Otoritas penerbangan Amerika Serikat akhirnya memberikan sertifikasi resmi untuk Boeing 737 MAX 10 pada Selasa waktu setempat. Langkah regulator ini mengakhiri penantian panjang terhadap varian terbesar dari keluarga pesawat lorong tunggal (single-aisle) terpopuler milik Boeing tersebut, sekaligus membuka jalan bagi pemulihan kinerja finansial produsen dirgantara raksasa asal AS tersebut.
Federal Aviation Administration (FAA) menerbitkan sertifikat resmi yang mengonfirmasi bahwa seluruh desain dan sistem keselamatan Boeing 737 MAX 10 telah memenuhi standar regulasi ketat. Keputusan ini menyusul sertifikasi untuk varian terkecil, 737 MAX 7, yang sudah mengantongi izin serupa pada Agustus lalu. Penyerahan unit komersial perdana kepada maskapai pemesan dijadwalkan bakal dimulai secara bertahap pada 2027.
Proses Evaluasi Ketat pasca-Insiden Krusial
Izin kelayakan terbang ini tidak didapat dengan mudah. Boeing harus melalui rangkaian pengujian komprehensif, mencakup lebih dari 2.000 jam uji terbang serta penyerahan puluhan ribu halaman dokumen teknis kepada otoritas pengawas. Evaluasi mendalam dilakukan menyusul rekam jejak kelam dua kecelakaan fatal varian MAX pada 2018 dan 2019 yang menewaskan 346 jiwa, serta insiden terlepasnya panel pintu darurat pesawat Alaska Airlines di udara pada awal 2024 lalu.
Kepala FAA, Bryan Bedford, menegaskan bahwa peninjauan dilakukan tanpa mengorbankan celah keselamatan sekecil apa pun. Pihaknya berjanji akan terus mengawasi ketat implementasi standar keselamatan Boeing saat proses manufaktur lini MAX 10 resmi berjalan skala penuh. Manajemen Boeing sendiri mengonfirmasi bahwa tim uji coba mereka telah menjalankan kampanye validasi sistem secara metodis untuk memastikan keandalan armada sebelum sampai ke tangan konsumen.
Dorongan Efisiensi dan Persaingan Industri Global
Proses sertifikasi pesawat ini sebenarnya mengalami penundaan bertahun-tahun dari target awal pendaftaran pada 2017. Kelambatan prosedur regulasi di AS pun tak luput dari sorotan. Menteri Transportasi AS, Sean Duffy, menyentil durasi birokrasi sertifikasi domestik yang dinilainya kalah cepat ketimbang regulator penerbangan Eropa yang mampu memangkas waktu hingga separuhnya. Duffy menekankan perlunya efisiensi proses tanpa mengurangi bobot keselamatan agar industri manufaktur penerbangan AS tetap kompetitif di kancah global.
Sertifikasi MAX 10 menjadi angin segar bagi strategi bisnis Boeing. Varian ini merupakan versi terbesar dengan kapasitas hingga 230 kursi penumpang, jauh melampaui kapasitas MAX 7 (172 kursi), serta varian MAX 8 dan MAX 9. CEO Boeing, Kelly Ortberg, menargetkan peningkatan volume produksi seluruh lini 737 MAX hingga mencapai 52 unit per bulan pada 2027, naik dari batas otorisasi FAA saat ini sebesar 47 unit per bulan.
Kesiapan Manufaktur dan Stabilitas Internal
Guna menunjang target pasokan global tersebut, Boeing telah membuka lini produksi MAX baru di Everett, Washington, untuk mendampingi fasilitas perakitan utamanya di Renton. Selain berhasil mengamankan sertifikat FAA—yang sempat tertahan sebentar akibat penyesuaian perangkat lunak—Boeing juga berhasil menjaga stabilitas internalnya.
Kesepakatan kontrak kerja baru dengan serikat pekerja teknisi dan insinyur (SPEEA) yang disahkan awal Oktober ini resmi menghilangkan risiko mogok kerja internal. Di bursa saham, respon investor cenderung moderat dengan pergerakan saham Boeing yang ditutup melemah tipis 0,5 persen sesaat setelah pengumuman sertifikasi tersebut dirilis ke publik.

Malang Today, lifestyle news and magazine platform that covers mix of Malang Society and Culture style with fresh and Update.











Discussion about this post