Semarak Panggung Montreal Fashion Week 2026: Merayakan Estetika Lokal dan Ketahanan Industri Mode Quebec
Dunia busana kembali mengarahkan pandangannya ke Kanada saat Montreal Fashion Week (MFW) 2026 resmi digelar pada 21 hingga 27 September. Memasuki edisi keenamnya, perhelatan akbar ini menghimpun lebih dari 35 jenama ternama, perancang busana kenamaan, perajin kria, hingga organisasi industri mode. Selama sepekan penuh, lanskap kota Montreal disulap menjadi panggung megah yang mempertemukan peragaan busana inklusif, lokakarya interaktif, serta diskusi mode yang memikat para pencinta gaya hidup modern.
Dipelopori oleh klaster mode metropolit, Mmode, gelaran tahun ini memberikan sorotan khusus pada para kreator dan ekosistem bisnis di balik label “Made in Quebec”. Narasi utama yang diusung tidak hanya sekadar memamerkan siluet dan tren terbaru, melainkan membangun jembatan emosional yang mempertemukan para desainer secara langsung dengan penikmat mode.
Rangkaian Runway Eksklusif dan Pengalaman Mode Interaktif
Salah satu agenda yang paling dinantikan adalah kembalinya gelaran Tea Time fashion experience. Memasuki tahun ketiga penyelenggaraannya, acara kurasi unik ini menggabungkan keanggunan peragaan busana di atas runway, tradisi minum teh sore yang elegan, serta pengalaman berbelanja eksklusif bersama belasan desainer kenamaan Quebec.
Dinamika MFW 2026 semakin berwarna dengan hadirnya berbagai kolaborasi artistik. Kolektif La Fibre.Atelier menghadirkan program residensi bersama desainer Joëlle Paquette, sementara Association des Créateurs de Mode Indépendants (ACMI) mencatatkan debut perdana mereka di panggung MFW dengan memboyong hampir 20 label lokal yang mengedepankan prinsip produksi lokal yang berkelanjutan.
Pengunjung juga dimanjakan dengan eksplorasi kria melalui lokakarya pembuatan perhiasan bersama desainer Sarah Bijoux. Bagi penikmat busana santai, label favorit Everyday Sunday memamerkan koleksi terbaru mereka untuk musim mendatang dalam balutan panggung intimate. Di sudut kota lain, desainer Eliza Faulkner membuka pintu butiknya di kawasan artistik Mile End untuk peluncuran koleksi musim gugur/musim dingin yang memikat.
Tak kalah menarik, sinergi antara Musée des métiers d’art du Québec dan École de joaillerie de Montréal melahirkan peragaan busana berfokus pada aksesori perhiasan untuk pertama kalinya. Sementara itu, label Maison Joakim memilih galeri seni klasik untuk menyajikan parade koleksi terbarunya dengan estetika dramatis. Gelaran busana sepekan ini ditutup secara spektakuler dengan penampilkan karya-karya progresif dari desainer lokal pilihan seperti Maartin, LakuachiMmoto, Valmora, dan Mrkntn.
Diplomasi Mode: Menjaga Warisan Kriya di Tengah Tantangan Global
Penyelenggaraan MFW edisi kali ini memiliki bobot tersendiri di tengah dinamika perdagangan dan tekanan tarif manufaktur lokal yang dihadapi industri pakaian di Quebec. Panggung runway bukan lagi sekadar parade estetika, melainkan simbol ketahanan ekonomi dan apresiasi terhadap karya lokal.
Sektor manufaktur pakaian di Quebec saat ini menopang lebih dari 15.000 tenaga kerja. Kehadiran MFW menjadi platform strategis untuk mempertahankan kapasitas produksi lokal sekaligus mempromosikan nilai autentik dari setiap helaian busana yang dirancang dan diproduksi di tanah Kanada. Sejak dihidupkan kembali pada tahun 2021 di bawah naungan Mmode, MFW konsisten menjadi wadah penyatu bagi para pelaku ekosistem mode untuk terus bertransformasi dan bersinar di panggung internasional.

Malang Today, lifestyle news and magazine platform that covers mix of Malang Society and Culture style with fresh and Update.











Discussion about this post