MALANG TODAY – Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melahirkan peluang menarik pada saham-saham sektor energi dan komoditas. Berdasarkan riset terbaru dari BRI Danareksa Sekuritas, tiga emiten komoditas yakni PT Bintang Samudera Mandiri Lines Tbk (BIPI), PT RMK Energy Tbk (RMKE), dan PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) direkomendasikan untuk perdagangan Rabu (23/9/2026). Selain menunjukkan pola teknikal yang kuat, ketiga saham ini disokong oleh fundamental kinclong serta aksi korporasi strategis.
BIPI: Berhasil Turnaround dan Menguji Level Resistance
Saham BIPI menunjukkan pergerakan teknikal yang memikat setelah memantul (rebound) dari area support 131-138. Saat ini, pergerakan harga berhasil bertengger di atas garis rata-rata pergerakan 20 hari (MA20) pada level 146, meski masih tertahan di resistansi 147.
Apabila BIPI mampu melakukan penembusan (breakout) pada rentang 147-150 yang didukung oleh lonjakan volume transaksi, target kenaikan harga diperkirakan berlanjut menuju level 158. Skenario pola pembalikan arah menguat (bullish setup) ini dinilai tetap terjaga selama area support 138 tidak tertembus.
Dari sisi kinerja keuangan, perseroan mencatatkan pemulihan fundamental yang signifikan (turnaround). Pada kuartal II-2026, BIPI membukukan laba bersih sebesar Rp 76,4 miliar. Performa ini melonjak drastis jika dibandingkan periode yang sama tahun 2025, di mana perusahaan sempat mengalami kerugian bersih hingga Rp 160,7 miliar.
RMKE: Penguatan Tertopang Kenaikan Laba Bersih 89,6%
Rekomendasi berikutnya jatuh pada RMKE yang masih kokoh bertahan di atas batas bawah support 400-388. Kendati mulai menunjukkan sinyal pembalikan arah, saham RMKE saat ini masih tertahan di bawah MA20 pada level 416 yang bertindak sebagai dynamic resistance.
Selama harga saham mampu menjaga konsolidasi di atas level 400, ruang penguatan menuju target 432-440 masih terbuka lebar. Namun, investor perlu mencermati batas toleransi batas bawah, karena skenario penguatan akan tidak berlaku (invalid) jika harga merosot di bawah level 388.
Langkah ekspansi bisnis RMKE tercermin nyata dari laporan keuangan semester I-2026. Perusahaan mencatatkan pendapatan fantastis mencapai Rp 1,6 triliun atau meroket 176,7% (YoY). Lonjakan pendapatan tersebut mendorong laba bersih melesat 89,6% (YoY) menjadi Rp 163,3 miliar, yang utamanya ditopang oleh pertumbuhan volume transaksi bisnis batubara dan integrasi jasa logistik.
CUAN: Struktur Bullish Terjaga di Tengah Rencana Akuisisi SINI
Emiten tambang milik konglomerat Prajogo Pangestu, CUAN, juga masuk dalam radar analisis. Saham ini tercatat konsisten bergerak di atas garis MA20 pada level 906 dan area support 855-914. Walau indikator momentum mengindikasikan adanya fase konsolidasi, struktur tren naik (bullish) dinilai masih cukup solid.
Selama CUAN mampu mempertahankan posisinya di atas level 914, peluang kenaikan harga menuju target 985 hingga 1.040 diperkirakan dapat terealisasi. Sebaliknya, potensi penguatan diproyeksikan gugur jika harga berbalik meluruh hingga menembus ke bawah 855.
Kondisi teknikal ini sejalan dengan rencana aksi korporasi perseroan yang tengah menjadi sorotan pasar. CUAN dilaporkan sedang dalam tahap negosiasi intensif untuk mengambil alih kendali atas PT Singaraja Putra Tbk (SINI). Saat ini, melalui anak usahanya PT Kreasi Jasa Persada serta PT Petrosea Tbk (PTRO), CUAN telah menguasai 27,78% kepemilikan saham di SINI. Proses finalisasi mengenai skema transaksi, nilai akuisisi, hingga jadwal penyelesaian penutupan transaksi hingga kini masih terus digodok oleh manajemen.

Malang Today, lifestyle news and magazine platform that covers mix of Malang Society and Culture style with fresh and Update.











Discussion about this post