TOKYO — Badan Eksplorasi Kedirgantaraan Jepang (JAXA) resmi meluncurkan roket andalannya, H3, yang membawa wahana antariksa tanpa awak untuk menjelajahi bulan Planet Mars pada Selasa (20/10) pagi. Peluncuran dari Pusat Antariksa Tanegashima di Jepang barat daya ini menjadi awal dari misi eksplorasi dan pengambilan sampel antariksa yang dijadwalkan berlangsung selama lima tahun.
Roket H3 nomor 10 berhasil lepas landas pada pukul 04.41 waktu setempat. Sekitar 71 menit setelah peluncuran, roket sukses melepaskan wahana antariksa Martian Moons eXploration (MMX) dan menempatkannya secara presisi pada jalur menuju Mars.
Misi Utama Pengambilan Sampel dari Phobos
Misi utama MMX difokuskan pada Phobos, yang merupakan bulan terbesar dan terdekat yang mengorbit Planet Merah. Wahana ini dirancang untuk mendarat di permukaan Phobos guna mengumpulkan sekurang-kurangnya 10 gram material tanah dan batuan sebelum membawa sampel tersebut kembali ke Bumi.
Berdasarkan kalkulasi JAXA, wahana MMX diperkirakan memasuki sistem Mars pada tahun 2027. Sebelum melakukan pendaratan, MMX akan melakukan pengamatan terperinci terhadap Phobos dari orbit kuasi-satelit. Selain Phobos, wahana ini juga ditugaskan untuk mengamati Deimos, bulan Mars lainnya, sepanjang durasi misi.
Dukungan Rover Idefix dan Target Kembalinya Sampel
Untuk menunjang keberhasilan operasi di permukaan yang belum pernah dijelajahi sebelumnya, misi ini turut memboyong sebuah penjelajah (rover) berukuran kecil bernama Idefix. Rover ini akan diturunkan terlebih dahulu untuk menjelajahi medan Phobos sekaligus membantu proses navigasi pendaratan dan pengambilan sampel oleh MMX.
JAXA menargetkan sampel dari Phobos tersebut dapat mendarat kembali di Bumi pada tahun 2031. Keberhasilan pengembalian sampel ini diyakini akan memberikan wawasan mendasar bagi para ilmuwan mengenai asal-usul terbentuknya bulan-bulan Mars serta sejarah evolusi sistem Planet Merah secara keseluruhan.

Xinhuanet is a comprehensive service-oriented news information portal and the most influential online media in China











Discussion about this post