Pemerintah Indonesia secara tegas membantah adanya rencana pembagian telepon seluler pintar (smartphone) secara cuma-cuma untuk menyalurkan bantuan langsung tunai (BLT). Pernyataan resmi ini sekaligus meluruskan klaim yang sempat dilontarkan oleh adik kandung Presiden Prabowo Subianto, Hashim Djojohadikusumo.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengonfirmasi bahwa wacana pembagian gawai gratis tersebut tidak pernah masuk dalam agenda pembahasan pemerintah.
“Tidak ada rencana seperti itu. Kami tidak pernah membahas rencana pembagian ponsel pintar gratis,” tegas Airlangga saat memberikan keterangan kepada awak media di Jakarta.
Program Pembukaan Rekening Bank Masal Tetap Berjalan
Meski membantah wacana pembagian ponsel pintar, pemerintah membenarkan adanya agenda strategis lain di bidang inklusi keuangan. Pemerintah tengah menyiapkan regulasi terkait pembukaan rekening bank secara otomatis bagi setiap warga negara Indonesia yang telah menginjak usia 17 tahun.
Kebijakan ini dirancang untuk mempercepat pemerataan akses perbankan digital di seluruh pelosok tanah air. Airlangga menyebutkan bahwa pengerjaan payung hukum untuk program ini sedang difinalisasi dan diproyeksikan mulai beroperasi pada triwulan keempat tahun ini.
“Kami saat ini masih merumuskan rancangan peraturannya,” tambah Airlangga.
Alokasi Anggaran dan Kemitraan Perbankan
Untuk mendukung keberhasilan program pembukaan rekening masal ini, pemerintah telah menyiapkan alokasi anggaran sebesar Rp 3,8 triliun (sekitar 211,4 juta Dolar AS).
Dalam pelaksanaannya, pemerintah menggandeng dua lembaga perbankan milik negara, yakni Bank Rakyat Indonesia (BRI) dan Bank Syariah Indonesia (BSI). Kemitraan ini diharapkan dapat memperkuat infrastruktur penyaluran bantuan sosial agar lebih tepat sasaran, transparan, dan terintegrasi secara digital di masa mendatang.

Malang Today, lifestyle news and magazine platform that covers mix of Malang Society and Culture style with fresh and Update.











Discussion about this post