SEOUL — Presiden Korea Selatan, Lee Jae Myung, menegaskan kembali komitmen pemerintahannya untuk mempercepat pengalihan kendali operasional masa perang (Wartime Operational Control/OPCON) dari komando gabungan Amerika Serikat ke pihak Korea Selatan. Langkah strategis ini diambil seiring dengan makin meningkatnya kesiapan militer domestik.
Dalam pernyatannya pada Senin (19/10), Lee menilai bahwa angkatan bersenjata Korea Selatan saat ini telah memiliki kapasitas dan kemampuan yang mumpuni untuk mengelola serta memimpin pertahanan negaranya secara mandiri.
Kemandirian Militer dan Diplomasi dengan AS
Selama ini, kendali operasional militer Korea Selatan saat kondisi perang masih berada di bawah komando gabungan yang dipimpin oleh perwira militer senior Amerika Serikat. Rencana pengalihan kendali ini menjadi simbol penting bagi kemandirian pertahanan Seoul di kawasan Asia Timur.
Saat ini, proses negosiasi dan pembahasan teknis terkait pengalihan OPCON tersebut masih terus berlangsung secara intensif antara pemerintah Korea Selatan di Seoul dan pihak Amerika Serikat di Washington. Kedua negara terus menyelaraskan kriteria penilaian kesiapan guna memastikan transisi kepemimpinan militer berjalan lancar tanpa mengurangi tingkat kewaspadaan pertahanan bersama.

Xinhuanet is a comprehensive service-oriented news information portal and the most influential online media in China











Discussion about this post