Skip to main content

Malang Today

Malang Today
Beauty Fashion Music Malang
SEP 9, 2026
-- : --
⛅ 27°C
Biaya Bahan Bakar Melonjak, Laba Maskapai Raksasa AS Tergerus/Penantian Panjang Berakhir! UNIQLO Resmi Buka Toko Perdana di MOG Malang 30 Oktober 2026/IHSG Melesat 0,95 Persen Terkerek Sentimen Positif Danantara dan Reformasi Pasar/KemenHAM Luncurkan Peta Digital Pemenuhan Hak Dasar Masyarakat Hingga Tingkat Desa/KAI Daop 7 Madiun Gembleng Frontliner Demi Pertajam Layanan Inklusif Bagi Penumpang Suropati/Kucurkan Dana Rp1,3 Triliun, Commonwealth Fusion Systems Siap Kembangkan Semikonduktor Khusus Reaktor Fusi/Haier Indonesia Bidik Ekspansi Pasar Jawa Timur Lewat Ajang Jatim Fair/IMF: AI Jadi Motor Utama Pertumbuhan Ekonomi Timur Tengah dan Asia Tengah/Menlu Wong Tegaskan Indonesia Mitra Kunci Australia dalam Memperkuat Stabilitas Kawasan/Yunani Tawarkan Kemitraan Strategis Sektor Galangan Kapal dengan Indonesia/Kemenag Resmikan Gerakan Bersarung Sepekan Sekali Demi Merawat Budaya Nusantara/Satir Industri Musik, Andien Kembalikan Nostalgia Audisi Era 2000-an di Video Klip Naksir/Debut Kontra Dewa United, Caretaker Arema FC Andre Caldas Garansi Fighting Spirit Singo Edan/Carta dan NewView Berkemitraan Dorong Startup Izinkan Karyawan Opsi Jual Saham Lebih Awal/Ancaman Super El Niño Meningkat, Jasindo Tebal Fortifikasi Mitigasi Risiko Asuransi Pertanian/
Biaya Bahan Bakar Melonjak, Laba Maskapai Raksasa AS Tergerus/Penantian Panjang Berakhir! UNIQLO Resmi Buka Toko Perdana di MOG Malang 30 Oktober 2026/IHSG Melesat 0,95 Persen Terkerek Sentimen Positif Danantara dan Reformasi Pasar/KemenHAM Luncurkan Peta Digital Pemenuhan Hak Dasar Masyarakat Hingga Tingkat Desa/KAI Daop 7 Madiun Gembleng Frontliner Demi Pertajam Layanan Inklusif Bagi Penumpang Suropati/Kucurkan Dana Rp1,3 Triliun, Commonwealth Fusion Systems Siap Kembangkan Semikonduktor Khusus Reaktor Fusi/Haier Indonesia Bidik Ekspansi Pasar Jawa Timur Lewat Ajang Jatim Fair/IMF: AI Jadi Motor Utama Pertumbuhan Ekonomi Timur Tengah dan Asia Tengah/Menlu Wong Tegaskan Indonesia Mitra Kunci Australia dalam Memperkuat Stabilitas Kawasan/Yunani Tawarkan Kemitraan Strategis Sektor Galangan Kapal dengan Indonesia/Kemenag Resmikan Gerakan Bersarung Sepekan Sekali Demi Merawat Budaya Nusantara/Satir Industri Musik, Andien Kembalikan Nostalgia Audisi Era 2000-an di Video Klip Naksir/Debut Kontra Dewa United, Caretaker Arema FC Andre Caldas Garansi Fighting Spirit Singo Edan/Carta dan NewView Berkemitraan Dorong Startup Izinkan Karyawan Opsi Jual Saham Lebih Awal/Ancaman Super El Niño Meningkat, Jasindo Tebal Fortifikasi Mitigasi Risiko Asuransi Pertanian/

All Categories / Semua Kategori

Malang Beauty Fashion Music Technology Politic Celebrity Entertain Place to Go Astrology

Saat Udara Bersih Dikorbankan demi Komoditas Global

by Green Peace Indonesia
October 5, 2026
Saat Udara Bersih Dikorbankan Demi Komoditas Global Greenpeace Indonesia

Saat Udara Bersih Dikorbankan Demi Komoditas Global Greenpeace Indonesia

Kebakaran hutan dan lahan gambut di Sungai Raya Dalam, Kalimantan Barat.

