Wapres Respons Keluhan Nelayan Soal Pendangkalan Sungai Kaliyasa
Pemerintah berjanji akan segera menindaklanjuti keluhan para nelayan terkait kian parahnya pendangkalan di Sungai Kaliyasa. Komitmen tersebut disampaikan langsung oleh Wakil Presiden Republik Indonesia usai menyerap aspirasi masyarakat pesisir dalam sesi dialog di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Tegalkatilayu.
Masalah sedimentasi yang menumpuk di alur sungai tersebut dinilai telah mengganggu akses mobilitas nelayan yang hendak melaut, sehingga berdampak langsung pada produktivitas dan perekonomian warga setempat.
Keluhan Pendangkalan Sejak Decak Warsa dan Ancaman Longsor
Dalam dialog tersebut, salah seorang perwakilan nelayan lokal, Temu, mengungkapkan bahwa alur Sungai Kaliyasa belum pernah mendapatkan penanganan pengerukan secara menyeluruh dalam kurun waktu yang sangat lama.
“Saya ingin menyampaikan terkait pendangkalan Sungai Kaliyasa. Kami minta dikeruk, karena sejak tahun 1995 tidak pernah ada pengerukan,” ujar Temu di hadapan Wapres.
Selain masalah pendangkalan yang menyulitkan perahu nelayan saat melintas, ia juga menyoroti ancaman abrasi dan longsor di sepanjang tebing sungai. Warga berharap pemerintah tidak hanya mengeruk endapan lumpur, tetapi juga membangun tanggul pengaman atau penahan fondasi batu di tepi sungai.
“Kasihan nelayan kami yang mau berangkat ke laut karena dangkal. Kalau bisa sekalian dibaturai (dibuatkan fondasi batu) biar tidak longsor. Kasihan juga warga yang memiliki tanah di sekitar sungai karena lahannya terus tergerus,” tambahnya.
Rencana Pengerukan dan Pembangunan Pemecah Ombak
Menanggapi keluhan tersebut, Wapres mengakui bahwa fenomena pendangkalan alur sungai dan muara memang menjadi persoalan krusial yang juga ditemukan di beberapa wilayah pesisir Indonesia lainnya, seperti Lampung dan Cirebon.
Wapres menegaskan bahwa penanganan tidak boleh hanya bersifat sementara. Selain tindakan pengerukan (dredging), diperlukan penanganan teknis jangka panjang untuk mencegah terjadinya sedimentasi ulang di masa mendatang.
“Pendangkalan ini memang terjadi di beberapa tempat yang kami kunjungi. Jadi nanti perlu dilakukan pengerukan. Namun, agar sedimentasi tidak kembali lagi secara cepat, mungkin perlu dibangun sarana penunjang seperti pemecah ombak di sekitar lokasi,” terang Wapres.
Koordinasi Lintas Kementerian dan Penguatan Kesejahteraan Pesisir
Guna memastikan kondisi riil di lapangan, Wapres memutuskan untuk turun langsung meninjau titik-titik pendangkalan di Sungai Kaliyasa. Hasil temuan di lapangan ini akan segera dikoordinasikan dengan kementerian dan lembaga terkait agar langkah eksekusi teknis dapat segera terealisasi.
“Kita lihat ke lokasi langsung dan segera koordinasikan dengan kementerian terkait agar permasalahan ini tidak terus berulang,” tegas Wapres.
Selain fokus pada perbaikan infrastruktur alur sungai dan penahan gelombang, pemerintah juga menaruh perhatian pada pemenuhan kebutuhan dasar nelayan lainnya. Beberapa poin strategis yang turut didorong antara lain kepastian pasokan bahan bakar minyak (BBM) untuk nelayan, pendampingan manajemen usaha, hingga pembukaan akses pasar yang lebih luas demi meningkatkan kesejahteraan keluarga nelayan secara berkelanjutan.

Malang Today, lifestyle news and magazine platform that covers mix of Malang Society and Culture style with fresh and Update.











Discussion about this post