JAKARTA — Saham emiten produsen rokok raksasa, PT Gudang Garam Tbk (GGRM), menunjukkan pergerakan positif di tengah dinamika pasar modal nasional. Emiten konsumer berbasis di Kediri ini mencatatkan penguatan harga saham sebesar 1,19 persen ke level Rp 16.950 per lembar pada penutupan perdagangan Jumat (23/10/2026), ditopang oleh dominasi volume pembelian serta tren teknikal yang terjaga di atas garis Moving Average 20 (MA20).
Kenaikan harga tersebut mempertegas pemulihan saham GGRM yang sempat tertekan. Sepanjang kurun waktu 19 hingga 23 Oktober 2026, saham Gudang Garam berbalik melonjak 10,78 persen. Daya tarik instrumen investasi ini kian diperkuat oleh masuknya arus modal asing, di mana investor asing secara konsisten mencatatkan aksi beli bersih (net buy) dari kurun 15 hingga 23 Oktober 2026, termasuk total net buy senilai Rp 17,54 miliar pada pekan tersebut.
Proyeksi Analis dan Rekomendasi Perdagangan
Melihat struktur pergerakan harga saat ini, MNC Sekuritas menilai pergerakan GGRM tengah memasuki fase teknikal yang potensial. Berdasarkan analisis gelombang (wave analysis), pergerakan saham emiten ini diperkirakan sedang berada pada bagian dari wave B dari wave (B).
Melalui ulasan riset pasar terbarunya, MNC Sekuritas memberikan rekomendasi trading buy untuk saham GGRM pada area harga Rp 16.850 – Rp 16.925. Broker ini menetapkan target harga secara bertahap di level Rp 17.425 dan Rp 17.850, serta menyarankan batas penahanan risiko (stop loss) jika harga merosot di bawah Rp 16.750.
Di sisi lain, analisis fundamental dari Phintraco Sekuritas masih mempertahankan rekomendasi buy untuk saham GGRM dengan estimasi harga wajar (fair value) berada di kisaran Rp 22.000 per lembar saham.
Pemulihan Profitabilitas dan Efisiensi Beban Pokok
Kinerja saham GGRM di bursa berbanding lurus dengan pemulihan profitabilitas perseroan sepanjang semester I-2026. Gudang Garam membukukan perbaikan margin operasional yang signifikan, di mana laba kotor melonjak 58 persen menjadi Rp 5,99 triliun. Pencapaian ini terutama dipicu oleh efisiensi beban pendapatan yang berhasil ditekan hingga 13 persen menjadi Rp 35,19 triliun.
Penurunan beban pendapatan tersebut utamanya disumbang oleh efisiensi pos biaya pita cukai, PPN, dan pajak rokok yang mengalami penurunan hingga 14 persen. Komponen efisiensi ini terbukti efektif menopang ekspansi margin laba perseroan di tengah kontraksi pendapatan.
Secara keseluruhan, pemulihan operasional GGRM tecermin pada beberapa indikator keuangan kunci:
- Laba Usaha: Melambung 659,6 persen menjadi Rp 3,9 triliun per Juni 2026, didorong pemangkasan beban usaha 33,9 persen serta kenaikan pendapatan lain-lain sebesar 28,5 persen.
- Laba Bersih: Melonjak drastis hingga 2.440 persen mencapai Rp 2,98 triliun.
- Kinerja Kuartalan: Mulai menunjukkan normalisasi pada kuartal II-2026 dengan laba bersih terkoreksi tipis 6,5 persen jika dibandingkan perolehan kuartal I-2026 yang sebesar Rp 1,54 triliun.
Tantangan Operasional dan Risiko Industri Cukai
Meski mengukuhkan pemulihan profitabilitas, volume penjualan rokok GGRM pada semester I-2026 secara total tercatat sebanyak 20,5 miliar batang, atau mengalami penurunan 13,6 persen. Penurunan volume ini berdampak pada perolehan pendapatan penjualan yang terkoreksi 7,2 persen.
Lini Sigaret Kretek Mesin High Tar (SKM HT) masih menjadi penopang utama produksi dengan kontribusi sebesar 17,4 miliar batang atau 85,2 persen dari total volume. Sementara itu, kategori Sigaret Kretek Tangan (SKT) dan Sigaret Kretek Linting (SKL) menyumbang 3 miliar batang, disusul segmen SKM Low Tar (LT) sebesar 0,09 miliar batang.
Dalam analisis risetnya, Phintraco Sekuritas mengingatkan investor untuk tetap mencermati sejumlah risiko utama yang membayangi prospek bisnis perseroan. Faktor penekan tersebut meliputi masih maraknya peredaran produk rokok ilegal, pelemahan daya beli masyarakat pada segmen pasar menengah ke bawah, serta ketidakpastian regulasi terkait penyesuaian tarif cukai hasil tembakau (CHT) di masa mendatang.

Malang Today, lifestyle news and magazine platform that covers mix of Malang Society and Culture style with fresh and Update.











Discussion about this post