Panggung pameran busana dunia kembali menyorotkan cahayanya ke ibu kota Inggris. Di tengah antusiasme tinggi menyambut kembalinya nama-nama besar seperti Mulberry, Christopher Kane, dan kembalinya rumah mode McQueen ke rumah asalnya setelah bertahun-tahun merajai panggung Paris, deretan desainer papan atas London lainnya turut membuktikan panggung kreativitas yang tak kalah memikat.
Pekan mode musim ini menjadi ajang pembuktian betapa dinamisnya busana siap pakai (ready-to-wear) yang mampu memadukan antara romantisisme drama panggung panggung mode dengan kebutuhan gaya hidup urban yang fungsional.
Dongeng Romantis dan Realitas Gaya Simone Rocha
Desainer legendaris Simone Rocha, yang saat ini masuk dalam bursa calon penerima penghargaan Designer of the Year di ajang Fashion Awards, kembali menyuguhkan estetika fantasi bak dongeng yang telah menjadi ciri khasnya. Karakter desainnya yang konsisten bukanlah bentuk pengulangan yang menjenuhkan, melainkan penegasan atas identitas visual yang selalu berhasil memikat pencinta mode. Pita melingkar, aksen rumbai (ruffles), renda yang menerawang, serta hiasan mawar sutra nan anggun kembali mendominasi panggung pameran.
Rocha sangat piawai mengemas busana acara khusus dengan sentuhan yang tidak biasa. Siluet trapeze tanpa tali bergaya rumbai, gaun gelembung berkerudung yang mengingatkan pada pesona klasik Audrey Hepburn dalam film Funny Face, hingga gaun malam berhias payet yang dipadukan secara berani dengan bra top menjadi sorotan utama.
Menariknya, di balik eksperimen bentuk yang dramatis, koleksi Musim Semi/Musim Panas (SS27) milik Rocha tetap memijak pada realitas gaya sehari-hari—sebuah pendekatan praktis yang juga terlihat pada kolaborasi populernya bersama produsen perlengkapan olahraga Adidas. Untuk busana harian yang tetap tampil menonjol, Rocha menghadirkan gaun mini trapeze berbahan beludru biru yang nyaman, jaket blouson santai dengan aksen mawar di kerah, serta rajutan leher V berkerut yang dipadukan secara apik bersama gaun sutra mengalir.
Sentuhan kasual berkelas juga hadir lewat parka warna biru dongker berhias detail glamor, hingga paduan kemeja maskulin warna lavender di atas rok spunbon ganda berbahan tafeta yang mekar anggun. Koleksi ini menjadi jawaban sempurna bagi para pencinta gaya yang ingin tampil beda tanpa harus menunggu undangan karpet merah.
Mewah dan Edukatif: Drama Seni Tekstil Erdem Moralioglu
Sementara itu, desainer Erdem Moralioglu kembali mengukuhkan posisinya sebagai maestro gaun karpet merah. Pada peragaan busananya, Erdem memanjakan mata penonton lewat kekayaan tekstur dan detail ornamen yang memukau. Bulu burung unta tampak membingkai mantel sutra bertekstur kerut, aplikasi bunga bernuansa pastel menghiasi bahan renda hitam, hingga detail manik-manik rumit dan rumbai berpayet yang mewah.
Satu hal yang menonjol dari koleksi Erdem adalah kemampuannya mendefinisikan ulang makna busana pesta. Sang desainer memahami betul bahwa busana untuk momen istimewa tidak harus terpaku pada satu formulasi yang kaku.
Sorotan paling menarik terlihat pada gaun mini sutra berpotongan mekar dengan tekstur kain kerut dan detail pinggiran mentah (raw edges). Teknik ini menciptakan kontras visual yang kuat ketika dipadukan dengan bagian korset yang dipenuhi hiasan manik-manik berkilau. Selain itu, gaun dengan siluet pannier yang sempat diperkenalkan pada koleksi Resort juga kembali dihadirkan dengan penyegaran baru.
Koleksi gaun sutra berpotongan mini maupun sebetis (tea-length) dengan draping dramatis berhias renda dan batu kristal menjadi bukti nyata bahwa rumah mode berestetika haute couture ini kini semakin lihai memikat selera pasar muda yang dinamis dan berani berksperimen.

Malang Today, lifestyle news and magazine platform that covers mix of Malang Society and Culture style with fresh and Update.











Discussion about this post