PBB — Eskalasi kekerasan yang terus meningkat di wilayah tenggara Republik Demokratik (RD) Kongo memicu gelombang pengungsian massal. Badan Kemanusiaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mencatat ribuan warga sipil terpaksa meninggalkan tempat tinggal mereka untuk menyelamatkan diri dari ancaman serangan kelompok bersenjata sejak Agustus lalu.
Ribuan Warga Mengungsi Kian Melonjak
Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA) melaporkan bahwa hampir 12.000 orang telah melarikan diri dari wilayah Nambya yang berada di Provinsi Haut-Lomami. Para pengungsi tersebut bergerak menyelamatkan diri menuju wilayah Mitwaba di Provinsi Haut-Katanga.
Gelombang pengungsian terbaru ini dipicu oleh insiden serangan mematikan yang menewaskan sedikitnya dua warga sipil, melukai beberapa orang lainnya, serta mewarnai aksi penculikan di wilayah tersebut. Kehadiran ribuan pengungsi baru ini langsung bergabung dengan sekitar 14.500 warga lain yang lebih dahulu mengungsi akibat serangan serupa pada awal bulan ini.
Krisis Kemanusiaan dan Tekanan Bagi Warga Lokal
Peningkatan jumlah pengungsi secara drastis ini memberikan beban yang sangat berat bagi komunitas lokal yang menampung mereka. Kebutuhan mendesak akan bantuan kemanusiaan kini melonjak tajam, mencakup bantuan tempat tinggal, bahan makanan, perlindungan keamanan, layanan kesehatan, hingga akses air bersih dan sanitasi yang memadai.
OCHA memberikan peringatan keras bahwa apabila konflik dan aksi kekerasan terus berlanjut, jumlah warga yang kehilangan tempat tinggal akan semakin membengkak. Kondisi keamanan yang memburuk juga berpotensi menghambat pergerakan dan akses para pekerja kemanusiaan di lapangan untuk menyalurkan bantuan kepada warga yang membutuhkan.
PBB Desak Perlindungan Warga Sipil
Merespons situasi yang kian kritis ini, PBB kembali menyerukan kepada seluruh pihak yang bertikai untuk segera menghentikan kekerasan. PBB menegaskan pentingnya kewajiban moral dan hukum untuk melindungi warga sipil serta menghormati hukum humaniter internasional.
Selain itu, seluruh faksi yang terlibat didesak untuk menjamin akses bantuan kemanusiaan yang aman, berkelanjutan, dan tanpa hambatan, demi mencegah krisis kemanusiaan yang lebih buruk di RD Kongo.

Xinhuanet is a comprehensive service-oriented news information portal and the most influential online media in China











Discussion about this post