Badan PBB untuk Kesetaraan Gender dan Pemberdayaan Perempuan (UN Women) resmi menganugerahkan penghargaan Women’s Empowerment Principles (WEPs) Awards 2026 Indonesia kepada 18 perusahaan terkemuka. Malam penganugerahan bergengsi tersebut digelar di Hotel Bidakara, Jakarta, pada Kamis (29/10/2026), sebagai bentuk apresiasi atas komitmen dunia usaha dalam mendorong kesetaraan gender yang terukur di lingkungan kerja, rantai pasok, hingga pemberdayaan masyarakat.
Para pemenang berhasil menyisihkan ratusan pesaing setelah dinilai secara independen dari total 142 aplikasi yang diajukan oleh 94 perusahaan. Angka partisipasi ini mencatatkan rekor tertinggi sejak ajang WEPs Awards pertama kali digulirkan pada 2020, sekaligus menjadi yang tertinggi di kawasan Asia Pasifik.
Mendorong Daya Saing dan Ketahanan Nasional
Representative UN Women Indonesia & Liaison to ASEAN, Ulziisuren Jamsran, menegaskan bahwa potensi ekonomi Indonesia yang masif hanya dapat dioptimalkan secara penuh dengan membangun sistem yang inklusif. Menurutnya, membuka ruang bagi kontribusi, solusi, dan potensi perempuan adalah kunci utama kemajuan ekonomi.
“Kesetaraan gender bukan isu perempuan semata, melainkan soal talenta, daya saing perusahaan, dan ketahanan nasional. Para pemenang tahun ini telah menerjemahkan komitmen menjadi aksi dan hasil nyata melalui kebijakan terstruktur, alokasi anggaran yang jelas, serta dampak yang terukur,” ujar Ulziisuren.
Ia menambahkan, praktik baik yang ditunjukkan para pemenang diharapkan tidak berhenti di tingkat korporasi pusat saja, melainkan mampu merambah hingga ke seluruh rantai pasok dan memberikan dampak positif pada tingkat rumah tangga.
Sejak diinisiasi pada 2019 yang kala itu hanya diikuti oleh 15 perusahaan penandatangan komitmen WEPs, kini jaringan WEPs di Indonesia telah berkembang pesat dengan melibatkan lebih dari 250 perusahaan. Tren positif ini membuktikan makin tingginya kesadaran sektor privat dalam menerapkan prinsip-prinsip pemberdayaan perempuan.
Dukungan senada disampaikan oleh Duta Besar Australia untuk Indonesia, Rod Brazier. Ia menyampaikan apresiasinya terhadap langkah berani korporasi di Indonesia dalam menciptakan iklim kerja yang lebih inklusif.
“Pencapaian para penerima penghargaan menunjukkan bahwa dunia kerja yang lebih setara dapat diwujudkan melalui kepemimpinan yang berani dan komitmen yang nyata. Australia bangga dapat bermitra dengan Indonesia dan UN Women untuk terus memperluas peluang bagi perempuan agar dapat berkontribusi dan memimpin,” ungkap Brazier.
Daftar Perusahaan Penerima WEPs Awards 2026
Sejumlah korporasi lintas sektor berhasil mencatatkan prestasi dalam berbagai kategori penghargaan berkat inovasi dan kebijakan inklusif yang mereka terapkan:
- Kategori Leadership Commitment: Diraih oleh PT Wijaya Karya (Persero) Tbk atas kepemimpinan Hadjar Seti Adji yang dinilai sukses mengintegrasikan kesetaraan gender ke dalam transformasi pengelolaan talenta, pengembangan pemimpin perempuan, serta penerapan kebijakan ramah keluarga dan kesejahteraan pekerja.
- Kategori Gender-Inclusive Workplace: Dimenangi oleh PT PLN (Persero) yang berhasil mengintegrasikan prinsip kesetaraan dalam tata kelola dan kinerja korporasi melalui penyediaan jam kerja fleksibel, cuti orang tua, serta fasilitas dukungan bagi karyawan yang memiliki tanggung jawab pengasuhan.
- Kategori Inclusive Procurement: Diraih oleh L’Oréal Indonesia melalui program Inclusive Sourcing Programme yang membuka peluang kerja dan akses ekonomi bagi kelompok kurang terlayani, termasuk perempuan, lewat kemitraan rantai pasok.
- Kategori Community Engagement & Partnerships: Diberikan kepada Siloam International Hospitals berkat program SELANGKAH (Semangat Lawan Kanker) yang berfokus memperluas edukasi, skrining, dan deteksi dini kanker payudara bagi perempuan.
- Kategori Tech & AI for Gender Equality (Kategori Baru): Disabet oleh PT Kereta Api Indonesia (Persero) melalui inovasi fitur Female Seat Map pada aplikasi Access by KAI, yang memberikan opsi kenyamanan bagi penumpang perempuan untuk memilih tempat duduk berdampingan dengan sesama perempuan.
Pendorong Utama Pembangunan Ekonomi
Deputi Bidang Kesetaraan Gender Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA), Amurwani Dwi Lestariningsih, menekankan pentingnya menempatkan kesetaraan gender sebagai pilar utama pembangunan nasional, bukan sekadar program pelengkap.
“Kesetaraan gender bukan sekadar hasil dari pembangunan ekonomi, melainkan salah satu pendorong utama dari pembangunan itu sendiri. Prinsip pemberdayaan perempuan mengingatkan kita bahwa aspek ini harus diintegrasikan ke dalam seluruh lini operasional perusahaan, bukan sekadar inisiatif temporer,” tutur Dwi.

Malang Today, lifestyle news and magazine platform that covers mix of Malang Society and Culture style with fresh and Update.











Discussion about this post