SIDOARJO — Tim gabungan pengamanan Bandara Internasional Juanda berhasil menggagalkan upaya penyelundupan emas bubuk senilai Rp2,9 miliar menuju Malaysia. Dalam operasi penindakan tersebut, petugas mengamankan seorang warga negara India berinisial MN (31) yang mencoba mengelabui pemeriksaan ketat petugas penerbangan dengan modus operandi ekstrem yang jarang ditemui.
Pria berusia 31 tahun itu dicegat di area keberangkatan internasional Bandara Internasional Juanda, Sidoarjo, Jawa Timur, setelah gerak-geriknya memicu kecurigaan mendalam dari personel keamanan bandara. Penangkapan ini merupakan hasil kolaborasi solid antara Aviation Security (Avsec), TNI Angkatan Laut, Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, serta Kantor Imigrasi setempat.
Modus Ekstrem Sembunyikan Emas dalam Tubuh
Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, otoritas bandara menduga tersangka mencoba menyelundupkan barang berharga tersebut dengan cara memasukkan emas bubuk ke dalam tiga buah kondom, yang kemudian disembunyikan di dalam saluran pencernaan atau area rektumnya. Taktik menyembunyikan barang haram di dalam organ tubuh ini digunakan untuk menembus pemindai konvensional.
Guna memastikan dugaan tersebut, petugas merujuk tersangka ke rumah sakit terdekat dari kawasan bandara untuk menjalani pemeriksaan sinar-X (X-ray). Hasil rontgen medis secara jelas mengonfirmasi keberadaan benda asing berisi serbuk logam berharga di dalam tubuh pelaku.
Komandan Lanudal Juanda, Kolonel Laut (P) Henoch Nasarius Virzawan, mengonfirmasi keberhasilan penindakan lintas instansi tersebut. Dari hasil penimbangan, barang bukti emas bubuk tersebut memiliki berat kotor (bruto) sekitar 1.151 gram atau 1,15 kilogram dengan tingkat kemurnian mencapai 23,88 karat.
“Bersama seluruh pemangku kepentingan di Bandara Juanda, kami baru-baru ini berhasil menggagalkan upaya penyelundupan emas bubuk seberat 1.151 gram bruto,” tegas Henoch saat memberikan keterangan resmi.
Modus Baru dan Pengetatan Jalur Internasional
Pihak Pangkalan Udara TNI AL (Lanudal) Juanda menyoroti bahwa penggunaan serbuk emas dengan metode penyembunyian di dalam organ tubuh merupakan modus operandi baru yang baru pertama kali terdeteksi di lingkungan Bandara Internasional Juanda. Kompleksitas modus ini menandakan adanya pergeseran pola kejahatan transnasional dalam melintasi batas negara.
Menanggapi temuan ini, otoritas berwenang menegaskan bakal meningkatkan koordinasi serta memperketat prosedur pemindaian dan pengawasan penumpang internasional. Langkah preventif ini diambil guna mengantisipasi terulangnya upaya serupa melalui celah-celah keamanan bandara.
Saat ini, pelaku beserta barang bukti emas senilai miliaran rupiah tersebut telah diserahkan kepada Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polresta Sidoarjo untuk menjalani proses penyidikan hukum lebih lanjut dan membongkar kemungkinan keterlibatan jaringan penyelundupan internasional yang lebih luas.

Malang Today, lifestyle news and magazine platform that covers mix of Malang Society and Culture style with fresh and Update.











Discussion about this post