Resapi Semangat Resolusi Jihad, BEM PTNU Salurkan 120 Ribu Liter Air Bersih di Ketapang
MALANG TODAY – Mengaktualisasikan nilai-nilai sejarah dalam aksi nyata, Badan Eksekutif Mahasiswa Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama (BEM PTNU) Se-Nusantara menyalurkan bantuan 120.000 liter air bersih bagi masyarakat di Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat. Aksi kemanusiaan ini merupakan bagian dari gerakan bakti sosial serentak penyaluran 1 juta liter air bersih dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional.
Langkah nyata tersebut diambil untuk menerjemahkan semangat Resolusi Jihad 22 Oktober 1945 ke dalam perjuangan kontemporer. Gerakan ini tidak hanya berfokus pada pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, tetapi juga menyasar isu kepedulian ekologis serta upaya mewujudkan keadilan sosial di daerah-daerah yang membutuhkan.
Wujud Solusi Konkrit Mahasiswa untuk Masyarakat
Sekretaris Nasional BEM PTNU Se-Nusantara, Arip Muztabasani, hadir langsung dalam proses distribusi air bersih di Ketapang. Ia menegaskan bahwa gerakan mahasiswa saat ini harus bertransformasi. Tidak hanya bersikap kritis dalam merespons persoalan bangsa, mahasiswa juga dituntut memberikan solusi nyata yang menyentuh langsung akar kebutuhan masyarakat.
Arip menilai, peringatan Hari Santri tidak boleh terjebak dalam seremoni tahunan belaka. Makna perjuangan para ulama dan santri terdahulu harus diperluas untuk menjawab tantangan zaman, seperti kemiskinan, keterbatasan akses pendidikan, korupsi, ketimpangan sosial, hingga kerusakan lingkungan.
“Resolusi Jihad mengajarkan bahwa perjuangan membutuhkan keberanian, pengorbanan, dan keberpihakan terhadap kepentingan bangsa. Hari ini, semangat itu perlu kita aktualisasikan melalui kerja nyata. Penyaluran air bersih merupakan salah satu bentuk pengabdian yang berangkat dari kebutuhan mendasar masyarakat,” ujar Arip.
Ia menambahkan bahwa masalah sistemik bangsa memerlukan pendekatan konkret. Kemiskinan harus ditangani melalui pemberdayaan ekonomi dan pemenuhan kebutuhan dasar; isu pendidikan melalui pemerataan akses belajar; penanganan korupsi melalui penguatan integritas dan transparansi; serta isu lingkungan melalui perlindungan ekosistem dan tata kelola sumber daya alam yang berkeadilan.
Menguatkan Modal Sosial dan Nilai Khidmah Nahdliyin
Akses terhadap air bersih merupakan elemen vital yang berkaitan erat dengan derajat kesehatan, kualitas hidup, produktivitas ekonomi, hingga keberlanjutan lingkungan. Oleh karena itu, penyaluran air bersih di Ketapang diharapkan dapat memicu kesadaran kolektif mengenai pentingnya pengelolaan sumber daya air dan perlindungan ekosistem secara berkelanjutan.
Aksi ini juga selaras dengan nilai-nilai pengabdian Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), yakni khidmah (pengabdian), ukhuwah (persaudaraan), dan maslahah (kemaslahatan). Jaringan pesantren, ulama, mahasiswa, dan masyarakat dinilai sebagai modal sosial yang sangat strategis untuk membangun gerakan kemanusiaan yang terorganisasi dan berdampak luas.
“Hari Santri adalah momentum untuk melanjutkan perjuangan, bukan sekadar mengenang sejarah. Dari semangat Resolusi Jihad menuju aksi kemanusiaan, BEM PTNU Se-Nusantara meneguhkan komitmen untuk terus berkhidmah kepada umat, menjaga lingkungan, dan memperjuangkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia,” pungkas Arip.

Malang Today, lifestyle news and magazine platform that covers mix of Malang Society and Culture style with fresh and Update.











Discussion about this post