Skip to main content

Malang Today

Malang Today
Beauty Fashion Music Malang
SEP 9, 2026
-- : --
⛅ 27°C
Ekonom Tepis Isu Kerugian Rp600 Triliun Akibat Beda Data Ekspor CPO/Mengenal Router Tubuh dan Perannya dalam Menjaga Koneksi Kesehatan Manusia/Polda Jatim dan Polresta Malang Turun Tangan Usut Dugaan Kekerasan Siswa di SMPN 18/Kini Anda Bisa Mengobrol Langsung dengan Avatar Digital Interaktif Buatan Saya/Jokowi Dipastikan Jabat Ketua Dewan Pembina PSI Mulai November/Menelusuri Kajoetangan: Jejak ‘Winkelstraat’ Elit Hindia Belanda yang Menolak Padam di Jantung Malang/Buka Suara Soal Spekulasi Politik, Jokowi Resmi Gabung PSI/Buntut Pencopotan Jabatan, Lima Pejabat Lapas Cibinong Jalani Pemeriksaan Intensif/100 Pesepak Bola Putri Berebut Tempat di Skuat Arema FC Women/Langkah IPO AS, Nscale Amankan Pendanaan Konvertibel Fantastis Rp53 Triliun Raksasa AI Neocloud Inggris/Sabet Emas dan Pecahkan Dua Rekor Dunia, Rahmat Erwin Ungkap Kunci Suksesnya/Sabet Emas di Asian Games, Rahmat Erwin Persembahkan Medali Kedua untuk Indonesia/Manajemen RSD Gunung Jati Amburadul, Komite Medik Kirim Surat Desak Wali Kota Turun Tangan/Cegah TPPO dan Penyelundupan Manusia, Imigrasi Malang Perkuat Pengawasan Berbasis Desa/Aktor Hollywood Mark Wahlberg Dipastikan Hadir di Panggung Disrupt 2026/
Ekonom Tepis Isu Kerugian Rp600 Triliun Akibat Beda Data Ekspor CPO/Mengenal Router Tubuh dan Perannya dalam Menjaga Koneksi Kesehatan Manusia/Polda Jatim dan Polresta Malang Turun Tangan Usut Dugaan Kekerasan Siswa di SMPN 18/Kini Anda Bisa Mengobrol Langsung dengan Avatar Digital Interaktif Buatan Saya/Jokowi Dipastikan Jabat Ketua Dewan Pembina PSI Mulai November/Menelusuri Kajoetangan: Jejak ‘Winkelstraat’ Elit Hindia Belanda yang Menolak Padam di Jantung Malang/Buka Suara Soal Spekulasi Politik, Jokowi Resmi Gabung PSI/Buntut Pencopotan Jabatan, Lima Pejabat Lapas Cibinong Jalani Pemeriksaan Intensif/100 Pesepak Bola Putri Berebut Tempat di Skuat Arema FC Women/Langkah IPO AS, Nscale Amankan Pendanaan Konvertibel Fantastis Rp53 Triliun Raksasa AI Neocloud Inggris/Sabet Emas dan Pecahkan Dua Rekor Dunia, Rahmat Erwin Ungkap Kunci Suksesnya/Sabet Emas di Asian Games, Rahmat Erwin Persembahkan Medali Kedua untuk Indonesia/Manajemen RSD Gunung Jati Amburadul, Komite Medik Kirim Surat Desak Wali Kota Turun Tangan/Cegah TPPO dan Penyelundupan Manusia, Imigrasi Malang Perkuat Pengawasan Berbasis Desa/Aktor Hollywood Mark Wahlberg Dipastikan Hadir di Panggung Disrupt 2026/

All Categories / Semua Kategori

Malang Beauty Fashion Music Technology Politic Celebrity Entertain Place to Go Astrology

Menilik Zwembad Gajayana: Dulu Tempat Plesir Elit Kolonial, Kini Kawah Candradimuka Atlet Malang

by Malang Today
September 10, 2026
Menilik Zwembad Gajayana, Dulu Tempat Plesir Elit Kolonial, Kini Kawah Candradimuka Atlet Malang

Menilik Zwembad Gajayana, Dulu Tempat Plesir Elit Kolonial, Kini Kawah Candradimuka Atlet Malang

Bagi warga Kota Malang modern, kawasan Gajayana mungkin identik dengan kemacetan jalanan pusat kota, riuhnya pusat perbelanjaan Mall Olympic Garden (MOG), atau riuh pendukung sepak bola di Stadion Gajayana. Namun, jika mesin waktu diputar mundur seabad ke belakang, tapak tanah yang sama adalah sebuah oase olahraga modern paling menawan di Jawa Timur bernama Zwembad Gajayana.

Bukan sekadar tempat berenang biasa, kolam renang tertua di Bumi Arema ini menyimpan rekam jejak panjang mengenai arsitektur tata kota Hindia Belanda, simbol status sosial era kolonial, hingga transformasi peran menjadi cetakan atlet akuatik kebanggaan Indonesia.

