Setiap kali melintas di Jalan Veteran, mata kita disambut oleh deretan gedung bertingkat, gerbang-gerbang megah, serta riuhnya ribuan mahasiswa dari berbagai penjuru Nusantara. Universitas Brawijaya (UB) kini berdiri kokoh sebagai salah satu ibu kampus terbesar di Indonesia. Namun, di balik nama besarnya yang tersohor, ada kisah perjuangan panjang yang dimulai dari keresahan anak muda, ruang kelas swasta yang terbatas, hingga gotong royong warga kotapraja pada medio 1950-an.
1. Keresahan Mahasiswa dan Musyawarah Bersejarah di Balai Kota (1957)
Kisah ini berakar pada tahun 1957, ketika pendidikan tinggi di Malang masih sangat terbatas. Sebuah kampus swasta asal Makassar, Universitas Sawerigading, membuka perwakilan kelas untuk Fakultas Hukum dan Fakultas Ekonomi di Malang. Namun, perkembangannya yang tersendat memicu cemas di kalangan mahasiswa. Mereka mendambakan kepastian masa depan akademik yang jelas.
Tak tinggal diam, para mahasiswa bergerilya menggalang dukungan dari para tokoh dan pemuka masyarakat. Perjuangan ini bermuara pada pertemuan bersejarah di Balai Kota Malang pada 10 Mei 1957. Di bawah naungan gedung balai kota yang anggun, lahir gagasan berani: Malang harus memiliki perguruan tinggi sendiri—sebuah Gemeentelijke Universiteit (Universitas Kotapraja) yang diampu dan dijamin oleh warganya sendiri.
2. Fondasi Awal: Lahirnya PTHPM dan Universitas Kotapraja (1957–1960)
Semangat gotong royong ini langsung bergerak cepat:
-
28 Mei 1957: Dibentuk Yayasan Perguruan Tinggi Malang sebagai wadah hukum.
-
1 Juli 1957: Perguruan Tinggi Hukum dan Pengetahuan Masyarakat (PTHPM) resmi berdiri.
-
15 Agustus 1957: Yayasan Tinggi Ekonomi Malang menyusul dengan mendirikan Perguruan Tinggi Ekonomi Malang (PTEM).
Langkah berani ini didukung penuh oleh pemerintah lokal. Pada 19 Juli 1958, DPRD Kotapraja Malang mengetok keputusan resmi untuk mengandangkan PTHPM sebagai milik Kotapraja Malang. Dua tahun kemudian, saat Dies Natalis III PTHPM pada 1 Juli 1960, nama Universitas Kotapraja Malang diresmikan. Untuk memperlengkap keilmuan, didirikan pula Fakultas Administrasi Niaga (FAN) pada 10 November 1960.
3. Telegram Kawat dari Presiden Sukarno dan Nama “Brawijaya” (1961)
Momentum paling berkesan tercipta pada Dies Natalis IV Universitas Kotapraja Malang tahun 1961. Melalui telegram kawat bernomor 258/K/1961 tertanggal 11 Juli 1961, Presiden RI pertama, Ir. Soekarno, memberikan nama baru yang megah dan sarat makna sejarah: Universitas Brawijaya.
Nama raja besar Majapahit itu resmi dipatri sebagai panji kebanggaan akademik di Malang. Untuk memperkuat barisan, pada 3 Oktober 1961, PTEM meleburkan diri ke dalam Yayasan Universitas Malang, menyatukan empat pilar fakultas awal:
-
Fakultas Hukum dan Pengetahuan Masyarakat (FHPM)
-
Fakultas Ekonomi (FE)
-
Fakultas Administrasi Niaga (FAN)
-
Fakultas Pertanian (FP)
Agar memenuhi syarat penegerian dari pemerintah pusat yang mewajibkan keilmuan eksakta, pada 26 Oktober 1961 didirikanlah Fakultas Kedokteran Hewan dan Peternakan (FKHP).

4. Diplomasi Penegerian dan Jangkauan Antar-Kota (1962)
Perjuangan menembus pintu penegerian terus bergulir lewat diplomasi penting pada 7 Juli 1962 bersama Panglima Daerah Militer VIII Brawijaya, pimpinan kampus, serta Menteri Perguruan Tinggi dan Ilmu Pengetahuan (PTIP).
Langkah taktis penegerian pun diambil:
-
1 Juli 1962: Fakultas Pertanian (FP) serta Fakultas Kedokteran Hewan dan Peternakan (FKHP) dinaikkan statusnya menjadi negeri, namun untuk sementara berada di bawah naungan Universitas Airlangga (Unair) Surabaya.
-
30 September 1962: FAN berganti nama menjadi Fakultas Ketatanegaraan dan Ketataniagaan (FKK)—yang kelak melalui PP No. 27/1982 bertransformasi menjadi Fakultas Ilmu Administrasi (FIA) hingga hari ini.
-
Mei 1963: Jurusan Perikanan Laut di Probolinggo diintegrasikan ke dalam FKHP UB.
Jangkauan UB bahkan sempat merambah ke kota-kota tetangga, seperti mengampu cabang di Jember dan Kediri pada rentang 1962–1963.
5. Puncak Perjuangan: 5 Januari 1963 Resmi Menjadi Kampus Negeri
Puncak ikhtiar panjang itu akhirnya berlabuh pada awal tahun 1963. Melalui Keputusan Menteri PTIP Nomor 1 Tahun 1963 tertanggal 5 Januari 1963, Universitas Brawijaya secara utuh dan penuh resmi menyandang status sebagai Perguruan Tinggi Negeri (PTN).
Fakultas Pertanian dan FKHP yang sempat “dititipkan” di Unair resmi dikembalikan ke pangkuan Brawijaya. Keputusan bersejarah ini dikukuhkan kembali oleh Keputusan Presiden RI Nomor 196 Tahun 1963 pada 23 September 1963.
Sejak saat itulah, tanggal 5 Januari 1963 ditetapkan sebagai hari lahir (Dies Natalis) Universitas Brawijaya—sebuah pengingat abadi bahwa kampus megah ini lahir dari mimpi, keberanian, dan semangat gotong royong warga Malang.

Malang Today, lifestyle news and magazine platform that covers mix of Malang Society and Culture style with fresh and Update.





Discussion about this post