Ekspektasi Kenaikan Suku Bunga The Fed Tekan Harga Emas hingga Level 4.336 Dolar AS
Pasar keuangan global kembali menyaksikan pelemahan harga emas pada perdagangan Rabu pagi, 23 September 2026. Penurunan ini didorong oleh kuatnya spekulasi pasar terkait rencana bank sentral Amerika Serikat, The Federal Reserve (The Fed), yang diproyeksikan bakal kembali mengerek suku bunga acuan pada akhir tahun ini.
Harga emas spot tercatat merosot 0,2 persen ke level 4.336,21 Dolar AS per ons. Sejalan dengan pasar spot, emas berjangka AS untuk kontrak pengiriman Desember juga mengalami koreksi sebesar 0,2 persen dan ditutup di posisi 4.376,40 Dolar AS per ons.
Sinyal Hawkish Pejabat Bank Sentral dan Dampak Suku Bunga Tinggi
Berdasarkan data CME FedWatch Tool, mayoritas pelaku pasar kini mengkalkulasi peluang sekitar 90 persen bahwa The Fed akan melanjutkan kebijakan moneter ketat pada pertemuan Desember mendatang. Sinyal hawkish ini menguat pascapernyataan dari sejumlah petinggi bank sentral AS, termasuk Presiden Fed St. Louis Alberto Musalem, Presiden Fed Chicago Austan Goolsbee, hingga Chairman The Fed Kevin Warsh.
Para pejabat tersebut mengisyaratkan krusialnya pengetatan moneter lanjutan untuk meredam inflasi, terutama setelah memicu lonjakan harga energi akibat eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah. Kebijakan suku bunga tinggi yang dibarengi penguatan Dolar AS secara otomatis mengikis daya tarik emas di mata investor, lantaran logam mulia tidak memberikan imbal hasil (non-yielding asset) dibandingkan instrumen investasi berbasis bunga lainnya.
Akibat tekanan meluas sepanjang tahun ini, harga emas kini telah terkoreksi signifikan hingga lebih dari 22 persen dari rekor tertinggi sepanjang masa di level 5.594,82 Dolar AS per ons yang sempat disentuh pada Januari lalu.
Dinamika Logam Mulia Lain dan Pengaruh Dinamika Pasokan Minyak Dunia
Di kala emas berada dalam tren menurun, pergerakan komoditas logam mulia lainnya menunjukkan variasi:
- Perak spot: Cenderung stabil di kisaran level 66,04 Dolar AS per ons.
- Platinum: Melonjak 1 persen hingga menyentuh posisi 1.816,22 Dolar AS per ons.
- Paladium: Melemah 0,7 persen ke level 1.291,69 Dolar AS per ons.
Laju tekanan terhadap komoditas emas sedikit tertahan seiring meredanya lonjakan harga minyak mentah dunia. Sentimen positif pada sektor energi ini muncul menyusul adanya sinyal pemulihan pasokan dari kawasan Teluk, termasuk berkembangnya rencana pembukaan kembali jalur strategis Selat Hormuz oleh pihak Iran.

Malang Today, lifestyle news and magazine platform that covers mix of Malang Society and Culture style with fresh and Update.











Discussion about this post