Ancaman Karhutla Gunung Arjuno dan Raung: Pemprov Jatim Perketat Pengawasan, OMC Terus Digelar
MALANG TODAY – Pemerintah Provinsi Jawa Timur menginstruksikan peningkatan kewaspadaan tingkat tinggi terhadap potensi ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang mengintai kawasan dataran tinggi Jatim, khususnya di wilayah Gunung Arjuno dan Gunung Raung. Sebagai langkah mitigasi taktis, operasi teknologi modifikasi cuaca atau Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) terus dipacu guna memicu presipitasi hujan di titik-titik rawan bencana.
Instruksi tegas tersebut disampaikan langsung oleh Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, saat menghadiri agenda Peringatan Hari Kesatuan Gerak PKK ke-54 dan Jambore Kader PKK Jatim yang berlangsung di Kota Malang, Senin (26/10/2026).
Gubernur Khofifah menekankan bahwa pemantauan sebaran titik panas (hotspot) wajib dilakukan secara intensif dan tanpa henti. Menurutnya, kendati jumlah titik panas terkadang berada dalam grafik terpantau, dinamika alam tetap menyimpan potensi risiko pemekar luas kebakaran yang sangat tinggi.
“Yang tidak bisa diduga itu arah angin dan kecepatan angin,” tegas Khofifah Indar Parawansa di hadapan jajaran Pemprov dan elemen masyarakat yang hadir di Kota Malang.
Kesiapsiagaan Lintas Elemen dan Taktis Modifikasi Cuaca
Menghadapi faktor cuaca ekstrem yang fluktuatif, Khofifah menginstruksikan seluruh personil gabungan untuk tetap berada dalam kondisi siaga satu. Sinergi ini melibatkan jajaran petugas penanggulangan bencana, personel Manggala Agni, relawan kekebakaran, hingga komponen Masyarakat Peduli Api (MPA) yang berdekatan langsung dengan lereng-lereng gunung di Malang Raya dan sekitarnya.
Respons cepat (quick response) dianggap menjadi kunci utama agar potensi titik api dapat diisolasi dan dipadamkan sebelum menjalar membesarkan skala kebakaran.
Di saat yang sama, langkah operasional udara berupa Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) dipastikan masih terus berjalan aktif. Pelaksanaan penyemaian garam di udara ini disesuaikan sepenuhnya dengan hasil analisis dan pemantauan kondisi pertumbuhan awan potensial yang dirilis oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).
Khofifah mengungkapkan, curah hujan yang mengguyur sejumlah wilayah rawan di Jawa Timur belakangan ini merupakan dampak positif dari efektivitas penyemaian awan dalam OMC tersebut. Hujan berintensitas ringan hingga sedang tersebut sangat membantu menurunkan suhu permukaan tanah dan meningkatkan kelembapan vegetasi hutan.
“Biasanya kita dapat hujan ringan sampai sedang, terus jalan selagi ada sinyal dari BMKG,” lanjut Khofifah menjelaskan pola kerja modifikasi cuaca yang tengah diandalkan saat ini.
Pemerintah Provinsi Jawa Timur berharap intervensi teknologi cuaca ini dapat menekan potensi karhutla secara signifikan. Kendati demikian, Pemprov Jatim menegaskan bahwa kesiapsiagaan darat oleh petugas dan masyarakat tidak boleh mengendur sedikit pun demi mengantisipasi pergeseran arah angin dan pergerakan titik api yang tidak terprediksi.

Malang Today, lifestyle news and magazine platform that covers mix of Malang Society and Culture style with fresh and Update.











Discussion about this post