MALANG TODAY – Tren penyalahgunaan ketamin di kalangan usia muda menunjukkan peningkatan yang mengkhawatirkan di berbagai negara. Fenomena ini juga menjadi ancaman serius di dalam negeri, terbukti dari penggagalan penyelundupan ketamin ilegal dalam skala ton oleh aparat gabungan dalam beberapa bulan terakhir.
Pada pertengahan Oktober lalu, petugas berhasil menggagalkan penyelundupan satu ton ketamin ilegal dari sebuah kapal. Penindakan ini menyusul pembongkaran kasus serupa pada Agustus sebelumnya di Kepulauan Riau, di mana aparat menyita 1,3 ton ketamin ilegal senilai Rp4,55 triliun.
Mengenal Ketamin dan Efek Bahayanya
Secara medis, ketamin merupakan obat bius penghilang rasa sakit yang digunakan dalam prosedur operasi serta terapi depresi berat di bawah pengawasan ketat. Namun, obat ini sering disalahgunakan untuk mencapai efek euforia atau rasa gembira berlebihan.
Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) mengategorikan ketamin sebagai obat keras yang masuk dalam daftar pengawasan khusus. Penggunaan di luar dosis medis dapat berakibat fatal, mulai dari kerusakan saraf, gagal jantung, kerusakan hati, hingga gangguan sistem pernapasan. Melihat tingginya tingkat ancaman tersebut, Badan Narkotika Nasional (BNN) bahkan mengusulkan perubahan status ketamin dari psikotropika menjadi narkotika.
Ancaman Nyata Kerusakan Fisik pada Usia Muda
Penyalahgunaan ketamin berulang membuktikan dampaknya yang sangat destruktif terhadap organ tubuh. Efek negatif penggunaan ketamin jangka panjang dapat muncul jauh lebih cepat dibandingkan zat adiktif lainnya, seperti kerusakan parah pada sistem kemih dan organ pencernaan.
Sejumlah penyintas kecanduan ketamin membagikan pengalaman pahit mereka. Seorang pengguna berusia 24 tahun bernama Megan mengungkapkan bahwa ia mulai mengonsumsi ketamin sejak usia 14 tahun. Ketergantungan yang makin parah pada usia muda menyebabkan fungsi kandung kemihnya rusak parah, hingga ia harus menggunakan pembalut khusus inkontinensia di usia 22 tahun.
Pengalaman serupa dirasakan Mark (25). Penggunaan ketamin dan kokain dosis tinggi menghancurkan kondisi fisiknya, merusak saluran kemih, hingga menyebabkan kerusakan struktur hidung akibat metode penggunaan yang dihirup. Kerusakan fisik tersebut tidak hanya merenggut kesehatan, tetapi juga merusak harga diri dan hubungan keluarga.
Tantangan Fasilitas Kesehatan dan Metode Rehabilitasi
Pusat-pusat rehabilitasi mencatat lonjakan drastis jumlah pasien muda yang membutuhkan perawatan akibat ketergantungan ketamin. Sebagian besar pasien berada pada rentang usia 18 hingga 24 tahun, dengan beberapa kasus melaporkan awal penggunaan sejak usia sekolah.
Para pakar kesehatan dari University of South Wales menyoroti bahwa penanganan ketergantungan ketamin membutuhkan pendekatan medis yang berbeda dibanding kecanduan alkohol atau narkotika tradisional. Gejala fisik yang kompleks, seperti masalah urologi parah, sering kali memerlukan perawatan medis khusus yang saat ini masih terus dikembangkan.
Meski tingkat kekambuhan (relapse) pada kasus kecanduan ketamin tergolong tinggi, penguatan program edukasi sejak dini serta metode pendampingan sebaya (peer support) tanpa stigma terbukti memberikan dampak positif bagi pemulihan para pasien.

BBC Indonesia (atau BBC News Indonesia) adalah layanan berita berbahasa Indonesia dari lembaga penyiaran publik Britania Raya, British Broadcasting Corporation (BBC)











Discussion about this post