Skip to main content

Malang Today

Malang Today
Beauty Fashion Music Malang
SEP 9, 2026
-- : --
⛅ 27°C
Utang Whoosh Ditanggung Negara, Rakyat Berisiko Ketiban Beban/Konser Rasa Nongkrong! MLDSPOT Fresh Concert On Wheels 2026 Siap Guncang Malang Pakai Stage Bus Unik/Misteri Bayi Orangutan di India, Diduga Selundupan dari Indonesia-Malaysia/Setengah Abad Wafat, Mengapa Mao Zedong Kembali Memikat Gen Z Tiongkok?/Lebih dari 2.000 Orang Diduga Keracunan MBG dalam Sepekan/Lima Jurnalis Hilang di Anak Krakatau, Tim SAR Perluas Area Pencarian/Protes Kabut Asap Karhutla, Aktivis Malaysia Demo KBRI Kuala Lumpur/Mengapa Polemik Beda Data Kemiskinan BPS dan Bank Dunia Terus Berulang?/Ratusan Orang Jadi Tersangka Karhutla, Akankah Keterlibatan Korporasi Diusut Tuntas?/Misteri kematian miliuner pencipta Mango, pembunuhan atau kecelakaan?/MBG: Puluhan lapas akan kelola dapur MBG, bagaimana penyajian menu dari penjara di Sukamiskin?/Gaza: Cerita WNI yang ditangkap Israel – ‘Dia bukan teroris’/Prabowo Sentil Nasionalisme Pengusaha: Kekayaan Alam Harus Dinikmati Rakyat, Bukan Parkir di Luar Negeri/Bank Muamalat dan BMM Salurkan Bantuan Ramadhan untuk Warga Binaan Lapas Lowokwaru/Trump Siap Mulai Kembali Mediasi Perselisihan Mesir-Ethiopia terkait Air Sungai Nil/
Utang Whoosh Ditanggung Negara, Rakyat Berisiko Ketiban Beban/Konser Rasa Nongkrong! MLDSPOT Fresh Concert On Wheels 2026 Siap Guncang Malang Pakai Stage Bus Unik/Misteri Bayi Orangutan di India, Diduga Selundupan dari Indonesia-Malaysia/Setengah Abad Wafat, Mengapa Mao Zedong Kembali Memikat Gen Z Tiongkok?/Lebih dari 2.000 Orang Diduga Keracunan MBG dalam Sepekan/Lima Jurnalis Hilang di Anak Krakatau, Tim SAR Perluas Area Pencarian/Protes Kabut Asap Karhutla, Aktivis Malaysia Demo KBRI Kuala Lumpur/Mengapa Polemik Beda Data Kemiskinan BPS dan Bank Dunia Terus Berulang?/Ratusan Orang Jadi Tersangka Karhutla, Akankah Keterlibatan Korporasi Diusut Tuntas?/Misteri kematian miliuner pencipta Mango, pembunuhan atau kecelakaan?/MBG: Puluhan lapas akan kelola dapur MBG, bagaimana penyajian menu dari penjara di Sukamiskin?/Gaza: Cerita WNI yang ditangkap Israel – ‘Dia bukan teroris’/Prabowo Sentil Nasionalisme Pengusaha: Kekayaan Alam Harus Dinikmati Rakyat, Bukan Parkir di Luar Negeri/Bank Muamalat dan BMM Salurkan Bantuan Ramadhan untuk Warga Binaan Lapas Lowokwaru/Trump Siap Mulai Kembali Mediasi Perselisihan Mesir-Ethiopia terkait Air Sungai Nil/

All Categories / Semua Kategori

Malang Beauty Fashion Music Technology Politic Celebrity Entertain Place to Go Astrology Pilkada 2024

Utang Whoosh Ditanggung Negara, Rakyat Berisiko Ketiban Beban

by BBC Indonesia
September 10, 2026
Utang Whoosh Ditanggung Negara Rakyat Berisiko Ketiban Beban.jpg

Utang Whoosh Ditanggung Negara Rakyat Berisiko Ketiban Beban.jpg

JAKARTA — Skema pembiayaan utang megaproyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) atau Whoosh memasuki babak baru. Kementerian Keuangan (Kemenkeu) dipastikan mengambil alih kendali pengelolaan utang proyek tersebut dari Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara. Langkah ini memicu sorotan tajam dari para ekonom terkait potensi pengalihan risiko finansial kepada negara dan dampaknya terhadap anggaran publik.

Kemenkeu Ambil Alih Skema Cicilan Rp1 Triliun per Tahun

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengonfirmasi bahwa pengelolaan utang proyek kereta cepat kini resmi dipegang oleh Kemenkeu. Berdasarkan kalkulasi awal, beban pembayaran utang kepada pihak China mencapai sekitar Rp1 triliun setiap tahunnya, dengan skema pengembalian yang direstrukturisasi dalam jangka panjang hingga 80 tahun.

Purbaya menilai beban tahunan tersebut masih berada dalam batas kemampuan fiskal yang dapat ditangani Kemenkeu. Pemerintah berencana menyerahkan eksekusi pembayaran ini kepada perusahaan special mission vehicle (SMV) di bawah kementerian, seperti PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) atau Indonesia Investment Authority (IIA), dengan memanfaatkan sebagian laba bersih lembaga tersebut.

