JAKARTA — Daya tarik kawasan Asia Tengah semakin memikat perhatian pelancong asal Tanah Air. Kazakhstan kini muncul sebagai salah satu destinasi utama masyarakat Indonesia yang menginginkan kombinasi unik antara lanskap alam bersalju, pegunungan yang megah, serta kekayaan jejak sejarah peradaban Islam.
Sepanjang semester pertama tahun 2026, tercatat sekitar 6.000 wisatawan Indonesia telah berkunjung ke Kazakhstan. Angka lonjakan ini terbilang fantastis karena hampir menyamai total akumulasi kunjungan wisatawan sepanjang tahun 2025 yang berada di angka 6.400 orang.
Wisata Halal dan Pesona Musim Dingin Jadi Daya Tarik Utama
Duta Besar Kazakhstan untuk Indonesia, Serzhan Abdykarimov, mengungkapkan bahwa minat besar pelancong Indonesia didorong oleh pencarian pengalaman baru di musim dingin serta wisata religi berbasis sejarah Islam. Hal tersebut disampaikannya dalam agenda Pertemuan Ketiga Perhimpunan Persahabatan Kazakhstan-Indonesia yang digelar di Jakarta pada Rabu (28/10/2026).
Selain mengandalkan panorama alam dan udara dingin, Kazakhstan secara proaktif mengembangkan sektor wisata ramah Muslim (halal tourism) dan wisata keluarga. Salah satu destinasi unggulan yang terus dipromosikan adalah kawasan Turkistan, sebuah wilayah bersejarah yang menyimpan berbagai monumen kuno peradaban Islam yang telah diakui sebagai situs warisan dunia oleh UNESCO.
Melihat tren positif yang terus merangkak naik, Dubes Abdykarimov optimistis pertumbuhan jumlah pelancong dari Indonesia pada akhir tahun 2026 mampu meledak hingga 120 persen jika dibandingkan dengan capaian tahun 2025.
Kunjungan Dua Arah dan Fasilitas Bebas Visa
Arus pergerakan wisatawan tidak hanya berlangsung satu arah. Warga negara Kazakhstan yang mengunjungi Indonesia juga menunjukkan peningkatan signifikan. Hingga Juli 2026, tercatat lebih dari 25.000 warga Kazakhstan bertandang ke Nusantara, melampaui total kunjungan sepanjang tahun 2025 yang sebanyak 24.000 orang.
Kenaikan angka kunjungan wisatawan Kazakhstan ke Indonesia ini turut didorong oleh kebijakan strategis Pemerintah Republik Indonesia yang membebaskan fasilitas visa kunjungan bagi warga Kazakhstan sejak 9 Juli 2026.
Direktur Jenderal Asia Pasifik dan Afrika Kementerian Luar Negeri RI, Santo Darmosumarto, menyambut hangat grafik hubungan bilateral yang kian positif tersebut. Menurutnya, jarak geografis bukan lagi hambatan untuk mempererat konektivitas kedua negara.
Kunjungan pejabat tinggi yang intensif serta terobosan kebijakan bebas visa menjadi pondasi krusial dalam memperluas jangkauan kerja sama, baik di sektor pariwisata maupun bidang strategis lainnya.
Persiapan Kunjungan Presiden Prabowo dan Kemitraan Ekonomi
Peningkatan interaksi antar-masyarakat ini selaras dengan penguatan hubungan diplomasi dan ekonomi kedua negara. Saat ini, pemerintah kedua negara tengah mematangkan sedikitnya 20 paket perjanjian kerja sama yang mencakup sektor investasi, perdagangan, digitalisasi, hingga pariwisata.
Rangkaian kesepakatan tersebut dijadwalkan akan ditandatangani secara resmi di sela-sela kunjungan negara Presiden Prabowo Subianto ke Kazakhstan yang diagendakan pada tahun 2027 mendatang.
Dari sisi integrasi ekonomi, Asisten Deputi Kerja Sama Ekonomi Bilateral Kemenko Perekonomian, Irwan Sinaga, mencatat bahwa volume perdagangan bilateral kedua negara telah mencatatkan angka mengesankan, yakni mencapai sekitar 386,7 juta dolar AS (kesetaraan Rp6,96 triliun). Kerja sama erat ini diharapkan terus menerjemahkan hubungan diplomatik menjadi kemitraan ekonomi yang konkret dan saling menguntungkan.

Malang Today, lifestyle news and magazine platform that covers mix of Malang Society and Culture style with fresh and Update.











Discussion about this post