NEW YORK — Gelaran New York Fashion Week (NYFW) kembali bergulir dengan energi penuh vitalitas. Salah satu panggung yang paling dinantikan publik mode dunia adalah presentasi koleksi Spring 2027 dari rumah mode legendaris Amerika, Tommy Hilfiger. Bertempat di lokasi ikonik The Plaza Hotel, Manhattan—bangunan bersejarah yang berdiri sejak 1907 di sudut Fifth Avenue dan Central Park—sang desainer membawa kembali romantisme gaya busana preppy yang telah dimodernisasi.
Pemilihan lokasi ini bukan sekadar nostalgia pribadi sang pendiri yang pernah menetap di sana selama satu dekade, melainkan juga panggung alami yang merayakan dinamika kultur pop Manhattan. Dipadu dengan strategi narasi bertajuk “fashiontainment”, peragaan busana ini menegaskan komitmen brand dalam memadukan estetika mode tinggi, hiburan, dan inklusivitas generasi.
Melintasi Generasi melalui Filosofi F.A.M.E.S.
Sejak didirikan pada tahun 1985, Tommy Hilfiger konsisten mengusung filosofi F.A.M.E.S.—sebuah irisan harmonis antara Fashion, Art, Music, Entertainment, dan Sport. Pendekatan ini terbukti ampuh menjembatani relevansi brand dari masa ke masa, mulai dari era keemasan busana jalanan bersama Snoop Dogg pada dekade 90-an, kolaborasi ikonis bersama supermodel Gigi Hadid, hingga pergerakan tren terkini bersama bintang K-Pop Jisoo dan atlet American football Travis Kelce.
Direktur Pemasaran Tommy Hilfiger, Virginia Ritchie, mengungkapkan bahwa kunci kekuatan narasi visual brand terletak pada hubungan emosional yang autentik dengan para dutanya. Langkah ini mendukung ekspansi brand yang berada di bawah naungan grup PVH tersebut dalam merambah segmen pasar kelas atas (upmarket), sembari tetap mempertahankan pesona khas gaya khas Americana yang sporty dan santai.
Evolusi Siluet ‘Preppy’ Modern dan Sentuhan ‘Fashiontainment’
Dalam koleksi terbarunya, Tommy Hilfiger meracik ulang warisan estetika preppy melalui eksplorasi proporsi baru, permainan tekstur kain, detail tersembunyi, serta palet warna yang memancarkan kesan muda dan ceria. Logo ‘crest’ yang legendaris serta motif bendera khas brand turut dihadirkan kembali dengan napas yang lebih kontemporer.
Konsep panggung tidak sekadar menampilkan parade busana di atas runway, tetapi menyajikan pengalaman imersif secara menyeluruh. Sang desainer menekankan pentingnya elemen gerakan dan visual dinamis untuk merangkul preferensi visual Generasi Z yang mendominasi lanskap konsumen global saat ini.
Berikut adalah beberapa poin penting dalam arah desain dan strategi terbaru Tommy Hilfiger:
- Dekomposisi Gaya Klasik: Merajut ulang struktur kemeja, blazer, dan pakaian olahraga menjadi siluet yang lebih santai namun tetap terstruktur rapi.
- Fokus Gen Z: Mengadaptasi tren pakaian harian yang adaptif, memungkinkan personalisasi gaya bagi para pencinta mode muda tanpa kehilangan karakter klasik.
- Pemberdayaan Platform Digital: Mengintegrasikan siaran langsung bernuansa sinematik untuk memberikan pengalaman menonton yang setara bagi pencinta mode di seluruh dunia.
Geliat Optimisme Industri Mode Manhattan
Kembalinya panggung spektakuler di jantung kota New York turut menandai kebangkitan kembali industri kreatif pasca-pandemi. Kota yang menjadi salah satu pusat mode dunia ini dinilai terus memancarkan energi positif, disokong oleh pertumbuhan pasar yang solid di kawasan Asia dan Eropa serta kebangkitan berbagai label independen lokal.
Pergelaran ini sekaligus menjadi perayaan keanekaragaman budaya urban New York—mulai dari hiruk-pikuk SoHo, kawasan bersejarah Chinatown, hingga keriuhan artistik di Brooklyn. Melalui eksplorasi koleksi terbaru ini, Tommy Hilfiger membuktikan bahwa gaya klasik yang diolah dengan relevansi zaman akan selalu menemukan ruang di hati para penikmat gaya hidup modern.

Malang Today, lifestyle news and magazine platform that covers mix of Malang Society and Culture style with fresh and Update.











Discussion about this post