Skema Rantai Pasok Dipangkas, DKP Kabupaten Malang Gencarkan Gerakan Pangan Murah
Pemerintah Kabupaten Malang terus mengakselerasi pelaksanaan Gerakan Pangan Murah (GPM) sebagai langkah strategis menekan laju inflasi daerah sekaligus mengamankan daya beli masyarakat. Program intervensi pasar yang disokong subsidi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) ini dirancang untuk memberikan efek ganda: meringankan beban pengeluaran rumah tangga sekaligus menggairahkan ekosistem produsen pangan lokal di wilayah Malang Raya.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Kabupaten Malang, Mahila Surya Dewi, menegaskan bahwa indikator keberhasilan GPM tidak hanya diukur dari tingkat penjualan saat bazar berlangsung, melainkan dari dampak berkelanjutan yang dirasakan langsung oleh masyarakat kelas menengah ke bawah.
“Tujuan paling mendasar dari gerakan ini adalah mempermudah akses warga terhadap komoditas pokok berkualitas dengan harga yang benar-benar terjangkau. Skema subsidi yang dialokasikan pemerintah daerah terbukti efektif menekan beban pengeluaran belanja rumah tangga serta menjaga daya beli masyarakat tetap stabil di tengah fluktuasi harga pasar,” ujar Mahila pada Senin (26/10/2026).
Bantalan Ekonomi dan Instrumen Pengendali Inflasi Daerah
Selain berfungsi sebagai jaring pengaman sosial bagi pemenuhan gizi keluarga, GPM memegang peranan vital dalam arsitektur ekonomi makro di Kabupaten Malang. Bekerja sama dengan Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Malang, pasokan komoditas disalurkan secara terukur untuk mencegah lonjakan harga yang acap kali memicu gejolak sosial.
“Dari sisi kepentingan daerah, instrumen pasar murah ini mendukung penuh upaya pengendalian inflasi dan menstabilkan pergerakan harga komoditas pokok. Ketika pasokan selalu terjamin dan harga tetap terjangkau, stabilitas sosial terjaga dan kepercayaan publik terhadap komitmen pemerintah daerah pun semakin kuat,” tambah Mahila.
Pangkas Tengkulak, Petani dan UMKM Lokal Raih Kepastian Harga
Menariknya, skema rantai pasok dalam program GPM di Kabupaten Malang dibuat ramah bagi para produsen di tingkat tapak. DKP secara konsisten merangkul kelompok tani, peternak, dan para pelaku UMKM pangan lokal untuk menyuplai bahan pokok secara langsung, mulai dari beras lokal, telur ayam, hingga beragam produk olahan.
“GPM ini membuka akses pasar yang jauh lebih luas dan pasti bagi para petani lokal serta pelaku UMKM. Kami memangkas rantai distribusi pangan yang panjang dan kerap membuat harga di tingkat hilir melambung tinggi,” tegas Mahila.
Dengan memutus mata rantai perantara atau tengkulak, para produsen lokal memperoleh kepastian harga jual yang layak dan menguntungkan. Di saat yang sama, komoditas dapat sampai ke tangan konsumen dengan harga relatif murah. DKP Kabupaten Malang berkomitmen menggelar program terpadu ini secara berkesinambungan hingga ke pelosok kecamatan demi menjamin pemerataan ketahanan pangan di seluruh bumi Kanjuruhan.

Malang Today, lifestyle news and magazine platform that covers mix of Malang Society and Culture style with fresh and Update.











Discussion about this post