Pemkot Malang Terunkan Tim Psikologis untuk Siswa SMPN 18 Usai Dugaan Intimidasi
Pemerintah Kota Malang bergerak cepat merespons kasus dugaan intimidasi yang melibatkan oknum kepala sekolah di SMP Negeri 18 Malang. Langkah tegas diambil guna memastikan kondisi mental dan psikologis para siswa tetap terjaga, sekaligus menjamin proses kegiatan belajar mengajar (KBM) di sekolah yang berlokasi di kawasan Sukun tersebut tetap berjalan kondusif.
Pj Sekda Kota Malang, Dandung Djulharjanto, menegaskan bahwa Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Malang telah diinstruksikan untuk berkoordinasi lintas sektor dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) guna menerjunkan tim pendampingan psikologis ke lokasi kejadian.
“Dinas Pendidikan nanti akan berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan untuk melakukan pendampingan terhadap siswa yang mengalami kejadian trauma atau intimidasi ini biar tidak trauma,” ujar Dandung saat dikonfirmasi pada Jumat (25/9/2026).
Fokus Penanganan Trauma Siswa dan Saksi Kunci
Dari hasil penelusuran awal yang dilakukan jajaran Pemkot Malang, terkuak bahwa dampak dugaan intimidasi ini tidak hanya dirasakan oleh korban utama. Sedikitnya terdapat dua siswa yang mengaku mengalami tindakan intimidasi secara langsung dari oknum pimpinan sekolah tersebut.
Selain korban langsung, tim penelusuran juga menemukan sejumlah siswa lain yang menyaksikan interaksi bertekanan tersebut secara langsung, serta kelompok siswa yang terdampak secara psikologis usai mendengar trauma kolektif dari cerita rekan-rekan sebaya mereka.
Oleh karena itu, Pemkot Malang menekankan pentingnya pendekatan holistik. Pendampingan psikologis tidak hanya difokuskan kepada korban utama, melainkan disisir hingga ke para saksi dan lingkungan kelas terdekat agar rasa aman dan nyaman dapat sepenuhnya dipulihkan.
Kegiatan Belajar Dipastikan Tetap Kondusif
Meski tengah memproses dugaan pelanggaran yang melibatkan pihak kepala sekolah, Pemkot Malang menjamin operasional dan aktivitas pendidikan di SMPN 18 Malang tetap berjalan normal tanpa gangguan.
Langkah korektif dan penanganan disiplin terhadap oknum kepala sekolah telah diambil oleh otoritas terkait. Hal ini dilakukan agar fokus penanganan kini dapat dialihkan sepenuhnya pada pemulihan trauma anak serta menjaga kualitas layanan pendidikan di Kota Malang agar tetap profesional dan bebas dari segala bentuk kekerasan verbal maupun nonverbal.

Malang Today, lifestyle news and magazine platform that covers mix of Malang Society and Culture style with fresh and Update.











Discussion about this post