© Stefanus Taman / Greenpeace

Jakarta – 5 Oktober 2026. Tragedi kemanusiaan dan krisis lingkungan akibat kebakaran hutan dan lahan gambut (karhutla) kembali memakan korban jiwa dan menegaskan wajah asli dari buruknya tata kelola ekologis Indonesia. Karhutla yang terus berulang ini bukanlah bagian dari siklus, melainkan cermin nyata bahwa nyawa warga negara tidak lebih mahal demi melanggengkan rente ekonomi ekspansif berbasis komoditas global.

Potret kehancuran ini semakin dipertegas dari adanya jaringan kanal sepanjang 281.253,51 km yang membelah Pulau Sumatera, Kalimantan, hingga Papua. Panjang drainase buatan yang merusak sistem hidrologi alam ini setara dengan perjalanan bolak-balik Banyuwangi–Merak melalui Tol Trans Jawa sebanyak 120 kali.

Kejahatan lingkungan yang terstruktur ini secara langsung mengancam keselamatan hidup jutaan manusia serta memperparah krisis iklim. Riset menemukan bahwa paparan jangka panjang partikel berbahaya PM2,5 dari kebakaran gambut di Sumatera dan Kalimantan diperkirakan berkaitan dengan sekitar 33.100 kematian prematur pada orang dewasa dan 2.900 kematian bayi setiap tahunnya. Tidak hanya itu, krisis racun udara ini memicu lebih dari 4.390 kasus rawat inap tambahan akibat penyakit pernapasan akut, serta menyebabkan sekurangnya 635.000 kasus serangan asma berat pada anak-anak.[1] Angka-angka ini mempertegas bahwa polusi dari komoditas monokultur telah melumpuhkan hak dasar masyarakat atas udara bersih dan kesehatan.

Akar dari seluruh bencana ini bertumpu pada pengelolaan lanskap yang memberikan ruang amat luas bagi aktivitas agro-ekstraktif. Studi Pantau Gambut mengungkapkan fakta mengerikan bahwa dari total 24,2 juta hektare Kesatuan Hidrologis Gambut (KHG) di Indonesia, sekitar 16,4 juta hektare berada dalam kondisi rawan terbakar dan 6 juta hektare sangat rentan terhadap banjir.

Penguasaan ruang secara masif mencatat sedikitnya 8,3 juta hektare KHG dikuasai oleh 936 konsesi hingga Juli 2025, yang mencakup Hak Guna Usaha (HGU) sawit, Perizinan Berusaha Pemanfaatan Hutan (PBPH), Hutan Alam (HA), hingga Restorasi Ekosistem (RE).

Seluruh jenis konsesi ini terbukti memiliki skala kerentanan yang luas dan sistemik, membuktikan adanya korelasi langsung antara dominasi ekspansi bisnis korporasi dengan kehancuran ekosistem gambut.

Di tengah laju perusakan yang begitu masif, klaim pemulihan lingkungan oleh pemerintah dan pemegang konsesi terbukti sekadar ceremonial tanpa realisasi. Analisis Pantau Gambut selama satu dekade terakhir mencatat fakta ironis: sebesar 97% hingga 99% lahan yang terbakar tidak pernah dikembalikan fungsinya menjadi hutan.

Pasca-kebakaran besar rentang tahun 2015–2019, hanya 1% hingga 3% kawasan terdegradasi yang berhasil dipulihkan menjadi hutan kembali. Sebagian besar area bekas terbakar tersebut justru dibiarkan terlantar menjadi semak belukar (41%) atau secara sengaja dialihfungsikan menjadi perkebunan monokultur kelapa sawit skala besar (54%).

Fenomena ini menegaskan adanya pola pembiaran kebakaran yang berkelanjutan untuk mempermudah pembukaan lahan komersial baru. Temuan data Greenpeace sepanjang tahun 2026 kian menguatkan indikasi kejahatan korporasi yang terstruktur ini.

