Kerja bakti massal tampak mewarnai area Pasar Desa Kepulungan, Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan, pada Senin (5/10/2026). Sepekan pascamusibah kebakaran hebat yang melalap ratusan lapak dan kios, para pedagang bersama warga, pemerintah desa, hingga relawan mulai bergerak cepat membersihkan puing-puing sisa material yang hangus terbakar demi mempercepat pemulihan ekonomi warga kawasan tetangga Malang Raya tersebut.
Gotong Royong Bersihkan Puing dan Sisa Material
Proses pembersihan dilakukan secara swadaya dan manual menggunakan cangkul, sekop, hingga gerobak dorong. Aksi kemanusiaan ini turut dibantu oleh unsur Pemerintah Desa Kepulungan, relawan Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Kecamatan Gempol, serta kader PAC GP Ansor Gempol yang bahu-membahu menyingkirkan sisa abu dan besi tua dari lokasi kejadian.
Salah seorang pedagang sayuran yang menjadi korban musibah ini, Nur, mengungkapkan bahwa pembersihan ditargetkan rampung dalam kurun waktu satu pekan ke depan. Langkah ini menjadi tahap awal yang krusial sebelum proses rekonstruksi fisik bangunan pasar dimulai.
“Pembersihan lapak dan kios yang terbakar mulai dilakukan hari ini dan diproyeksikan selesai maksimal dalam satu pekan. Puing-puing yang masih bernilai akan dijual sebagai rongsokan, sedangkan material yang sudah tak terpakai langsung dibuang ke Tempat Pemrosesan Akhir (TPA),” ujar Nur di sela-sela aktivitas pembersihan.
Aktivitas Pedagang Tetap Berjalan di Tengah Keterbatasan
Meski ratusan tempat usaha musnah dilalap si jago merah, roda perekonomian di Pasar Desa Kepulungan tidak sepenuhnya lumpuh. Para pedagang yang lapak maupun kiosnya luput dari kobaran api tetap beraktivitas dan berjualan seperti biasa guna melayani kebutuhan harian masyarakat setempat.
Dukungan penanganan pascabencana juga datang dari pihak legislatif. Ketua DPRD Kabupaten Pasuruan, Samsul Hidayat, mengimbau para pedagang untuk cermat memilah sisa-sisa bangunan yang masih memiliki nilai ekonomis untuk membantu mengurangkan beban kerugian materiil.
“Untuk puing-puing yang masih bisa dijual, silakan dijual oleh pedagang. Sementara material sisa yang sudah tidak bisa dimanfaatkan akan diangkut langsung ke TPA oleh armada Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Pasuruan,” tegas Samsul saat meninjau lokasi.
Pemkab Siapkan Bantuan Tidak Terduga untuk Pembangunan Ulang
Menanggapi kepastian masa depan para pedagang, Samsul menegaskan bahwa skema pemulihan pasar akan dilakukan sesegera mungkin. Pemerintah daerah saat ini tengah menyusun langkah taktis untuk membangun kembali sarana perdagangan masyarakat desa tersebut.
Pembersihan lahan secara menyeluruh ini sekaligus menjadi tahap persiapan awal untuk pembangunan lapak dan kios baru berkonsep semi-permanen. Skema pembiayaan akan disokong melalui dana darurat daerah.
“Pembersihan material ini dilakukan agar area pasar kembali steril. Ini juga bagian dari persiapan pembangunan kembali lapak dan kios semi-permanen yang bakal dianggarkan melalui dana Bantuan Tidak Terduga (BTT). Saat ini proses administrasi sedang berjalan dan menunggu tahapan pencairan,” pungkasnya.

Malang Today, lifestyle news and magazine platform that covers mix of Malang Society and Culture style with fresh and Update.











Discussion about this post