Romansa Floralis dan Dualisme Struktur: Debut Penuh Metamorfosis Glenn Martens di Maison Margiela
Aroma kelopak bunga menyeruak lembut, menyapa setiap tamu yang melangkah menuruni tangga teater bersejarah Élysée Montmartre di Paris. Dalam sekejap, gedung pertunjukan klasik tersebut disulap menjadi labirin surealis yang memesona. Di bawah kepiawaian perangkai bunga Mark Colle, sudut-sudut panggung diselimuti hamparan lumut, ribuan mawar beraneka warna yang merekah anggun, hingga untaian mawar dan anyelir segar yang memancar dari tumpukan kotak karton. Pencahayaan temaram yang dipadu denting piano klasik menghadirkan atmosfer puitis, menjadi panggung sempurna bagi sang direktur kreatif asal Belgia, Glenn Martens, untuk memperkenalkan koleksi Spring/Summer 2027 pertamanya bagi Maison Margiela.
Atmosfer tenang itu seketika berubah dramatis saat lampu sorot menyala terang secara mendadak. Bayangan-bayangan tegas tercipta di panggung runway seiring dengungan efek audio yang makin intens. Para model melangkah dengan wajah berbedak tebal dan riasan tegas, diiringi lantunan vokal lantang ikon punk Courtney Love melalui lagu hits “Violet” karya Hole. Mengusung narasi besar bertajuk “Hard & Soft”, Martens menyajikan koleksi yang merayakan keindahan bunga yang mekar melalui eksplorasi struktur busana yang radikal namun penuh keanggunan.
Eksplorasi “Hard & Soft”: Kala Dekonstruksi Bertemu Keanggunan
Koleksi yang menampilkan 62 siluet busana wanita dan pria ini menjadikan motif serta bentuk kelopak bunga sebagai fondasi utama. Motif flora hadir menyelimuti gaun dan rok, namun keajaiban sejati terletak pada konstruksi teknis setiap potongan. Martens melakukan manipulasi struktural pada bagian bodice dengan teknik pengerjaan tajam. Panel-panel kaku dan kupnat skulptural mekar ke arah luar, menciptakan bentuk balconette yang inovatif serta korset yang terbebas dari kesan mengekang.
Dua elemen yang tampaknya berlawanan—ketegasan dan kelembutan—dilebur dengan apik. Tampak mantel jaket satin dengan kelep yang melengkung ke atas layaknya kelopak bunga yang siap mekar, jaket kulit yang membelah anggun di bagian depan, hingga jas trench coat yang didefinisikan ulang proporsinya. Eksperimen ini menjembatani dua tradisi besar haute couture Paris: teknik tailleur yang berfokus pada ketegasan struktur, dan teknik flou yang mengagungkan kelembutan tirai kain (draping).
“Dalam koleksi ini, kekakuan dihembuskan ke dalam busana arketipal untuk menciptakan kemungkinan siluet baru. Seni penjahitan dikaya dengan elemen struktural baru, sementara drapery diberi fondasi yang belum pernah ada sebelumnya agar dapat mengalir dengan bebas,” ungkap Glenn Martens mengenai visi desainnya.
Inovasi Material Resin dan Sentuhan Aksesori Kontemporer
Eksperimen material mencapai puncaknya pada lini gaun, kemeja, dan celana berbahan dasar cetakan floral yang dilapisi resin transparan. Melalui proses khusus, permukaan kaku berbahan resin ini sengaja diretakkan di sepanjang garis lipatan (unpleated), menghasilkan efek tekstur retakan yang artistik layaknya kaca. Uniknya, ketegasan panel bertekstur di bagian depan busana berpadu kontras dengan bagian belakang yang sepenuhnya menggunakan kain jatuh yang fleksibel, seperti crêpe de Chine.
Selain keahlian mengolah bahan denims yang tetap ditunjukkan pada koleksi pria, Martens juga memberikan perhatian besar pada lini aksesori. Maison Margiela memperkenalkan iterasi terbaru dari tas ikonik 5AC yang hadir dalam material kulit yang lebih lembut, serta merilis lini tas Ghost berbentuk vanity case. Kehadiran aksesori ini menjawab kebutuhan pasar mode global akan kemewahan yang lebih rileks, taktil, dan fleksibel. Tak ketinggalan, siluet sepatu Heel-less yang eksentrik kini juga resmi diperluas ke dalam lini busana pria.
Langkah Strategis Membawa Margiela ke Era Baru
Sukses menghidupkan kembali estetika merek Diesel, kini Glenn Martens memfokuskan seluruh energi kreatifnya untuk membawa Maison Margiela ke puncak popularitas baru. Di bawah kepemimpinan Managing Director Gaetano Sciuto dan Chairman Stefano Rosso, rumah mode di bawah naungan OTB Group ini mencatatkan pertumbuhan finansial yang sangat impresif, dengan jaringan lebih dari 100 butik mandiri dan 500 peritel di seluruh dunia.
Di tengah tantangan industri mode global yang kian dinamis, tugas utama Martens adalah menjaga daya pikat magis dan DNA dekonstruksi khas Maison Margiela, sembari mengukir visi estetikanya sendiri. Melalui peragaan busana yang memadukan keindahan surealis, teknik penjahitan tingkat tinggi, dan jiwa pemberontak yang elegan ini, Martens membuktikan bahwa masa depan Maison Margiela berada di tangan yang tepat.

Malang Today, lifestyle news and magazine platform that covers mix of Malang Society and Culture style with fresh and Update.











Discussion about this post