MALANG TODAY — Gelombang kasus dugaan keracunan massal akibat program Makan Bergizi Gratis (MBG) merebak di sejumlah wilayah di Indonesia. Sejak awal hingga pertengahan September 2026, lebih dari 2.000 orang—sebagian besar merupakan siswa sekolah dan guru—harus mendapatkan perawatan medis usai mengonsumsi hidangan dari program tersebut.
Kasus dengan jumlah korban signifikan teridentifikasi di berbagai daerah, meliputi Kabupaten Pati dan Kabupaten Rembang di Jawa Tengah, Kabupaten Sidoarjo di Jawa Timur, Kabupaten Agam di Sumatra Barat, Kabupaten Tana Toraja di Sulawesi Selatan, hingga Kabupaten Bener Meriah di Aceh.
Ratusan Siswa dan Guru di Pati Terkena Dampak Keterlambatan Makanan
Insiden terbaru terjadi di Kabupaten Pati, Jawa Tengah. Sebanyak 231 siswa dari tiga sekolah, yakni SMP Negeri 1 Gembong, MTs Negeri 3 Pati, dan MTs Mambaul Ulum, mengalami pusing, mual, serta gangguan pencernaan. Kasus ini diduga kuat dipicu oleh menu nasi bakar ayam suwir yang diproduksi oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Gembong 1 Ngembes.
Keterlambatan distribusi disinyalir menjadi penyebab utama. Makanan yang seharusnya dikonsumsi sebelum pukul 12.00 WIB baru tiba di sekolah mendekati siang hari. Selain ratusan siswa, puluhan guru yang ikut mengonsumsi sajian tersebut dilaporkan turut mengalami gejala keracunan.
Ketua Satgas Percepatan MBG Kabupaten Pati, Risma Ardhi Chandra, mengonfirmasi para korban saat ini menjalani perawatan terpisah di Puskesmas Gembong, RSUD Suwondo, dan RS Mitra Bangsa. Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pati, Luky Pratugas Narimo, menyatakan timnya sedang melakukan penyelidikan epidemiologi dan mengirimkan sampel makanan ke laboratorium tingkat provinsi untuk diuji.
Lonjakan Korban di Rembang dan Sidoarjo
Di Kabupaten Rembang, Jawa Tengah, kasus terjadi secara beruntun di dua sekolah yang berdekatan. Di SMAN 1 Lasem, sebanyak 777 siswa dan guru dilaporkan mengalami diare massal usai mengonsumsi menu MBG berisi nasi dan ayam bakar. Tak lama setelahnya, 200 siswa dan 7 guru di MAN 2 Rembang mengalami pusing, mual, dan muntah usai menyantap sajian dari SPPG Ngemplak.
Sementara itu, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, mencatatkan angka terdampak mencapai 730 orang yang mayoritas merupakan santri di kawasan Tanggulangin. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sidoarjo, dr. Lakhsmie Herawati Yuwantina, mengonfirmasi sebagian besar korban telah berangsur pulih dan diperbolehkan menjalani rawat jalan.
Penyebaran Kasus di Sumatra, Sulawesi, dan Aceh
Kasus serupa meluas ke Kabupaten Agam, Sumatra Barat, dengan total 276 siswa dan guru dari jenjang SD hingga SMA yang diduga mengalami keracunan. Pemerintah daerah setempat mengambil langkah tegas dengan menghentikan sementara operasional SPPG Pasia Laweh yang bertindak sebagai pemasok makanan.
Di Tana Toraja, Sulawesi Selatan, sebanyak 152 siswa dari SMPN 1 Makale dan SMPN 2 Makale dirawat di tiga rumah sakit terpisah di Kota Makale. Sejumlah wali murid mengungkapkan hidangan MBG berupa daging ayam yang diterima anak-anak mereka dalam kondisi setengah matang, berlendir, dan berbau amis. Bupati Tana Toraja, Zadrak Tombeq, menginstruksikan seluruh fasilitas kesehatan untuk memberikan penanganan medis darurat secara maksimal.
Insiden juga tercatat di Kabupaten Bener Meriah, Aceh, di mana 15 siswa SD dan seorang kepala sekolah dilarikan ke puskesmas akibat mual, pusing, hingga sesak napas usai menyantap menu MBG.
Sikap Tegas Badan Gizi Nasional dan Penanggung Jawab Penyedia
Menanggapi maraknya kasus keracunan di berbagai wilayah, Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sudaryono, menegaskan pihak pemerintah tidak akan memberikan toleransi apabila hasil penyelidikan menemukan unsur kelalaian atau pelanggaran hukum dalam proses pengolahan makanan.
Di sisi lain, perwakilan pengelola SPPG di wilayah terdampak telah menyampaikan permohonan maaf terbuka kepada para sekolah dan keluarga korban. Pihak penyedia menyatakan siap bertanggung jawab penuh dengan menanggung seluruh biaya pengobatan serta evaluasi total terhadap prosedur operasional standar dapur produksi mereka.

BBC Indonesia (atau BBC News Indonesia) adalah layanan berita berbahasa Indonesia dari lembaga penyiaran publik Britania Raya, British Broadcasting Corporation (BBC)





Discussion about this post