang Protes

by BBC Indonesia
September 30, 2026
Malaysia Mulai Pulangkan Pencari Suaka Ke Myanmar Di Tengah Gelombang

Malaysia Mulai Pulangkan Pencari Suaka Ke Myanmar Di Tengah Gelombang

Promo Hujan Bonus Fiberzone #Internetcepatindonesia

MALANG TODAY – Pemerintah Malaysia mulai memulangkan sekitar 5.000 pencari suaka asal Myanmar ke negara asal mereka. Pemulangan ini didasarkan pada kesepakatan kontroversial yang dicapai dengan pemimpin junta militer Myanmar, Jenderal Senior Min Aung Hlaing. Langkah ini menandai perubahan sikap yang sangat mencolok dari pemerintah Malaysia terhadap para pengungsi.

Sebagai tahap awal, tiga kapal Angkatan Laut Myanmar telah bertolak dari Malaysia pada Selasa (29/09) dengan mengangkut sebanyak 1.476 orang. Kebijakan ini langsung memicu gelombang kritik dari berbagai organisasi kemanusiaan internasional.

Kekhawatiran Pelanggaran Hak Asasi Manusia

Sejumlah kelompok hak asasi manusia mengecam keras langkah pemulangan tersebut. Mereka menilai para pencari suaka yang dipulangkan menghadapi risiko besar, mulai dari ancaman kekerasan, persekusi, hingga wajib militer paksa untuk bertempur di tengah perang saudara Myanmar yang masih berkecamuk.

Pemerintah Malaysia mengeklaim bahwa proses pemulangan ini bersifat sukarela. Namun di sisi lain, otoritas Malaysia melarang badan pengungsi PBB (UNHCR) untuk menemui atau melakukan penyaringan terhadap para imigran yang selama ini ditahan di pusat-pusat detensi imigrasi.

Hingga saat ini, belum ada kejelasan apakah etnis Rohingya—kelompok minoritas yang tidak diakui kewarganegaraannya oleh Myanmar—termasuk dalam gelombang pertama deportasi tersebut. Lebih dari satu juta warga Rohingya sebelumnya melarikan diri dari Myanmar akibat operasi militer brutal yang oleh PBB dikategorikan sebagai upaya genosida.

Pergeseran Sentimen Publik dan Tekanan Politik

Perdana Menteri Malaysia, Anwar Ibrahim, menyatakan bahwa dirinya tidak memiliki banyak pilihan selain bernegosiasi dengan pemerintah militer Myanmar. Langkah ini diambil guna merespons meningkatnya penolakan dan permusuhan publik di dalam negeri terhadap komunitas pengungsi.

Sikap Anwar ini dinilai kontradiktif dengan reputasinya terdahulu sebagai tokoh reformis dan pembela hak asasi manusia. Di bawah kepemimpinannya, Malaysia sebelumnya menolak keras legitimasi rezim militer Myanmar dan menjadi salah satu negara Asia Tenggara yang paling vokal mendesak penyelesaian damai.

Ada dua faktor utama yang mendorong perubahan sikap politik Malaysia:

1. Tekanan Ekonomi Pascapandemi: Kesulitan ekonomi yang menghantam masyarakat kelas bawah Malaysia sejak pandemi Covid-19 memicu kecemburuan sosial dan kebencian terhadap imigran, khususnya komunitas Rohingya yang diperkirakan berjumlah lebih dari 200.000 orang di Malaysia.

2. Instabilitas Politik Domestik: Sejak runtuhnya dominasi partai UMNO pada pemilu 2018, peta politik Malaysia menjadi sangat dinamis dan kerap diwarnai isu-isu rasial. Anwar Ibrahim kini memimpin pemerintahan koalisi yang rapuh dan harus menghadapi pemilu berikutnya paling lambat awal 2028.

Anwar Ibrahim di Tengah Kritik

Keputusan deportasi ini membuat Anwar Ibrahim dituduh mengkhianati prinsip-prinsip kemanusiaan yang selama ini ia suarakan. Mantan Kepala Komisi Anti-Korupsi Malaysia, Latheefa Koya, menyebut kebijakan ini sebagai langkah yang memalukan dan merusak reputasi Malaysia di mata internasional.

Namun, tekanan politik dalam negeri memang sangat berat. Popularitas koalisi Anwar terus merosot, sementara kelompok oposisi terus memainkan narasi bahwa kehadiran pengungsi asing mengancam kedaulatan ekonomi dan keamanan warga lokal etnis Melayu.

Dalam sebuah wawancara, Anwar secara terbuka menyebut keberadaan pengungsi Rohingya telah menjadi beban bagi negaranya, baik dari sektor keamanan maupun ekonomi.

Tantangan Pemulangan di Lapangan

Rencana pemulangan ini menghadapi kendala teknis dan kemanusiaan yang sangat rumit. Sebagian besar pengungsi Rohingya tidak memiliki dokumen kewarganegaraan resmi. Selain itu, wilayah asal mereka di Negara Bagian Rakhine saat ini menjadi medan pertempuran sengit antara militer Myanmar dan kelompok pemberontak Arakan Army.

Hampir seluruh wilayah Rakhine kini terisolasi, kekurangan pasokan makanan, serta obat-obatan. Kondisi ini membuat pemulangan yang aman dan bermartabat hampir mustahil dilakukan dalam waktu dekat.