Ambisi Bouwplan dan Oase Modern di Barat Malang

Pada dekade 1920-an hingga 1930-an, Pemerintah Kolonial Hindia Belanda (Gemeente Malang) merancang perluasan kota ke arah barat melalui tata ruang ikonis yang dikenal sebagai Bouwplan. Dalam perencanaan tersebut, area Gajayana dirancang khusus sebagai pusat olahraga terpadu (Sportpark).

Sebagai bagian utama dari Sportpark yang terintegrasi langsung dengan Stadion Gajayana, Zwembad Gajayana dibangun dengan standar yang sangat maju pada zamannya. Kolam utamanya dirancang lengkap dengan keerpunten (dinding pembalik) dan beton pemijak start untuk memenuhi standar kejuaraan renang resmi era kolonial (wedstrijdbanen).

Arsitektur Tropis: Menyatu dengan Panorama Gunung Kawi dan Panderman

Arsip dokumentasi majalah arsitektur era Hindia Belanda memperlihatkan betapa jeniusnya konsep tata ruang pemandian ini. Kolam ini dirancang terbuka dengan mengusung filosofi kesehatan tropis: “gezondheid brengende licht en lucht” (cahaya dan udara segar pembawa kesehatan).

  • Sisi Panorama yang Megah: Dari lantai atap gedung pengelola (dakterras), para pengunjung masa lalu disuguhi pemandangan jajaran pohon cemara dan lanskap Gunung Kawi serta Gunung Panderman yang berdiri gagah di ufuk barat.

  • Fasilitas Loncat Indah (Diving Tower): Tepat di tepi kolam utama, berdiri papan loncat indah bertingkat dengan rangka besi kokoh (springplank) yang menjadi daya tarik bagi perenang pemberani di masa itu.

  • Area Tepian Kolam (Perron): Sekeliling kolam dilapisi ubin (djobin) luas yang biasa digunakan menebar kursi santai dan payung peneduh untuk berjemur, menikmati iklim Malang yang sejuk.

Dari Gaya Hidup Elit Eropa hingga Kawah Candradimuka Atlet

Sebelum era kemerdekaan, Zwembad Gajayana berfungsi sebagai pusat gaya hidup (lifestyle) dan arena rekreasi eksklusif bagi kalangan elit Eropa serta warga pribumi berkecukupan di Malang. Berenang di Zwembad bukan cuma soal olah tubuh, tetapi juga soal simbol status sosial.

Namun, pasca-kemerdekaan Indonesia, alur sejarahnya berbelok indah. Setelah pengelolaannya diambil alih sepenuhnya oleh Pemerintah Kota Malang dan diubah nama menjadi Kolam Renang Gajayana, tempat ini menjelmakan fungsinya dari sekadar tempat plesir eksklusif menjadi kawah candradimuka inklusif bagi masyarakat luas.

Berpuluh-puluh tahun, dinginnya air Kolam Gajayana menempa lahirnya perenang dan atlet loncat indah legendaris, baik di tingkat Jawa Timur maupun yang melenggang membela merah-putih di arena internasional.

Menjaga Memori Kolektif di Tengah Kepungan Modernitas

Kini, lanskap di sekeliling Gajayana telah berubah drastis. Pemandangan lepas ke arah gunung yang dulu bersih tanpa halangan kini terselip di antara bangunan beton dan pusat perbelanjaan modern.

Meski wujud fisik fasilitasnya telah mengalami perbaikan dan modernisasi berulang kali, jejak Zwembad Gajayana tetap menjadi saksi bisu: bahwa jauh sebelum fasilitas olahraga modern berjamuran di mana-mana, Kota Malang sudah menjadi pionir dalam membangun budaya olahraga yang terencana dan berkelas.

Logo Malang Today
Malang Today

Malang Today, lifestyle news and magazine platform that covers mix of Malang Society and Culture style with fresh and Update.

Related Posts

Menelusuri Kajoetangan Jejak 'winkelstraat' Elit Hindia Belanda Yang Menolak Padam Di Jantung Malang

Menelusuri Kajoetangan: Jejak ‘Winkelstraat’ Elit Hindia Belanda yang Menolak Padam di Jantung Malang

by Malang Today
September 26, 2026

Setiap kali melangkahkan kaki di sepanjang pedestrian Jalan Basuki Rahmat, bayangan riuh pertunjukan musik jalanan dan pendar lampu jalan bergaya...

Discussion about this post

View this post on Instagram

A post shared by SIGNATUREÈ MUSIC FESTIVAL (@signaturee.festival)

Logo Square MLGTDY 1

CONTACT US

ABOUT US

EDITORIAL

CYBER MEDIA GUIDELINES

DISCLAIMER

Logo Square MLGTDY 1

CONTACT US

CYBER MEDIA GUIDELINES

ABOUT US

DISCLAIMER

EDITORIAL

imunify-bot-check 5178
No Result
View All Result
  • Buy JNews
  • Place to gos

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.