Analisis Greenpeace menemukan, dari total 6.811 titik sumber asap yang teridentifikasi selama periode 8 Agustus hingga 1 Oktober 2026, sebanyak 970 titik terpantau berada tepat di dalam 120 konsesi PBPH dan 980 titik berada di dalam 233 konsesi perkebunan kelapa sawit. Selain itu, sebanyak 3.557 titik berada di dalam 141 kawasan KHG, serta 2.719 titik ditemukan berulang pada areal yang pernah terbakar pada periode 2015–2023.

Data ini membuktikan keengganan pemerintah dalam menindak tegas para penjahat lingkungan yang terus beroperasi di wilayah rawan bencana. Krisis ini bahkan telah menembus batas-batas teritorial dan memicu ketegangan lintas negara.

Dampak kabut asap beracun yang melintas batas menunjukkan bahwa Dampak kabut asap beracun yang melintas batas menunjukkan bahwa persoalan ini bukan lagi sekadar isu teknis koordinasi antarnegara, melainkan kegagalan penegakan hukum di tingkat domestik. Berdasarkan pemantauan Greenpeace, hingga 1 Oktober 2026, kabut asap terdeteksi mencemari udara selama 55 hari di Sarawak, 16 hari di Sabah, 13 hari di Johor, 13 hari di Kuala Lumpur, serta 5 hari di Singapura, di samping turut mengepul di wilayah Brunei Darussalam dan Filipina.

Ekspor asap beracun ini menjadi bukti nyata bagaimana kerusakan lingkungan di dalam negeri merusak daya dukung kehidupan di kawasan Asia Tenggara. Ancaman kerusakan lingkungan kini juga meluas tajam ke wilayah timur Indonesia. Perkembangan karhutla tahun 2026 di Papua Selatan, khususnya Kabupaten Merauke, membawa dimensi baru yang sangat mengkhawatirkan.

Greenpeace mencatat sebanyak 1.413 titik sumber asap terdeteksi di Papua Selatan dari total nasional hingga 1 Oktober 2026. Yang lebih fatal, sejumlah titik sumber asap tersebut ditemukan di dua kawasan konservasi penting di Merauke—wilayah yang saat ini sedang dipaksa dan dipacu secara masif untuk menjadi sentra Proyek Strategis Nasional (PSN) berbasis lahan.

Eksploitasi tanpa batas yang mengorbankan keselamatan warga dan kelestarian ekosistem demi kepentingan komoditas ekspor tidak boleh lagi ditoleransi.

Negara harus segera menghentikan ekspansi agro-ekstraktif di kawasan rawan, mencabut izin konsesi yang terbukti merusak ekosistem gambut, serta menindak tegas seluruh korporasi penanggung jawab karhutla tanpa kompromi. Udara bersih dan keselamatan rakyat adalah hak mutlak yang tidak boleh terus-menerus ditukar demi keuntungan oligarki global. [SELESAI]

Catatan Editor:

  1. Lars Hein et al., “The Health Impacts of Indonesian Peatland Fires,” Environmental Health 21, no. 62 (2022), https://doi.org/10.1186/s12940-022-00872-w   https://d-nb.info/1266372741/34   
  2. Baca lembar fakta selengkapnya di tautan berikut dan versi bahasa Inggris di tautan ini.

Narahubung:

Belgis Habiba, Greenpeace Indonesia, +62 897-0005-629

Putra Septian, Pantau Gambut, +62 853-7262-6017

Budiarti Putri, Greenpeace Indonesia, +62 811-1463-105

Logo Green Peace
Green Peace Indonesia

Greenpeace ada karena bumi yang rapuh ini butuh suara. Kami adalah organisasi lingkungan global yang didedikasikan untuk bersama-sama melindungi masa depan

Related Posts

Biaya Bahan Bakar Melonjak Laba Maskapai Raksasa As Tergerus

Biaya Bahan Bakar Melonjak, Laba Maskapai Raksasa AS Tergerus

by Xinhua News
October 24, 2026

Lonjakan biaya bahan bakar menekan laba maskapai besar AS, memicu kekhawatiran industri penerbangan akan penurunan keuntungan secara signifikan.

Halo Malang 1 Minggu Lagi Menuju Opening Uniqlo Mall Olympic Garden (mog) Malang

Penantian Panjang Berakhir! UNIQLO Resmi Buka Toko Perdana di MOG Malang 30 Oktober 2026

by Malang Today
October 24, 2026

Kabar gembira yang ditunggu-tunggu warga Malang Raya akhirnya tiba! Merek ritel busana global asal Jepang, UNIQLO, mengonfirmasi pembukaan toko perdananya...

