MANCHESTER — Inggris Serikat secara resmi ditunjuk menjadi tuan rumah Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 ke-22 yang dijadwalkan berlangsung di kota Manchester pada 27-28 November 2027 mendatang. Forum diplomasi ekonomi terbesar di dunia ini akan menghimpun para kepala negara dan pemerintahan dari negara-negara anggota G20 guna membahas persoalan pertumbuhan ekonomi global serta berbagai tantangan internasional yang kian kompleks.
Selain gelaran puncak para pemimpin dunia di Manchester, rangkaian pertemuan tingkat menteri dan delegasi sepanjang masa Presidensi G20 Inggris Serikat juga akan tersebar di berbagai kota dan wilayah di penjuru Britania Raya.
Momentum Unjuk Gigi Industri dan Komunitas Britania
Menteri Sekretaris Negara Pertama Inggris Serikat, Louise Haigh, menegaskan bahwa kepercayaan menjadi tuan rumah G20 merupakan panggung strategis bagi negaranya. Kesempatan ini akan dimanfaatkan secara optimal untuk menampilkan keunggulan industri, inovasi, serta potensi komunitas lokal dari seluruh penjuru Britania Raya kepada dunia internasional.
Ini menjadi kali kedua bagi Inggris Serikat menggelar KTT G20 setelah terakhir kali memegang Presidensi G20 di London pada April 2009. Kala itu, pertemuan tingkat tinggi tersebut berlangsung di tengah gejolak krisis keuangan global, yang menghasilkan kesepakatan bersejarah penyuntikan dana stimulus ekonomi sebesar USD 1,1 triliun guna memulihkan pasar kredit, memacu pertumbuhan, dan membuka lapangan kerja global.
Kini, pertemuan puncak G20 2027 dipastikan berpusat di Manchester Central Convention Centre. Fasilitas konvensi megah di pusat kota Manchester tersebut diproyeksikan bakal dipadati ribuan diplomat, pejabat tinggi negara, serta perwakilan organisasi internasional papan atas dari seluruh penjuru dunia.
Mempererat Kemitraan Strategis Inggris-Indonesia
Duta Besar Inggris Serikat untuk Indonesia, Dominic Jermey, menyambut hangat momentum ini. Menurutnya, Presidensi G20 Inggris 2027 menjadi pijakan penting untuk memperkuat agenda prioritas bersama sekaligus memperdalam Kemitraan Strategis antara Inggris dan Indonesia.
Jermey mengenang kesuksesan Indonesia saat memegang Presidensi G20 pada 2022 yang dipuncaki dengan KTT Bali. Ia menegaskan komitmen Inggris untuk membalas keramahan yang pernah diterima delegasi dunia di Bali saat menyambut kehadiran delegasi Indonesia di Manchester nanti.
“Presidensi G20 Inggris Serikat akan menjadi kesempatan emas untuk memperdalam Kemitraan Strategis kedua negara. Kami berkomitmen terus bekerja sama dalam mendorong pertumbuhan dan ketahanan ekonomi, menjaga perdamaian dan keamanan, memperkuat hubungan antarmasyarakat, serta menjawab tantangan global yang berdampak langsung bagi rakyat kedua negara,” ujar Jermey.
Poros Utama Ekonomi Dunia
Sebagai forum utama kerja sama ekonomi internasional, G20 merepresentasikan kekuatan ekonomi yang sangat dominan. Anggota permanen forum ini mencakup 19 negara—termasuk Indonesia, Argentina, Australia, Brasil, Arab Saudi, China, Prancis, Jerman, India, Italia, Jepang, Meksiko, Rusia, Afrika Selatan, Korea Selatan, Turki, Inggris Serikat, Amerika Serikat, dan Kanada—serta dua organisasi regional, yakni Uni Eropa dan Uni Afrika.
Secara kumulatif, para anggota G20 menguasai sekitar 85% dari total Produk Domestik Bruto (PDB) dunia, menyumbang lebih dari 75% perdagangan internasional, serta mencakup hampir dua pertiga dari total populasi bumi. Penunjukan Manchester menegaskan posisi strategis kota industri bersejarah tersebut sebagai pusat diplomasi dan arah kebijakan ekonomi global masa depan.

Malang Today, lifestyle news and magazine platform that covers mix of Malang Society and Culture style with fresh and Update.











Discussion about this post