Diplomasi Budaya di Ottawa: Batik Indonesia Memukau Publik Kanada
Aula Caraka Nusantara di Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Ottawa, Kanada, disulap menjadi galeri seni sekaligus panggung peragaan busana yang megah pada Jumat (2/10/2026). Acara bertajuk Batik: From Indonesia to the World ini digelar sebagai perayaan Hari Batik Nasional sekaligus memperingati 17 tahun pengakuan batik sebagai Warisan Budaya Takbenda Kemanusiaan oleh UNESCO.
Sebanyak 150 tamu undangan yang terdiri dari anggota Parlemen Kanada, korps diplomatik ASEAN, hingga kalangan pengusaha setempat hadir dalam perhelatan tersebut. Suasana kental dengan nuansa Nusantara, di mana alunan gamelan Jawa dan penampilan musik angklung dari Indonesia Canadian Angklung Society (ICAS) menyambut para tamu yang mayoritas mengenakan busana batik.
Batik sebagai Identitas dan Diplomasi
Duta Besar Indonesia untuk Kanada, Muhsin Syihab, menegaskan bahwa batik bukan sekadar kain, melainkan representasi jiwa bangsa Indonesia. Menurutnya, batik adalah seni yang diwariskan secara turun-temurun melalui ketekunan dan kesabaran para perajin.
“Batik adalah Indonesia. Ia menyertai setiap fase kehidupan masyarakat kami, mulai dari kelahiran, pernikahan, hingga perpisahan. Batik hadir di sekolah, kantor, hingga ruang-ruang pemerintahan,” ujar Dubes Muhsin dalam sambutannya.
Lebih jauh, ia menyoroti peran batik sebagai instrumen diplomasi yang “fasih”. Ia mengenang momen bersejarah ketika para pemimpin dunia, termasuk Perdana Menteri Kanada Jean Chrétien pada KTT APEC 1994 dan Perdana Menteri Justin Trudeau pada KTT ASEAN 2023, mengenakan batik. Baginya, batik mampu menyampaikan pesan persahabatan yang melampaui kata-kata dalam dokumen resmi.
Membangun Jembatan Persahabatan
Anggota Parlemen Kanada, Sameer Zuberi, yang hadir sebagai tamu kehormatan, memuji inisiatif KBRI Ottawa dalam memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia. Ia menilai batik sebagai pintu masuk yang indah bagi masyarakat Kanada untuk lebih mengenal Indonesia, tidak hanya sebagai mitra ekonomi, tetapi juga bangsa dengan kekayaan tradisi yang luar biasa.
Zuberi juga menekankan pentingnya hubungan bilateral yang terus menguat, terutama pasca penandatanganan Indonesia-Canada Comprehensive Economic Partnership Agreement (ICA-CEPA) pada September 2025. “Perayaan budaya seperti ini memastikan kemitraan ekonomi kita berakar pada saling pengertian antarmasyarakat,” tambahnya.
Peragaan Busana: Menembus Batas Generasi
Puncak acara diisi dengan peragaan busana bertajuk The Ageless Runway: Batik Across Generations. Peragaan ini menampilkan koleksi kain pusaka dalam tiga babak, yang membawa penonton menelusuri sejarah batik dari keraton Yogyakarta dan Surakarta, pengaruh akulturasi di Banyumas, hingga motif pesisir dan corak kontemporer dari Madura dan Papua.
Antusiasme para tamu terlihat jelas, termasuk dari istri Duta Besar Kroasia untuk Kanada, Helena Skarcic. Ia mengaku terkesan melihat bagaimana batik mampu dikenakan oleh berbagai kalangan usia, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa, dengan tetap terlihat elegan dan istimewa.
Melalui perhelatan ini, KBRI Ottawa tidak hanya merayakan warisan budaya, tetapi juga memperkuat ikatan emosional antara Indonesia dan Kanada. Menyongsong 75 tahun hubungan diplomatik pada 2027, batik menjadi simbol kesabaran dan komitmen dalam merajut persahabatan antarnegara, layaknya titik demi titik dan garis demi garis yang membentuk motif batik yang indah.

Malang Today, lifestyle news and magazine platform that covers mix of Malang Society and Culture style with fresh and Update.











Discussion about this post