Ibu kota mode dunia bersiap menyambut salah satu perhelatan paling bergengsi dalam kalender gaya hidup global. Milan Fashion Week resmi mengumumkan kembalinya panggung megah mereka untuk musim mendatang, menjanjikan pameran kreativitas yang dinamis dan semakin mempertegas jangkauan internasional industri mode Italia. Dengan total 203 agenda yang mencakup 61 peragaan busana (54 secara fisik dan tujuh digital), 88 presentasi eksklusif, serta 54 perhelatan budaya, panggung runway Milan dipastikan akan dipenuhi oleh kejutan estetika terbaik.
Kombinasi antara kemewahan rumah mode papan atas dan energi segar dari para perancang muda menjanjikan pameran siluet yang memesona. Gelaran ini tak sekadar menjadi ajang selebrasi tren busana, tetapi juga potret nyata bagaimana tradisi dan inovasi masa depan berpadu dalam keharmonian yang sempurna.
Panggung Utama: Jadwal Peragaan Busana Rumah Mode Legendaris
Pekan mode ini akan dibuka secara spektakuler oleh rumah mode Prada, yang siap memamerkan koleksi terbarunya di panggung pembuka. Pada hari yang sama, label penuh gebrakan Diesel mengambil alih panggung untuk menghadirkan estetika kasual berkelas khas mereka. Hari berikutnya akan dihiasi oleh parade keanggunan dari Jil Sander, Fendi, Missoni, hingga Etro yang dikenal dengan eksplorasi motif dan tekstur mewahnya.
Kemewahan berlanjut saat Max Mara, Marni, Roberto Cavalli, dan Emporio Armani memamerkan narasi gaya mereka di panggung mode. Atmosfer panggung diprediksi semakin memanas ketika Tod’s, Gucci, dan Moschino tampil berturutan. Sorotan khusus tertuju pada Moschino, yang menyajikan debut dinantikan dari duet desainer Loris Messina dan Simone Rizzo (yang sebelumnya memimpin label Sunnei) sebagai nakhoda kreatif baru mereka.
Menjelang akhir pekan, panggung runway akan disempurnakan oleh eksplorasi keanggunan ala Dolce & Gabbana serta Bottega Veneta yang selalu dinanti lewat keahlian kriya kulitnya. Pertunjukan fisik akan ditutup secara megah oleh maestro mode Giorgio Armani, menyajikan koleksi yang dipastikan menjadi tolok ukur tren gaya hidup mendatang.
Angin Segar Talenta Baru dan Ekspansi Digital
Panggung kalender busana wanita musim ini juga semakin berwarna dengan hadirnya deretan debutan internasional. Label asal Portugal, Marques’Almeida—pemenang penghargaan LVMH Prize yang didirikan oleh Marta Marques dan Paulo Almeida—serta desainer Miguel Vieira dipastikan melenggang untuk pertama kalinya di panggung Milan. Kehadiran label Neithan Herbert dari Meksiko rancangan desainer asal Ekuador, Neithan Ruiz, serta Victor-Hart, penerima penghargaan The MAX&Co. Design for Change 2024, semakin memperkaya keanekaragaman latar belakang kultural dalam perhelatan ini.
Tidak hanya di atas peragaan busana utama, deretan nama baru juga mewarnai sesi presentasi eksklusif. Nama-nama seperti Off-White, Sézane, Andrea Brocca, Daily Mirror, hingga Unknown Artisan siap memperkenalkan eksplorasi material dan estetika terbaru mereka kepada para pengamat mode dunia. Rumah mode legendaris seperti Alanui, Gherardini, dan label pakaian dalam mewah La Perla juga kembali hadir memamerkan babak baru perjalanan desain mereka. Sementara itu, ranah peragaan digital diperkaya oleh partisipasi talenta muda seperti Banke Kuku, Mastewal Alemu, Timisola Shasanya, dan Rechenberg.
Selebrasi Dekade, Eksplorasi Seni, dan Semangat Inovasi
Perhelatan kali ini sekaligus menjadi momen istimewa untuk merayakan pencapaian penting sejumlah label ternama. Label perhiasan dan busana The Attico, Amato Daniele, serta Edis Pala merayakan hari jadi mereka yang ke-10. Produsen sepatu mewah Gianvito Rossi dan label busana luar Parajumpers menandai perjalanan 20 tahun mereka di dunia mode, sementara merek ikonis Hogan merayakan kiprah sukses selama empat dekade.
Kemewahan perhelatan ini makin disempurnakan oleh serangkaian acara pendukung berkelas. Acara jamuan makan malam resmi yang diselenggarakan oleh Camera Nazionale della Moda Italiana (CNMI) di Palazzo Reale menandai pembukaan pameran seni “Dalí and Fashion” yang dikurasi khusus oleh Pemerintah Kota Milan. Melalui fasilitas Fashion Hub milik CNMI, Milan sekali lagi membuktikan kemampuannya memadukan lokasi bersejarah dengan ruang-ruang eksklusif sebagai laboratorium eksperimen bagi desainer mapan maupun pendatang baru.
“Milan terus menjadi daya tarik utama bagi merek dan kreator global karena menawarkan ekosistem unik di mana warisan sejarah, eksperimen, industri, dan riset dapat saling melengkapi,” ungkap Carlo Capasa, Presiden Camera Nazionale della Moda Italiana. “Debut dan nama-nama baru dalam perhelatan ini merupakan bukti nyata dari vitalitas Milan. Kemampuan untuk terus berevolusi tanpa kehilangan identitas aslinya inilah yang membuat posisi Milan semakin sentral dalam peta mode internasional.”

Malang Today, lifestyle news and magazine platform that covers mix of Malang Society and Culture style with fresh and Update.











Discussion about this post