Ihsg Melesat 095 Persen Terkerek Sentimen Positif Danantara Dan Reformasi

IHSG Melesat 0,95 Persen Terkerek Sentimen Positif Danantara dan Reformasi Pasar

by Malang Today
October 24, 2026

IHSG Jakarta melonjak 0,95 persen didorong sentimen positif reformasi pasar serta dukungan Danantara yang memperkuat keyakinan investor lokal.

Kemenham Luncurkan Peta Digital Pemenuhan Hak Dasar Masyarakat Hingga Tingkat

KemenHAM Luncurkan Peta Digital Pemenuhan Hak Dasar Masyarakat Hingga Tingkat Desa

by Malang Today
October 24, 2026

KemenHAM luncurkan peta digital pemenuhan hak dasar hingga tingkat desa untuk dukung transparansi dan pembangunan berbasis hak asasi manusia.

Haier Indonesia Bidik Ekspansi Pasar Jawa Timur Lewat Ajang Jatim

Haier Indonesia Bidik Ekspansi Pasar Jawa Timur Lewat Ajang Jatim Fair

by Malang Today
October 24, 2026

Haier Indonesia mengoptimalkan Jatim Fair untuk memperluas jangkauan pasar dan menghadirkan inovasi produk elektronik terbaik bagi masyarakat.

Imf Ai Jadi Motor Utama Pertumbuhan Ekonomi Timur Tengah Dan

IMF: AI Jadi Motor Utama Pertumbuhan Ekonomi Timur Tengah dan Asia Tengah

by Xinhua News
October 24, 2026

IMF menyoroti potensi besar kecerdasan buatan dalam mendorong pertumbuhan ekonomi serta transformasi digital di wilayah Timur Tengah dan Asia Tengah.

Menlu Wong Tegaskan Indonesia Mitra Kunci Australia Dalam Memperkuat Stabilitas

Menlu Wong Tegaskan Indonesia Mitra Kunci Australia dalam Memperkuat Stabilitas Kawasan

by Malang Today
October 24, 2026

Menlu Wong tegaskan Indonesia adalah mitra penting Australia untuk memperkuat kerja sama, stabilitas, dan pertumbuhan ekonomi di kawasan Indo-Pasifik.

Yunani Tawarkan Kemitraan Strategis Sektor Galangan Kapal Dengan Indonesia

Yunani Tawarkan Kemitraan Strategis Sektor Galangan Kapal dengan Indonesia

by Malang Today
October 24, 2026

Yunani menjajaki kemitraan strategis sektor galangan kapal dengan Indonesia guna memperkuat industri maritim dan ekonomi kedua negara.

Kemenag Resmikan Gerakan Bersarung Sepekan Sekali Demi Merawat Budaya Nusantara

Kemenag Resmikan Gerakan Bersarung Sepekan Sekali Demi Merawat Budaya Nusantara

by Malang Today
October 24, 2026

Kemenag dorong gerakan bersarung sepekan sekali demi merawat budaya Nusantara dan memperkuat identitas nasional masyarakat Indonesia.

Ancaman Super El Nino Meningkat Jasindo Tebal Fortifikasi Mitigasi Risiko

Ancaman Super El Niño Meningkat, Jasindo Tebal Fortifikasi Mitigasi Risiko Asuransi Pertanian

by Malang Today
October 24, 2026

Jasindo perkuat mitigasi risiko asuransi pertanian guna lindungi petani dan menjaga ketahanan pangan nasional dari dampak cuaca ekstrem Super El...

Discussion about this post

Signaturee 2026 Badge
Signaturee Avatar
View this post on Instagram

A post shared by SIGNATUREÈ MUSIC FESTIVAL (@signaturee.festival)

Logo Square MLGTDY 1

CONTACT US

ABOUT US

EDITORIAL

CYBER MEDIA GUIDELINES

DISCLAIMER

Logo Square MLGTDY 1

CONTACT US

CYBER MEDIA GUIDELINES

ABOUT US

DISCLAIMER

EDITORIAL

9477
No Result
View All Result
  • Buy JNews
  • Place to gos

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.