PHNOM PENH — Pemerintah Kamboja menegaskan komitmennya dalam memberantas kejahatan siber berskala internasional. Perdana Menteri Kamboja, Hun Manet, menyatakan secara tegas bahwa wilayah hukum negaranya tidak akan pernah menjadi tempat berlindung yang aman bagi sindikat penipuan daring (online scam).
Pernyataan tersebut disampaikan langsung oleh PM Hun Manet saat membuka Konferensi Internasional Pemberantasan Penipuan Daring yang berlangsung di Phnom Penh, Kamboja, pada Rabu (23/9) hingga Kamis (24/9).
Tingkatkan Kerja Sama Global
Konferensi tingkat tinggi tersebut diselenggarakan sebagai bentuk respons nyata Kamboja terhadap maraknya aksi penipuan berbasis digital yang melintasi batas negara. Acara ini dihadiri oleh berbagai perwakilan negara mitra, aparat penegak hukum, serta pakar keamanan siber guna memperkuat sinergi dan kolaborasi global.
PM Hun Manet menekankan bahwa kejahatan siber merupakan ancaman lintas negara yang tidak dapat diselesaikan oleh satu negara saja. Oleh karena itu, diperlukan pertukaran informasi yang cepat, kolaborasi penegakan hukum, serta tindakan tegas untuk membongkar jaringan penipuan berbasis teknologi yang kerap merugikan masyarakat internasional.
Langkah Tegas Kamboja
Pemerintah Kamboja terus berupaya membersihkan citra negaranya dari tuduhan sebagai basis operasi sindikat penipuan digital. Melalui pengetatan regulasi dan operasi penindakan hukum yang intensif, Kamboja berkomitmen untuk menutup seluruh celah yang berpotensi dimanfaatkan oleh para pelaku kejahatan siber.
Melalui forum internasional ini, Kamboja berharap dapat membangun kerangka kerja sama yang lebih solid bersama negara-negara tetangga dan mitra global demi menciptakan ekosistem digital yang aman dan terbebas dari praktik penipuan.

Xinhuanet is a comprehensive service-oriented news information portal and the most influential online media in China











Discussion about this post