Jejak Pembengkakan Anggaran dan Tekanan Keuangan BUMN

Sejak diresmikan pada Oktober 2023, proyek Whoosh tidak lepas dari kontroversi pembiayaan. Skema awal yang dijanjikan tidak akan menyentuh Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) mengandalkan pinjaman China Development Bank (CDB) sebesar 75 persen, sedangkan 25 persen sisa modal ditanggung oleh PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC)—konsorsium BUMN Indonesia dan Beijing Yawan.

Namun, dalam perjalanannya, pembengkakan biaya (cost overrun) memaksa pemerintah mengucurkan dana APBN untuk menutupi kekurangan modal. Dampak finansial ini juga memicu kerugian beruntun pada PT Kereta Api Indonesia (KAI) selaku pemegang saham utama di KCIC, sehingga memerlukan langkah restrukturisasi menyeluruh.

Ancaman terhadap Ruang Fiskal dan Pembiayaan Pembangunan

Langkah pengalihan kewajiban utang ke struktur Kemenkeu mendapat tanggapan kritis dari kalangan ekonom. Kepala Riset Bright Institute, Andri Perdana, menjelaskan bahwa penugasan PT SMI untuk menutupi utang Whoosh berisiko menggerus pendapatan bersih perusahaan. Hal ini secara langsung dapat mengurangi porsi Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP) yang disetor ke kas negara sekaligus mempersempit kapasitas pembiayaan infrastruktur daerah lainnya.

Andri juga mempertanyakan efektivitas Danantara jika proyek-proyek BUMN yang bermasalah secara likuiditas pada akhirnya tetap dibebankan kembali ke instrumen keuangan pemerintah.

Desakan Renegosiasi dan Kehati-hatian Pembiayaan Publik

Analis senior Indonesia Strategic and Economic Action Institution, Ronny Sasmita, mengingatkan adanya kerugian peluang (opportunity cost) yang signifikan bagi masyarakat. Menurutnya, setiap alokasi anggaran negara yang terpakai untuk menutup kewajiban Whoosh berpotensi mengurangi ruang fiskal untuk sektor vital seperti pendidikan, kesehatan, perlindungan sosial, dan infrastruktur dasar.

Sementara itu, pengamat ekonomi Anthony Budiawan menyarankan pemerintah untuk melakukan renegosiasi tingkat bunga dan skema pinjaman dengan pihak China agar tidak membebankan generasi mendatang. Sejalan dengan hal tersebut, Guru Besar FEB Universitas Indonesia, Prof. Telisa Aulia Falianty, mengingatkan pentingnya studi kelayakan (feasibility study) yang komprehensif serta transparansi publik jika pemerintah berencana memperpanjang rute Whoosh hingga ke Surabaya.

logo BBC Indonesia
BBC Indonesia

BBC Indonesia (atau BBC News Indonesia) adalah layanan berita berbahasa Indonesia dari lembaga penyiaran publik Britania Raya, British Broadcasting Corporation (BBC)

Related Posts

Misteri Bayi Orangutan Di India Diduga Selundupan Dari Indonesia Malaysia.jpg

Misteri Bayi Orangutan di India, Diduga Selundupan dari Indonesia-Malaysia

by BBC Indonesia
September 10, 2026

Ungkap misteri penemuan bayi orang utan di hutan India yang diduga kuat hasil penyelundupan satwa langka dari wilayah Indonesia atau...

Setengah Abad Wafat Mengapa Mao Zedong Kembali Memikat Gen Z.png

Setengah Abad Wafat, Mengapa Mao Zedong Kembali Memikat Gen Z Tiongkok?

by BBC Indonesia
September 10, 2026

Temukan alasan generasi muda Gen Z di China kembali mendalami pemikiran Mao Zedong di tengah tekanan ekonomi serta persaingan kerja...

Lebih Dari 2.000 Orang Diduga Keracunan Mbg Dalam Sepekan

Lebih dari 2.000 Orang Diduga Keracunan MBG dalam Sepekan

by BBC Indonesia
September 9, 2026

Sebanyak lebih dari 2.000 orang diduga mengalami keracunan MBG dalam sepekan terakhir, simak ulasan lengkap dan perkembangan kasus terbarunya di...

Lima Jurnalis Hilang Di Anak Krakatau, Tim Sar Perluas Area Pencarian

Lima Jurnalis Hilang di Anak Krakatau, Tim SAR Perluas Area Pencarian

by BBC Indonesia
September 9, 2026

Tim SAR memperluas wilayah pencarian lima jurnalis yang dilaporkan hilang di sekitar Gunung Anak Krakatau untuk mempercepat proses evakuasi.

Discussion about this post

View this post on Instagram

A post shared by SIGNATUREÈ MUSIC FESTIVAL (@signaturee.festival)

CONTACT US

ABOUT US

EDITORIAL

CYBER MEDIA GUIDELINES

DISCLAIMER

CONTACT US

CYBER MEDIA GUIDELINES

ABOUT US

DISCLAIMER

EDITORIAL

imunify-bot-check 2267
No Result
View All Result
  • Buy JNews
  • Place to gos

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.