Para aktivis kemanusiaan mendesak agar pemerintah Malaysia tetap mengedepankan aspek kemanusiaan dan mendengarkan suara para pengungsi, alih-alih menjadikan mereka sebagai komoditas politik domestik.

logo BBC Indonesia
BBC Indonesia

BBC Indonesia (atau BBC News Indonesia) adalah layanan berita berbahasa Indonesia dari lembaga penyiaran publik Britania Raya, British Broadcasting Corporation (BBC)

Related Posts

Tim Gabungan Evakuasi Orang Utan Terjebak Karhutla Di Palangka Raya

Tim Gabungan Evakuasi Orang Utan Terjebak Karhutla di Palangka Raya

by Xinhua News
September 30, 2026

Tim gabungan berhasil mengevakuasi orang utan yang terancam karhutla di Palangka Raya menuju tempat penyelamatan yang aman.

Penghormatan Penuh Cinta Laura Biagiotti Untuk Keanggunan Abadi Kota Roma

Penghormatan Penuh Cinta Laura Biagiotti untuk Keanggunan Abadi Kota Roma

by Malang Today
September 30, 2026

Temukan pesona koleksi busana Laura Biagiotti yang memikat sebagai wujud cinta dan penghormatan puitis untuk keindahan abadi kota Roma.

Unggul 0002 Detik Atlet Panjat Cepat Desak Made Sabet Emas

Unggul 0,002 Detik, Atlet Panjat Cepat Desak Made Sabet Emas Asian Games

by Malang Today
September 30, 2026

Panjat cepat Desak Made sukses raih emas Asian Games usai unggul tipis 0,002 detik dari wakil Tiongkok dalam final dramatis.

Grup Sinar Mas Guyur Investor Dividen Jumbo Dari Saham Batu

Grup Sinar Mas Guyur Investor Dividen Jumbo dari Saham Batu Bara

by Malang Today
September 30, 2026

Emiten batu bara Grup Sinar Mas resmi membagikan dividen jumbo ke pemegang saham. Cek besaran, jadwal pembayaran, dan proyeksi kinerjanya...

Dua Bulan Pascagempa Kumamoto 1514 Warga Masih Bertahan Di Pengungsian

Dua Bulan Pascagempa Kumamoto, 1.514 Warga Masih Bertahan di Pengungsian

by Xinhua News
September 30, 2026

Dua bulan pascagempa Kumamoto, sebanyak 1.514 warga masih bertahan di pengungsian. Simak kondisi terkini dan upaya pemulihannya di sini.

Lewat Program Repatriasi 1500 Pengungsi Rohingya Dipulangkan Ke Myanmar.j

Lewat Program Repatriasi, 1.500 Pengungsi Rohingya Dipulangkan ke Myanmar

by Malang Today
September 30, 2026

Sebanyak 1.500 pengungsi Rohingya dipulangkan ke Myanmar melalui program repatriasi resmi untuk menyelesaikan krisis kemanusiaan yang berlarut.

Kolaborasi Sepatu Portugal Curi Perhatian Di Panggung Fashion Dunia 2026

Kolaborasi Sepatu Portugal Curi Perhatian di Panggung Fashion Dunia 2026

by Malang Today
September 30, 2026

Temukan pesona sepatu buatan Portugal yang mendominasi panggung fashion dunia 2026 lewat kolaborasi merek ternama. Baca selengkapnya di sini!

Memasuki Tahun Ketiga Pemerintahan Prabowo Ditagih Janji Lapangan Kerja Berkualitas

Memasuki Tahun Ketiga Pemerintahan, Prabowo Ditagih Janji Lapangan Kerja Berkualitas

by Malang Today
September 30, 2026

Memasuki tahun ketiga kepemimpinannya, Presiden Prabowo Subianto didesak masyarakat untuk segera menciptakan lapangan kerja yang lebih berkualitas.

Diduga Ada Penikaman Di Kokpit Pesawat Tujuan Israel Mendarat Darurat

Diduga Ada Penikaman di Kokpit, Pesawat Tujuan Israel Mendarat Darurat di Arab Saudi

by BBC Indonesia
September 30, 2026

Pesawat menuju Israel terpaksa mendarat darurat di Arab Saudi akibat insiden penikaman menegangkan di kokpit. Simak kronologi lengkapnya di sini.

44 Pasangan Mengikuti Nikah Massal Nasional Di Tepi Barat

44 Pasangan Mengikuti Nikah Massal Nasional di Tepi Barat

by Xinhua News
September 30, 2026

Sebanyak 44 pasangan di Tepi Barat resmi menikah dalam acara nikah massal nasional yang digelar meriah untuk meringankan beban ekonomi...

Discussion about this post

View this post on Instagram

A post shared by SIGNATUREÈ MUSIC FESTIVAL (@signaturee.festival)

Logo Square MLGTDY 1

CONTACT US

ABOUT US

EDITORIAL

CYBER MEDIA GUIDELINES

DISCLAIMER

Logo Square MLGTDY 1

CONTACT US

CYBER MEDIA GUIDELINES

ABOUT US

DISCLAIMER

EDITORIAL

6055
No Result
View All Result
  • Buy JNews
  • Place to gos

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.